Cerita Azzam, Siswa SDN 11 Belakang Tangsi yang Tenang Hadapi Simulasi Tsunami di Padang

Cerita Azzam, Siswa SDN 11 Belakang Tangsi yang Tenang Hadapi Simulasi Tsunami di Padang

Azzam, pelajar kelas 6 di SDN 11 Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang yang ikut dalam kegiatan tsunami drill zone pada Rabu (5/11/2025) siang. (Dok. Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang - “Tidak boleh panik, harus tertib,” begitu kalimat yang terus diingat oleh Azzam, siswa kelas VI SD Negeri 11 Belakang Tangsi, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).

Saat sirene peringatan gempa berbunyi, Rabu (5/11/2025), ia bersama ratusan teman sekelasnya bergegas keluar dari ruang belajar menuju lapangan sekolah. Dari sanalah perjalanan menuju titik evakuasi tsunami dimulai.

Simulasi yang menjadi bagian dari kegiatan Tsunami Drill Zone Padang itu memberi pengalaman baru bagi Azzam.

Ia mengaku sempat merasa tegang, namun pelatihan tersebut membuatnya belajar bahwa dalam menghadapi bencana, hal terpenting adalah tetap tenang dan mengikuti arahan guru.

“Awalnya saya takut, tapi guru bilang jangan panik, jalan pelan dan jangan dorong-dorongan. Kalau tertib, semua bisa selamat,” katanya.

Azzam dan teman-temannya di SDN 11 Belakang Tangsi yang ikut simulasi hari itu belajar bahwa bencana tidak bisa dihindari, tetapi kesiapan bisa menyelamatkan.

“Kalau gempa datang, jangan panik. Lakukan yang sudah diajarkan,” ujar Azzam dengan senyum lega.

Kepala SDN 11 Belakang Tangsi, Sulistiani menjelaskan, simulasi diikuti sekitar 300 siswa. Setelah sirene pertama berbunyi sebagai tanda gempa, seluruh siswa diarahkan menuju lapangan sekolah.

Beberapa menit kemudian, bunyi sirene kedua menandakan potensi tsunami. Dengan sigap, para guru memimpin anak-anak berjalan kaki menuju shelter evakuasi di Pasar Raya Fase VII, sekitar 20 menit dari sekolah.

“Jaraknya tidak terlalu jauh, tapi kami sempat terhambat sedikit oleh kemacetan. Untungnya ada bantuan dari relawan dan petugas yang mengatur jalur,” kata Sulistiani.

Menurutnya, sekolah secara rutin menggelar latihan evakuasi setiap tiga bulan, mengingat lokasi sekolah yang berada dekat kawasan pantai.

“Kami sudah cukup siap, tapi tetap harus evaluasi. Anak-anak perlu terus diingatkan agar tidak lengah,” katanya.

Sementara itu, kegiatan simulasi juga diikuti oleh pegawai dan pengunjung Mal Pelayanan Publik (MPP) di Plasa Andalas, yang dikelola oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang.

Kepala DPMPTSP, Swesti Fanloni, mengatakan bahwa Plasa Andalas termasuk dalam zona merah tsunami, sehingga pihaknya wajib mengikuti jalur evakuasi ke Pasar Raya Fase VII lantai empat, yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Padang sebagai titik aman.

“Kami melakukan evakuasi bersama pengunjung dan petugas layanan dari lantai empat Plasa Andalas menuju shelter. Dari hasil pengukuran, waktu tempuh rata-rata sekitar 18 menit berjalan kaki,” kata Swesti.

Ia menambahkan, simulasi ini tidak sekadar latihan rutin, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi tsunami di wilayah pesisir Padang.

“Kami ingin semua orang memahami rute evakuasi, merespons cepat saat sirene berbunyi, dan tahu ke mana harus menyelamatkan diri,” katanya.

Swesti menilai kesadaran masyarakat Padang terhadap ancaman tsunami kini semakin baik. Saat simulasi berlangsung, banyak warga di sekitar area juga ikut bergerak menuju tempat aman.

“Artinya, pesan kesiapsiagaan ini sudah sampai ke masyarakat. Namun, perlu tetap disosialisasikan secara berkala melalui kanal digital, komunitas, dan sampai ke tingkat RT,” ujarnya.

Kendati demikian, ia mencatat masih ada sebagian warga yang memilih menggunakan kendaraan saat evakuasi, sehingga menimbulkan kemacetan dan membahayakan peserta simulasi yang berjalan kaki.

“Kami berharap, masyarakat memahami bahwa saat evakuasi tsunami, kendaraan pribadi tidak disarankan digunakan. Keselamatan lebih utama daripada kecepatan,” katanya.

Latihan di Tengah Aktivitas Kota

Pelaksanaan tsunami drill ini memang berlangsung di tengah aktivitas kerja dan ekonomi warga yang tetap berjalan.

Meski begitu, Swesti menilai langkah Pemerintah Kota (Pemko) Padang sudah maksimal dalam menyosialisasikan kegiatan tersebut melalui berbagai jalur komunikasi, termasuk BPBD, camat, dan lurah di setiap wilayah.

“Simulasi ini penting karena kita hidup di daerah rawan bencana. Kalau sewaktu-waktu terjadi gempa besar, kita sudah tahu apa yang harus dilakukan,” katanya.

Ia menambahkan, selain Pasar Raya Fase VII, bangunan bertingkat lain di sekitar pusat kota sebaiknya juga difungsikan sebagai shelter alternatif.

“Kalau semua orang menuju satu titik, tentu tidak ideal. Gedung-gedung kokoh di kawasan ini bisa menjadi pilihan tempat aman sementara,” ujarnya.

Menurut pengukuran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pasar Raya Fase VII dinilai sudah cukup tinggi dan memenuhi syarat sebagai tempat evakuasi tsunami.

Namun, Swesti berharap pemerintah tetap menyiapkan lokasi alternatif lain untuk mengantisipasi kepadatan. (adl)

Baca Juga

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir memimpin Upacara Peringatan Gugurnya Pahlawan Nasional Bagindo Aziz Chan ke-79 di Lapangan Upacara Balai Kota Aie Pacah, Minggu (19/7/2026).
79 Tahun Setelah Gugur, Perjuangan Bagindo Aziz Chan Masih Menjadi Arah Pembangunan Kota Padang
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Warga Padang Diingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Banjir dan Longsor Mengintai
Pemko Padang Ajukan Rancangan KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp2,7 Triliun
Pemko Padang Ajukan Rancangan KUA-PPAS 2027, Belanja Daerah Diproyeksikan Rp2,7 Triliun
Penyintas banjir bandang dan tanah longsor Batu Busuak berada di depan Hunian Sementara Layak Huni (Hunsela) di kawasan Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Jumat (17/7/2026).
Tak Lagi Hidup Nomaden, Penyintas Longsor Batu Busuak Syukuri Hunsela Bantuan Pemko Padang
Kepala Disdukcapil Kota Padang bersama jajaran memberikan penjelasan mengenai percepatan kepemilikan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kantor Disdukcapil Kota Padang.
Kartu Identitas Anak di Padang Tembus 70 Persen, Pemko Padang Siapkan Terobosan Baru ke Sekolah
Pemko Padang Keruk Sedimen Batang Arau, Antisipasi Banjir dan Sukseskan HJK ke-357
Pemko Padang Keruk Sedimen Batang Arau, Antisipasi Banjir dan Sukseskan HJK ke-357