Sumbardaily.com, Padang – Tingkat pengangguran di Kota Padang yang masih mencapai 9,86 persen mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang untuk memperluas akses lapangan kerja bagi masyarakat. Salah satu langkah strategisnya ialah dengan menyelenggarakan Job Fair Hybrid Kota Padang 2025, yang akan digelar pada 12–13 November 2025 di Gedung Youth Center Padang.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin) Kota Padang ini diharapkan menjadi solusi konkret dalam mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, sekaligus membuka ribuan peluang kerja baru. Tahun ini, sebanyak 44 perusahaan dan 5 lembaga pelatihan kerja akan berpartisipasi dengan menyediakan total 1.141 lowongan pekerjaan.
Kepala Disnakerin Kota Padang, Ferry Erviyan Rinaldy, menyebut Job Fair Hybrid merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas tenaga kerja daerah.
“Job Fair Hybrid 2025 ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membantu masyarakat mendapatkan pekerjaan. Kami berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kerja seluas-luasnya bagi para pencari kerja di Kota Padang,” ujar Ferry, Jumat (24/10/2025).
Langkah Strategis Tekan Pengangguran
Menurut Ferry, meski kondisi ekonomi masih penuh tantangan, Pemko Padang terus berupaya menghadirkan kegiatan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Salah satunya melalui job fair yang menghadirkan berbagai sektor industri dan layanan pelatihan kerja.
“Memang tidak mudah menghimpun lowongan kerja dalam jumlah besar, tetapi kami yakin dapat memenuhi skala dan standar yang ditetapkan sehingga kegiatan ini tetap berkualitas dan bermanfaat bagi masyarakat,” ucapnya.
Job Fair Hybrid 2025 mengusung tema “Find Your Job, Next Step to Your Career”, yang mencerminkan semangat untuk menjadikan kegiatan ini bukan sekadar ajang mencari pekerjaan, melainkan langkah awal bagi peserta dalam membangun karier profesional sesuai bakat dan kompetensinya.
Ferry menambahkan, konsep hybrid kembali diterapkan tahun ini untuk memberikan fleksibilitas bagi pencari kerja. Selain hadir langsung ke lokasi, peserta juga bisa mengikuti proses rekrutmen secara daring melalui platform digital yang disediakan panitia.
“Konsep hybrid ini membuka akses lebih luas, tidak hanya bagi warga Padang, tetapi juga bagi pencari kerja dari daerah sekitar. Dengan begitu, peluang kerja bisa dijangkau lebih merata,” kata Ferry.
Ratusan Lowongan dan Booth Disiapkan
Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian menyiapkan 54 booth bagi perusahaan dan lembaga peserta untuk memudahkan interaksi dengan pelamar kerja. Dari total 1.141 formasi, sebanyak 916 lowongan berasal dari perusahaan swasta di berbagai bidang, sedangkan 225 posisi ditawarkan oleh lembaga pelatihan kerja.
Job fair ini juga diharapkan menjadi wadah efektif bagi perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja kompeten sekaligus memperkuat jejaring antara dunia usaha dan pemerintah daerah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memperkuat hubungan kolaboratif antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Kolaborasi ini penting untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang produktif dan berkelanjutan,” kata Ferry.
Lebih dari Sekadar Bursa Kerja
Selain membuka ribuan lowongan, Job Fair Hybrid Padang 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan pendukung, seperti seminar motivasi karier, pelatihan teknik wawancara kerja, hingga konsultasi ketenagakerjaan. Agenda tersebut diharapkan dapat membantu pencari kerja menyiapkan diri menghadapi proses seleksi di dunia kerja.
Ferry menegaskan, kegiatan ini bukan sekadar bursa kerja tahunan, melainkan bagian dari strategi jangka panjang Pemko Padang untuk membangun iklim ketenagakerjaan yang profesional dan adaptif terhadap perubahan zaman.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi semua pihak untuk memperkuat sistem ketenagakerjaan di Kota Padang,” ujarnya.
Dengan diselenggarakannya Job Fair Hybrid 2025, Pemko Padang berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai minat dan keahlian, sekaligus menjadi langkah nyata dalam menurunkan angka pengangguran di daerah. (red)
















