Sumbardaily.com, Padang Panjang – Inflasi Kota Padang Panjang kembali mencatat kenaikan pada Agustus 2025. Lonjakan harga cabai merah, beras, dan daging ayam ras menjadi faktor utama yang mendorong inflasi tahunan menembus 2,75 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Juni 2025 yang tercatat 1,85 persen, dengan inflasi bulanan sebesar 0,56 persen.
Data itu dipaparkan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Inflasi dan Evaluasi Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Program 3 Juta Rumah, Selasa (23/9/2025). Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, dengan fokus pembahasan stabilitas harga pangan di berbagai daerah, termasuk Padang Panjang.
Analis Perekonomian Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, menjelaskan bahwa harga pangan di kota ini mengalami fluktuasi cukup signifikan pada September 2025. Berdasarkan catatan Indeks Perkembangan Harga (IPH) minggu ketiga September, angka tercatat sebesar 6,20, lebih tinggi dibanding pekan sebelumnya.
“Kenaikan terutama didorong oleh komoditas cabai merah, beras, dan daging ayam ras,” ujar Chandra.
Secara keseluruhan, dari 70 komoditas yang dipantau, 48 di antaranya relatif stabil. Namun, 15 komoditas menunjukkan pergerakan harga yang berbeda arah. Tujuh komoditas tercatat menurun, sedangkan delapan lainnya mengalami kenaikan.
Komoditas yang mengalami peningkatan harga antara lain daging ayam broiler, cabai hijau, cabai rawit, cabai merah, susu bubuk, bawang bombai, serta ikan kembung. Sementara itu, penurunan harga terlihat pada gula pasir, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, bawang daun, terong, dan seledri.
Sejumlah bahan pangan pokok lainnya masih stabil, di antaranya beras kualitas satu hingga tiga, tepung terigu, daging sapi, daging ayam kampung, telur ayam kampung, telur itik, kacang-kacangan, hingga minyak goreng. Meski demikian, harga cabai merah tetap menjadi sorotan karena mencatat kenaikan paling tajam, sedangkan penurunan terbesar terjadi pada bawang daun, seledri, dan terong.
Perkembangan ini menegaskan pentingnya langkah antisipasi dan pengendalian harga pangan, mengingat inflasi Padang Panjang sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga komoditas pangan harian. (red)
















