Sumbardaily.com, Padang Panjang – Harga sejumlah bahan pokok di Kota Padang Panjang pada pekan pertama September 2025 mengalami penurunan, terutama pada komoditas bawang dan cabai rawit. Namun, tren penurunan tersebut beriringan dengan lonjakan harga cabai hijau dan cabai merah yang cukup signifikan.
Analis Perekonomian Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setdako Padang Panjang, Chandra Erfiko, menilai stabilitas harga harus terus dipantau melalui pengendalian pasokan.
“Penurunan komoditas bawang ini perlu terus dijaga dengan memantau pasokan dari daerah penghasil. Hal ini penting untuk memastikan stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujarnya, Minggu (7/9/2025).
Bawang Turun, Cabai Hijau dan Merah Naik
Data harga menunjukkan, bawang merah turun Rp3.833 dari Rp47.667 menjadi Rp43.834 per kilogram. Bawang putih turun Rp1.000 dari Rp34.317 menjadi Rp33.317 per kilogram. Bawang bombai ikut melemah Rp300, dari Rp34.000 menjadi Rp33.700 per kilogram. Penurunan paling tajam dialami bawang daun, yakni Rp6.000 dari Rp24.700 menjadi Rp18.700 per kilogram.
Selain bawang, beberapa komoditas lain juga terkoreksi harga. Cabai rawit turun Rp1.816 dari Rp47.500 menjadi Rp45.684 per kilogram. Kacang kedelai turun Rp250 menjadi Rp11.125 per kilogram. Terong turun Rp600 dari Rp9.300 menjadi Rp8.700 per kilogram. Sedangkan seledri merosot Rp5.000 dari Rp27.700 menjadi Rp22.700 per kilogram.
Namun, tren berbeda justru terjadi pada cabai jenis lain. Cabai hijau naik Rp10.666 dari Rp47.667 menjadi Rp58.333 per kilogram. Sementara itu, cabai merah melonjak tajam Rp25.817, dari Rp48.000 menjadi Rp73.817 per kilogram. Menurut Chandra, kenaikan harga cabai dipicu terbatasnya pasokan dari luar daerah, tingginya permintaan, dan rantai distribusi yang panjang.
“Hal ini perlu menjadi perhatian bersama untuk memangkas rantai distribusi, agar harga di tingkat konsumen tidak terlalu tinggi, namun tetap menguntungkan petani,” jelas Chandra.
Stabil di Komoditas Utama
Berbeda dengan cabai, harga komoditas utama lainnya relatif stabil. Beras kualitas I dan II bertahan di Rp16.000 per kilogram, sedangkan beras kualitas III di Rp15.000 per kilogram. Gula pasir masih Rp18.150 per kilogram dan tepung terigu bertahan di Rp13.000 per kilogram.
Harga protein hewani juga cenderung tidak berubah. Daging sapi berada di Rp141.667 per kilogram. Daging ayam broiler Rp29.667 per kilogram, ayam kampung besar Rp90.000 per kilogram, ayam kampung sedang Rp80.000 per kilogram, dan ayam ras kecil Rp70.000 per kilogram.
Untuk telur, harga ayam ras Rp28.550 per kilogram, ayam kampung Rp54.433 per kilogram, dan telur itik Rp32.800 per kilogram. Harga kacang-kacangan pun stabil, seperti kacang hijau Rp26.000 per kilogram dan kacang tanah Rp28.000 per kilogram.
Di sisi lain, harga minyak goreng juga tidak mengalami pergerakan. Minyak goreng kemasan sederhana masih Rp17.000 per liter, kemasan premium Rp22.000 per liter, dan minyak goreng curah Rp18.667 per kilogram.
Tantangan Stabilisasi Harga
Fluktuasi harga bawang dan cabai ini menunjukkan tantangan dalam menjaga ketersediaan dan distribusi pangan di Padang Panjang. Meskipun sejumlah komoditas turun, kenaikan cabai merah dan cabai hijau menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap pengeluaran rumah tangga.
Pemerintah Kota Padang Panjang menekankan pentingnya pemantauan stok dari daerah penghasil dan pemangkasan rantai distribusi. Upaya ini diharapkan mampu menekan harga di pasar agar tetap terjangkau, sekaligus menjaga kesejahteraan petani sebagai produsen utama. (red)
















