7 Hektar Hutan Pinus di Agam Terbakar, Pemkab Tetapkan Status Darurat

7 Hektar Hutan Pinus di Agam Terbakar, Pemkab Tetapkan Status Darurat

Ilustrasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Foto: Pexels)

Sumbardaily.com, Agam – Sekitar tujuh hektar hutan pinus dan lahan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), hangus terbakar dalam rentang waktu akhir Agustus hingga awal September 2025. Pemerintah daerah menetapkan status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai 1 hingga 30 September 2025.

Camat Baso, Imran Pangaduan, menjelaskan bahwa api pertama kali muncul pada Selasa (26/8/2025) dan sempat dipadamkan swadaya oleh warga. Namun, kobaran api kembali terlihat pada Jumat. Meski sudah sempat padam, api muncul lagi pada Minggu (31/8/2025) sehingga perlu dilakukan pemadaman ulang bersama masyarakat, TNI, dan Polri.

“Api padam, tapi kembali hidup pada Minggu. Karena itu kami bersama masyarakat, TNI, dan Polri kembali melakukan pemadaman hingga situasi terkendali,” ungkap Imran, dikutip Rabu (3/9/2025).

Penetapan Tanggap Darurat

Kepala Pelaksana BPBD Agam, Rahmad Lasmono, menyebut laporan kebakaran resmi diterima pada Minggu (31/8/2025). Sehari kemudian, posko kebakaran didirikan untuk mempercepat koordinasi penanganan.

“Dari hasil pemantauan, sekitar tujuh hektar hutan pinus terbakar di beberapa titik. Karena itu status tanggap darurat ditetapkan mulai 1 hingga 30 September 2025, namun bisa diperpanjang sesuai perkembangan di lapangan,” kata Rahmad.

Ia menambahkan, sekitar 50 personel dikerahkan dalam apel gabungan pemadaman. Sejumlah peralatan juga diturunkan, mulai dari tendon penampung air hingga alat penyemprot.

Metode transit air digunakan untuk menjangkau titik api sejauh 750 meter. Akan tetapi, jarak sumber air yang jauh membuat proses pemadaman terkendala. Armada pemadam terpaksa dijadikan perantara untuk mengalirkan air ke titik kebakaran.

Tinjauan Bupati Agam

Bupati Agam, Benni Warlis, meninjau Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Karhutla di Gunung Ameh, Jorong Bukik Apik, Nagari Padang Tarok, Kecamatan Baso, Selasa (2/9/2025). Dalam kunjungannya, Benni menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Padang Tarok yang sigap memadamkan api sejak awal kejadian.

Ia juga menilai semangat kemandirian warga menjadi modal penting dalam menghadapi bencana. “Kebakaran ini bukti dari kemarau panjang selama tiga bulan di Kabupaten Agam, khususnya di wilayah timur. Dengan kondisi getah pinus dan rumput kering, api sangat mudah merambat. Karena itu, bencana ini harus kita tanggapi dengan serius dan fokus,” tegas Benni.

Kebakaran hutan dan lahan di Agam menunjukkan betapa rentannya wilayah tersebut terhadap ancaman karhutla saat musim kemarau. Upaya bersama masyarakat, pemerintah daerah, dan aparat menjadi kunci agar kebakaran tidak semakin meluas. (red)

Baca Juga

Kepala DLH Kota Padang Fadelan Fitra Masta menyampaikan program perekrutan 60 Penggerak Pilah di Kantor DLH Padang.
DLH Padang Rekrut Mahasiswa Awasi Kebiasaan Buang Sampah, Masyarakat yang Abaikan Bisa Kehilangan Subsidi
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus
Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran PPIH Mulai 25 Agustus
Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Mulai Turun, Mendagri Minta Program Tak Ditunda
Anggaran Rehab-Rekon Pascabencana Sumatera Mulai Turun, Mendagri Minta Program Tak Ditunda
Tanah longsor di kawasan Kapalo Lubuak Jambu Sijunjung berdampak terhadap sekitar 10 ponton di tepi Sungai Batang Kuantan.
Empat Penjaga Luka usai Longsor Terjang 10 Ponton di Sijunjung, Polisi: Tak Ada Aktivitas PETI
Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat
Bukan Sekadar Kain, Sentra Tenun Lintau Buo Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat