Sumbardaily.com, Padang - Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) diguncang dua insiden kebakaran lahan yang terjadi beruntun pada Minggu (1/6/2025).
Kedua peristiwa tersebut melibatkan lahan perbukitan di Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung dan lahan kosong di Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran (Kadis Damkar) Kota Padang, Budi Payan, melaporkan bahwa kebakaran pertama terjadi di kawasan perbukitan Bypass Bukit Putus, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.
Laporan masuk ke kantor Dinas Damkar pada pukul 11.47 WIB setelah seorang saksi bernama Amelia melihat kobaran api dari lereng perbukitan.
"Unit pemadam berangkat tiga menit setelah laporan masuk dan tiba di lokasi kejadian pada pukul 11.55 WIB," ungkap Budi Payan dalam laporannya.
Proses pemadaman kebakaran lahan perbukitan ini, katanya, membutuhkan waktu hampir enam jam dan baru selesai pada pukul 17.45 WIB.
Kebakaran tersebut menghanguskan lahan seluas satu hektare yang dimiliki Nurli, seorang ibu rumah tangga berusia 57 tahun.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden ini hampir mengancam gudang amunisi TNI Angkatan Laut yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Beruntung, upaya pemadaman yang melibatkan 35 personel dari berbagai instansi berhasil menyelamatkan aset senilai dua miliar rupiah.
Tim gabungan yang dikerahkan terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Damkar Pelindo, BPBD Kota Padang, TNI AL, Polri, dan petugas kecamatan.
Belum usai menangani kebakaran pertama, petugas Dinas Damkar Kota Padang kembali menerima laporan kebakaran lahan kedua pada pukul 13.23 WIB.
Kali ini, lokasi kejadian berada di Pasir Parupuk Tabing, Kelurahan Parupuk Tabing, Kecamatan Koto Tangah.
Saksi mata, Eni Indrawati, melaporkan melihat api mulai membesar dan menyebar dari arah lahan kosong.
Berbeda dengan kebakaran sebelumnya, penanganan kebakaran lahan kosong ini relatif lebih cepat dan selesai dalam waktu kurang dari satu jam, tepatnya pada pukul 14.20 WIB.
Luas area yang terbakar pada insiden kedua mencapai 300 meter persegi. Meski demikian, kebakaran ini berpotensi menyebar ke area seluas 600 meter persegi jika tidak segera ditangani.
Untuk mengatasi situasi ini, petugas mengerahkan satu unit armada dengan empat personel.
Kondisi geografis kedua lokasi kebakaran cukup menantang bagi petugas. Kebakaran pertama terjadi di area perbukitan dengan akses jalan yang relatif sulit, sementara kebakaran kedua berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang sempit.
"Kedua lokasi kebakaran berada di area yang ramai dengan aktivitas masyarakat, sehingga kami harus berhati-hati dalam proses pemadaman," jelas Budi Payan.
Hingga saat ini, penyebab kedua kebakaran lahan tersebut masih dalam tahap penyelidikan.
"Tim dari Dinas Damkar Kota Padang bersama instansi terkait terus melakukan investigasi untuk mengetahui faktor pemicu terjadinya kebakaran," imbuhnya. (red)















