Sumbardaily.com, Padang - Peristiwa menegangkan kembali terjadi di salah satu destinasi wisata populer Sumatera Barat (Sumbar) saat dua anak nyaris menjadi korban keganasan ombak.
Dua anak laki-laki berusia 9 tahun terseret ombak di Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumbar pada Rabu (2/4/2025).
Beruntung, kedua bocah tersebut berhasil diselamatkan setelah sempat mengalami situasi yang mengkhawatirkan.
Informasi yang dihimpun Kompas mengungkapkan bahwa kedua korban diidentifikasi sebagai Muhammad Daffa (9) dan Muhammad Fathan (9), keduanya merupakan pelajar yang berdomisili di kawasan Muaro Paneh, Kabupaten Solok.
"Alhamdulillah kedua anak yang sempat terseret ombak bisa diselamatkan," kata Benny Abeng Law, relawan yang berada di lokasi kejadian.
Meski berakhir dengan penyelamatan yang sukses, peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan pengunjung, terutama yang membawa anak-anak, saat berwisata di area pantai.
Pihak pengelola Pantai Air Manis dan otoritas setempat belum memberikan keterangan resmi terkait kejadian tersebut.
Namun biasanya, setiap terjadi insiden serupa, pihak berwenang akan mengevaluasi sistem keamanan dan peringatan bagi pengunjung pantai.
Para wisatawan yang berkunjung ke Pantai Air Manis dan destinasi pantai lainnya di Sumbar diimbau untuk selalu mematuhi petunjuk keselamatan, memperhatikan kondisi cuaca dan ombak, serta tidak berenang di area yang tidak diawasi oleh petugas pantai.
"Kejadian seperti ini seharusnya menjadi pembelajaran bagi semua pihak, baik pengunjung maupun pengelola wisata," tambah salah seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya.
Pantai Air Manis merupakan salah satu dari sekian banyak destinasi wisata pantai unggulan di Sumbar yang setiap tahunnya dikunjungi ribuan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.
"Dengan kejadian ini, diharapkan akan ada peningkatan pengawasan dan sistem keselamatan yang lebih baik untuk mencegah insiden serupa terulang di masa mendatang," kata warga tersebut.
Kejadian ini menambah daftar insiden keselamatan di area wisata pantai di Kota Padang, Sumbar.
Sebelumnya, seorang wisatawan berhasil diselamatkan setelah terseret ombak di Pantai Air Manis, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) pada Selasa (1/4/2025) siang.
Korban yang berhasil dievakuasi adalah seorang pemuda bernama Angga (20), yang juga merupakan warga Muaro Paneh, Kabupaten Solok.
Peristiwa bermula ketika Angga yang sedang menikmati liburan di Pantai Air Manis tiba-tiba terseret ombak.
Kondisi pantai yang dikenal dengan legenda Batu Malin Kundang ini memang kerap menjadi lokasi wisata populer, namun juga memiliki karakteristik ombak yang terkadang tidak bisa diprediksi.
Berkat kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik dari berbagai unsur tim penyelamat, korban berhasil dievakuasi dan langsung mendapatkan pertolongan pertama.
"Korban segera dibawa dengan ambulans KPB Kota Padang ke Puskesmas Pantai Air Manis untuk mendapatkan perawatan medis," kata Benny Abeng Law.
Proses evakuasi melibatkan sejumlah pihak termasuk anggota Korps Penanggulangan Bencana (KPB), Komunitas Siaga Bencana (KSB), Palang Merah Indonesia (PMI), dan relawan Srikandi.
Turut terlibat dalam penyelamatan adalah Pak Ed yang merupakan penjaga Pantai Air Manis, personel Polri, TNI, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Koordinasi yang cepat dan tepat antara berbagai elemen tim penyelamat menjadi kunci keberhasilan evakuasi korban.
Meskipun dalam kondisi lemah pasca terseret ombak, berdasarkan pemeriksaan awal, kondisi Angga tidak mengalami luka serius dan masih dalam kondisi sadar.
Sebagaimana dikerahui, Pantai Air Manis yang terletak di kaki Bukit Gado-Gado, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Padang, memang dikenal memiliki panorama indah dengan hamparan pasir putih dan air laut yang jernih.
Namun, seperti banyak pantai lainnya di pesisir barat Sumatera, pengunjung perlu tetap waspada terhadap kondisi ombak yang dapat berubah sewaktu-waktu.
Masyarakat diimbau untuk memperhatikan peringatan dan arahan dari petugas pantai, serta tidak berenang atau bermain air di area yang dinyatakan berbahaya.
Peningkatan jumlah personel keamanan dan pemasangan rambu-rambu peringatan di titik-titik rawan, kata Benny, menjadi bagian dari upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kita berharap pengunjung pantai selalu mematuhi aturan yang ada dan tidak mengabaikan peringatan petugas. Keselamatan adalah prioritas utama, kewaspadaan dan kesiapsiagaan, terutama di musim liburan ketika jumlah pengunjung meningkat signifikan perlu menjadi perhatian utama," tutur pria yang akrab disapa Pak Kobeng tersebut. (red)
















