Sumbardaily.com, Dharmasraya - Merespons situasi darurat akibat banjir yang melanda Kecamatan Timpeh, Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani mengeluarkan instruksi khusus kepada jajaran pemerintah daerah untuk melakukan penanganan segera.
Instruksi tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi darurat bersama jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya, Senin (19/02/2025).
Meski sedang mengikuti retreat pasca pelantikan Presiden Prabowo, Bupati Annisa tetap memantau situasi dan memberikan arahan strategis melalui video conference.
Wakil Bupati Leli Arni dan Sekretaris Daerah H Adlisman ditunjuk untuk memimpin langsung operasi tanggap darurat di lapangan.
"Prioritas utama adalah memastikan keselamatan warga dan penyaluran bantuan yang cepat dan tepat sasaran," tegas Bupati Annisa dalam arahannya.
Beliau juga menginstruksikan mobilisasi penuh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Sosial, dan instansi terkait untuk mengoptimalkan penanganan darurat.
Berdasarkan laporan terkini yang disampaikan Camat Timpeh, Rizky Rullien Putra, bersama Kepala Pelaksana BPBD Eldison, banjir yang disebabkan meluapnya Batang Timpeh telah berdampak signifikan terhadap lima nagari.
Data sementara menunjukkan distribusi korban terdampak di antaranya, Nagari Tabek 592 jiwa (174 KK), Nagari Panyubarangan 68 jiwa (17 KK).
Kemudian, Ranah Palabi 110 jiwa (80 KK), Nagari Timpeh 170 jiwa (44 KK) dan Taratak Tinggi sebanyak 63 jiwa (16 KK).
Merespons situasi tersebut, Wakil Bupati Leli Arni menegaskan komitmennya untuk mengimplementasikan arahan Bupati secara optimal.
"Kami akan segera berkoordinasi dengan seluruh tim tanggap darurat begitu tiba di lokasi. Keselamatan dan kesejahteraan warga menjadi prioritas absolut dalam penanganan ini," ujarnya.
Pemkab Dharmasraya telah mengambil langkah konkret dengan mendirikan dapur umum dan posko bencana di dua lokasi strategis: Nagari Tabek dan Nagari Panyubarangan.
Fasilitas ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak secara efektif dan berkelanjutan.
Hingga pukul 11.00 WIB, tim tanggap darurat terus melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan situasi.
Meskipun tidak ada korban jiwa yang dilaporkan, satu unit jembatan pertanian mengalami kerusakan akibat derasnya arus banjir.
BPBD Dharmasraya mengingatkan bahwa berdasarkan prakiraan BMKG, potensi hujan masih akan berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
"Kami meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk terus memantau situasi dan melaporkan perkembangan secara real-time," tambah Bupati Annisa.
Sistem pelaporan berkala ini penting untuk memastikan respons yang tepat dan cepat terhadap perubahan situasi di lapangan.
Pemerintah Kabupaten Dharmasraya juga telah mengaktifkan sistem komunikasi darurat untuk memastikan koordinasi yang efektif antara berbagai tim di lapangan.
Upaya ini mencakup pemantauan level air, distribusi logistik, dan koordinasi evakuasi jika diperlukan.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan darurat dapat menghubungi posko bencana yang telah didirikan.
Tim tanggap darurat akan terus bersiaga 24 jam untuk memastikan kebutuhan warga terdampak dapat terpenuhi dengan baik. (red)
















