Sumbardaily.com, Padang Panjang – Posko Tanggap Darurat Kota Padang Panjang merilis pembaruan data korban bencana banjir bandang dan longsor pada Rabu (3/12/2025) pukul 22.30 WIB.
Laporan terkini ini menggambarkan situasi kemanusiaan yang masih memerlukan perhatian serius, tidak hanya karena jumlah korban yang terus bertambah, tetapi juga karena proses identifikasi yang masih berlangsung terhadap dua korban tanpa identitas.
Total sedikitnya 32 korban telah ditemukan oleh tim gabungan sejak bencana hidrometeorologi melanda wilayah tersebut.
Dalam laporan resmi itu, korban terdiri dari 15 warga non–Padang Panjang, 17 warga Padang Panjang, serta dua korban berstatus Mr. X dan Mrs. X yang kini dirawat di RS Bhayangkara Padang.
Data lengkap tersebut menjadi dasar penanganan lanjutan pemerintah dalam memastikan seluruh identitas korban dapat dipastikan dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Korban Warga Non–Padang Panjang
Posko mencatat 15 korban berasal dari sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) dan luar provinsi. Mereka adalah:
- Agung Purnomo (35), Kota Bukittinggi
- Silvi Marta Putri (20), Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Robi Handaryo (42), TNI, Saruaso, Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar
- Rahayu Putri Anjani (21), Hilalang Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Angger Raja Prakarsa (25), Sei Durian, Lamposi, Kota Payakumbuh
- Gusrial (37), Perum Grand Kedoya, Tiakar, Kota Payakumbuh
- Satriadi (37), Koto Rawang, Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan
- Johansa (66), Koto Hilia, Batang Kapas, Kabupaten Pesisir Selatan
- Yoni Irizal (36), Sarasah, II Koto, Kabupaten Pasaman
- Riki Saputra (38), Singgalang, X Koto, Kabupaten Tanah Datar
- Nofi Hendri (39), Panyalaian, Kabupaten Tanah Datar (Garin Musala Jembatan Kembar)
- M. Rafi Bakri (20), Situjuh, Kabupaten Lima Puluh Kota
- Elvarida Susanti (43), Simpang Tiga, Bukit Raya, Kota Pekanbaru
- Yudi Gusnaldi (49), Subdenpom I/4–5 PP/Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman
- Joni Syahputra (31), Batang Kapas, Pesisir Selatan
Korban Warga Padang Panjang
Sebanyak 17 korban lainnya berasal dari RT 20 Silaing Bawah, kawasan yang terdampak paling parah. Daftar korban meliputi:
- Nilmawati (59)
- Maryulis (52)
- Junimar (52)
- Zainal (50)
- Fitri Ramayani (29)
- Hengki (40)
- Netti (37)
- Zeni S Marpaung (24), Subdenpom I/4–5 PP/Guguk Malintang
- Meri Andani (30)
- Dafi Hamdani (12)
- Dylan Alfarizqi (5)
- Darman (46)
- Yunefa (47)
- Ristika Salsabila (14)
- Zahara Hidayani (12)
- Yulia Fitria Ningsih (19)
- Anton Saputra (49)
- Rafa Saputra (12)
- Yesi Mulyani (45)
- Yusna (78)
- Idrus (84)
Meski berjumlah 21 nama, seluruh daftar ini tetap dimasukkan oleh posko dalam kategori korban warga Padang Panjang sebagaimana tercantum dalam dokumen resmi.
Korban Belum Teridentifikasi
Dua korban masih dalam proses identifikasi Mr. X, dirawat di RS Bhayangkara Padang, dan Mrs. X, dirawat di RS Bhayangkara Padang.
Pihak rumah sakit bekerja sama dengan keluarga dan pemerintah daerah untuk memastikan identitas keduanya dapat segera diketahui.
Progres Pembersihan Material Longsor di Jembatan Kembar
Di sisi lain, proses penanganan pascabencana juga menunjukkan perkembangan positif. Material longsor yang menutup kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang di Silaing Bawah berangsur-angsur berhasil dibersihkan.
Sejak hari pertama bencana, tim gabungan telah bekerja tanpa henti untuk menyingkirkan lumpur, batu, dan potongan kayu yang memenuhi badan jalan.
Pada Rabu (3/12/2025), dua unit water cannon dari Brimob dan Pemadam Kebakaran Kota Padang Panjang kembali dikerahkan untuk mempercepat proses pembersihan.
Penyemprotan dilakukan pada area yang masih dipenuhi lumpur tebal guna mempermudah pekerjaan alat berat dan petugas lapangan.
Personel TNI/Polri, Satpol PP dan Damkar, BPBD, BNPB, Basarnas, PMI, serta relawan juga terlibat aktif dalam pengangkatan material. Kapolres Padang Panjang, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, menyebutkan bahwa puluhan personel masih disiagakan setiap hari.
“Fokus kami adalah membuka akses jalan agar proses pemulihan infrastruktur yang terputus dapat segera dilakukan. Cuaca yang cerah beberapa hari terakhir sangat membantu kelancaran pekerjaan,” ujarnya.
Memasuki hari keenam, kondisi jalan di sekitar Jembatan Kembar mulai lebih bersih dan sudah dapat dilintasi alat berat untuk melanjutkan pembersihan menuju Mega Mendung, lokasi di mana jalan putus total terjadi akibat derasnya arus banjir bandang.
Petugas juga tetap berjaga untuk memantau kondisi lapangan sekaligus mengarahkan masyarakat agar tidak melewati jalur Jembatan Kembar karena akses menuju Mega Mendung belum bisa dibuka.
“Silakan gunakan jalur alternatif menuju Padang hingga akses ini benar-benar kembali aman. Kami akan terus memberi informasi perkembangan terbaru,” kata Kartyana. (red)















