3.110 Jemaah Haji Debarkasi Padang Tiba di Tanah Air, 13 Wafat di Tanah Suci

3.110 Jemaah Haji Debarkasi Padang Tiba di Tanah Air, 13 Wafat di Tanah Suci

Sebanyak 3.110 jemaah haji Debarkasi Padang telah kembali, 13 wafat di Tanah Suci. (Foto: Kemenag Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang – Sebanyak 3.110 jemaah haji dari Debarkasi Padang telah kembali ke Indonesia setelah menunaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci. Mereka tergabung dalam enam kelompok terbang (kloter), yang terdiri atas empat kloter asal Provinsi Bengkulu dan dua kloter asal Sumatera Barat (Sumbar).

Gelombang kepulangan jemaah haji ini ditandai dengan tibanya Kloter 06 di Asrama Haji Debarkasi Padang pada Sabtu malam (21/6/2025). Sebanyak 422 jemaah dalam kloter ini disambut oleh Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Lila Yanwar, didampingi Sekretaris Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang, M Rifki, serta perwakilan dari pemerintah daerah asal para jemaah.

M Rifki menjelaskan bahwa setelah empat kloter jemaah asal Bengkulu hanya singgah sementara di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kini PPIH kembali menyambut kedatangan jemaah secara penuh di Asrama Haji.

"Jemaah Bengkulu hanya transit selama empat jam di bandara dan langsung diberangkatkan ke Bengkulu. Baru kali ini PPIH kembali menyambut jemaah di asrama," ujar Rifki dikutip Senin (22/6/2025).

Rifki mengungkapkan, jemaah Kloter 06 terdiri dari 277 orang asal Kabupaten Tanah Datar, 127 orang dari Pesisir Selatan, 13 orang dari Kota Padang, serta empat petugas kloter dan dua Petugas Haji Daerah (PHD). Selain itu, dua jemaah yang semula tergabung dalam Kloter 01 ikut dalam kepulangan Kloter 06 karena sempat tertunda akibat sakit.

Namun, dari total 422 jemaah Kloter 06, tiga orang dilaporkan wafat selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi. "Saat berangkat, Kloter 01 berjumlah 423 orang. Kini, dua jemaah dari kloter itu ikut pulang bersama Kloter 06," jelas Rifki.

Hingga saat ini, total jemaah dari Debarkasi Padang yang dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci mencapai 13 orang. Sebanyak sembilan orang berasal dari Sumbar dan empat orang dari Bengkulu. Salah satu dari mereka bahkan wafat saat dalam penerbangan pulang ke Tanah Air.

Rifki menegaskan bahwa seluruh jemaah yang wafat sebelum masa Armuzna telah dibadalkan hajinya, sementara jenazah telah dimakamkan di Arab Saudi. Khusus untuk jemaah yang wafat di pesawat, pihak keluarga akan memperoleh asuransi dari maskapai penerbangan.

Setibanya di Asrama Haji, seluruh jemaah menjalani pemeriksaan suhu tubuh menggunakan alat pemindai thermal scanner. Pemeriksaan ini menjadi bagian dari langkah antisipatif untuk mendeteksi gejala penyakit yang mungkin muncul pasca-ibadah haji.

"Selama 21 hari ke depan, jemaah akan berada dalam masa pemantauan kesehatan. Jika ada gejala seperti demam, batuk, atau keluhan lainnya, mereka dianjurkan segera memeriksakan diri ke puskesmas terdekat," papar Rifki.

Ia juga mengingatkan keluarga dan panitia daerah agar mengatur pengambilan koper jemaah, baik koper kabin maupun koper bagasi, di daerah masing-masing. Serah terima jemaah dilakukan secara simbolis dari ketua kloter, Syafrijal Malin, kepada Kepala Dinas Kesehatan, dan selanjutnya diteruskan kepada panitia daerah. Setelah itu, jemaah langsung diberangkatkan ke kampung halaman menggunakan bus yang telah disiapkan. (red)

Baca Juga

Kepulangan Jemaah Haji Dimulai, Kloter 1 Debarkasi Padang Tiba di BIM pada 3 Juni 2026
Kepulangan Jemaah Haji Dimulai, Kloter 1 Debarkasi Padang Tiba di BIM pada 3 Juni 2026
Seorang mahasiswi korban dugaan peluru rekoset yang terjadi di kawasan Universitas Negeri Padang (UNP) menjalani perawatan medis di rumah sakit, sementara sejumlah pimpinan kampus memantau kondisi korban secara langsung.
Terungkap! Peluru Nyasar yang Lukai Mahasiswi UNP Diduga Berasal dari Latihan Tembak TNI
Dua pesawat Lockheed C-130 Hercules milik militer Amerika Serikat terbang di atas hamparan awan dalam ilustrasi aktivitas penerbangan militer.
Pesawat Militer AS Berputar di Langit Sumbar, Ternyata Mendarat Darurat di BIM karena Mesin Mati
Sidak Dua Pabrik Kelapa Sawit, Pemkab Pasaman Barat Tegaskan Larangan Turunkan Harga TBS Sepihak
Sidak Dua Pabrik Kelapa Sawit, Pemkab Pasaman Barat Tegaskan Larangan Turunkan Harga TBS Sepihak
Peluru Nyasar Diduga Sebabkan Dua Orang Terluka di Kawasan Rektorat UNP
Peluru Nyasar Diduga Sebabkan Dua Orang Terluka di Kawasan Rektorat UNP
Hari Lahir Pancasila dan Kebangkitan Nasional 2026, Pemkab Dharmasraya Teguhkan Semangat Kebangsaan
Hari Lahir Pancasila dan Kebangkitan Nasional 2026, Pemkab Dharmasraya Teguhkan Semangat Kebangsaan