Sumbardaily.com, Jakarta - Di tengah percepatan digital nasional, Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menandai usia ke-58 dengan menegaskan arah baru perusahaan, yakni menjadi AI TechCo yang berorientasi pada teknologi kecerdasan artifisial (AI) untuk masyarakat luas.
Momentum tersebut bukan sekadar perayaan ulang tahun, tetapi penanda transformasi strategis perusahaan dalam menghadirkan layanan digital yang lebih aman, personal, adaptif dan relevan bagi kebutuhan masa depan Indonesia.
Perayaan dengan tema “5triving 8eyond” mencerminkan upaya perusahaan untuk melampaui batas konvensional layanan telekomunikasi.
Presiden Direktur dan CEO IOH, Vikram Sinha, menyebut periode ini sebagai fase penting yang menggambarkan perjalanan panjang perusahaan sekaligus titik tolak menuju skala baru inovasi berbasis AI.
“Tahun ke-58 menjadi refleksi perjalanan panjang Indosat sekaligus momentum kami menatap masa depan. Ini adalah bukti bahwa Indosat terus melampaui batas sebagai AI TechCo melalui inovasi serta solusi berkolaborasi dengan berbagai pihak,” katanya, Kamis (20/10/2025).
Ia menegaskan bahwa setiap inovasi harus bermuara pada manfaat nyata bagi masyarakat dan mendukung transformasi digital Indonesia.
"Salah satu strategi utama IOH adalah kampanye “AI untuk Kita Semua” yang dirancang agar penerapan AI tidak hanya dinikmati segelintir pengguna, tetapi dapat diakses secara inklusif. Implementasi konkret kampanye ini adalah fitur Anti-Scam dan Anti-Spam berbasis AI," katanya.
Dalam tiga bulan penerapan, katanya, sistem tersebut telah memblokir lebih dari 200 juta panggilan berisiko, memberi peringatan terhadap lebih dari 90 juta pesan mencurigakan, serta memberikan perlindungan rutin kepada sekitar 11,5 juta pelanggan tiap bulan.
"Angka ini menunjukkan eskalasi risiko kejahatan digital sekaligus efektivitas penerapan AI dalam mitigasinya," kata pria berkebangsaan India tersebut.
Langkah memperluas penggunaan AI juga dilakukan pada jaringan. IOH baru-baru ini menghadirkan AI-RAN Research Center di Surabaya, sebuah pusat riset jaringan berbasis AI pertama di Asia, dikembangkan bersama Nokia dan NVIDIA.
Fasilitas ini memperkuat posisi Indonesia sebagai aktor penting dalam pengembangan teknologi jaringan cerdas sekaligus mendukung target pemerintah menuju kedaulatan digital dalam visi Indonesia Emas 2045.
Selain menghadirkan teknologi berbasis jaringan, IOH juga meluncurkan kembali Empowering Indonesia Report 2025 bertema “Building Bridges of Tomorrow”. Laporan tersebut menyoroti urgensi pembangunan AI yang berdaulat melalui kolaborasi lintas sektor.
"Fokusnya tidak hanya pada teknologi, tetapi juga pada infrastruktur digital, pengembangan talenta masa depan, hingga penerapan etika tata kelola AI," kata Vikram.
Dalam momen ulang tahun ini, IOH juga memberikan berbagai penawaran khusus untuk pengguna dari Tri, IM3, dan Indosat HiFi.
Pelanggan Tri dapat menikmati paket Happy 30GB seharga Rp50 ribu dengan perlindungan anti-spam berbasis AI. Pelanggan setia juga dapat menukar poin BonsTri di aplikasi bima+ untuk voucher belanja maupun gaming.
Untuk pengguna IM3 Platinum, IOH menyediakan paket add-on 25GB selama 7 hari seharga Rp25 ribu serta perlindungan tambahan SATSPAM berbasis AIvolusi5G tanpa biaya tambahan.
Sementara itu, pelanggan Indosat HiFi mendapatkan penawaran berlangganan 12 bulan cukup bayar delapan bulan, peningkatan kecepatan hingga dua kali lipat, serta promo Indosat HiFi Air dengan kuota awal 200GB.
Pada 20 November 2025, pelanggan yang membayar melalui WhatsApp resmi juga berpeluang menerima voucher belanja untuk 58 orang pertama.
Akses layanan pelanggan pun diperluas melalui call center, email, WhatsApp resmi, dan kanal digital termasuk Facebook Messenger dan X.
"Upaya berkesinambungan ini memperlihatkan bahwa transformasi IOH bukan sekadar pembaruan sistem atau produk, melainkan perubahan arah teknologi yang terstruktur. Dalam lanskap digital yang semakin kompleks, langkah ini menjadi indikator bahwa AI tidak lagi hanya elemen futuristik, melainkan fondasi penting untuk menciptakan pengalaman digital yang aman, inklusif, dan adaptif," tutur Vikram. (adl)
















