Sumbardaily.com – Dua personel Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Solok Kota diperiksa oleh Propam menyusul viralnya aksi rombongan Arteria Dahlan yang berhenti dan berfoto di tikungan Panorama I Sitinjau Lauik, Kota Padang.
Peristiwa tersebut memicu sorotan publik karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kedua anggota yang diperiksa adalah Briptu SAN dan Bripda SA. Keduanya diketahui bertugas dalam patroli dan pengawalan (patwal) rombongan tersebut saat kejadian berlangsung.
Kasat Lantas Polresta Solok Kota, Iptu Akbar Tanjung, membenarkan adanya pemeriksaan terhadap kedua personel tersebut. Ia menyebut langkah ini merupakan tindak lanjut atas insiden yang viral di media sosial.
“Tindak lanjut atas hal tersebut kami sudah laksanakan pemeriksaan terhadap personel. Sementara masih dimintai keterangan oleh Propam,” ujar Akbar saat dihubungi, Senin (13/4/2026).
Ia menambahkan, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, belum diketahui apakah kedua anggota tersebut akan dikenakan sanksi penempatan khusus (patsus).
“Menunggu hasil pemeriksaan kita. Namun yang jelas jika terbukti melakukan pelanggaran akan diberikan punishment terhadap pelanggaran tersebut,” tegasnya.
Insiden ini mencuat setelah sebuah video memperlihatkan rombongan kendaraan yang berada dalam pengawalan polisi berhenti tepat di badan jalan pada tikungan yang dikenal sebagai “tikungan viral Sitinjau Lauik”.
Dalam rekaman tersebut, sejumlah penumpang terlihat turun dari kendaraan untuk berfoto di lokasi yang dikenal memiliki medan jalan berbahaya.
Aksi tersebut berdampak langsung terhadap arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan besar, termasuk truk, terpaksa menghentikan laju dan mengantre untuk melintasi jalur sempit di tikungan tersebut.
Kondisi ini menuai kritik dari masyarakat karena dinilai mengganggu keselamatan dan kelancaran pengguna jalan lain. Sitinjau Lauik sendiri dikenal sebagai jalur ekstrem dengan tikungan tajam dan tanjakan curam yang membutuhkan konsentrasi tinggi bagi pengendara.
Salah satu akun media sosial yang mengunggah ulang kejadian tersebut menyampaikan kritik keras terhadap aksi rombongan tersebut. Akun Threads @joezenzie menyebut tindakan tersebut tidak masuk akal dan membahayakan.
“Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yang lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yang lain. Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula. Terpantau salah satunya dengan mobil dengan Nopol BA,” tulis akun tersebut. (*)
















