2 Kg Sabu Diselundupkan dalam Koper, BNN Tangkap Kurir di Bandara Minangkabau

2 Kg Sabu Diselundupkan dalam Koper, BNN Tangkap Kurir di Bandara Minangkabau

BNN Sumbar gagalkan penyelundupan 2 kg sabu di Bandara Internasional Minangkabau. Kurir ditangkap saat check-in, koordinatornya diciduk di Aceh. (Foto: BNN Sumbar)

Sumbardaily.com, Padang – Upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat dua kilogram berhasil digagalkan di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sumatera Barat (Sumbar). Pengungkapan ini merupakan hasil kerja sama antara Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar dengan Direktorat Intelijen BNN RI dalam sebuah operasi lintas provinsi yang menjerat dua pelaku, termasuk seorang koordinator kurir di Aceh.

Kepala BNN Sumbar, Brigjen Pol Riki Yanuarfi, menyampaikan bahwa pengungkapan ini berawal dari informasi intelijen yang diperoleh pada 14 Juli 2025. Informasi tersebut menyebut adanya pengiriman sabu dari Aceh menuju Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan transit penerbangan melalui Jakarta.

"Informasi itu sangat krusial. Kami langsung menindaklanjutinya dan menyusun strategi penangkapan bersama Bea Cukai serta petugas Avsec di BIM," kata Riki dalam konferensi pers, Jumat (18/7/2025).

Setelah menerima laporan, Tim Pemberantasan BNN Sumbar bergerak cepat. Target yang diketahui sebagai seorang "kurir terbang" sudah berada di wilayah Kabupaten Padang Pariaman dan tengah bersiap melanjutkan perjalanan udara dari BIM menuju Bandara Soekarno-Hatta, sebelum melanjutkan penerbangan ke Lombok.

Pada pagi hari, 15 Juli 2025, sekitar pukul 07.30 WIB, operasi gabungan digelar di area check-in keberangkatan BIM. Kurir berinisial AS (26), warga Aceh yang berprofesi sebagai pedagang, berhasil diamankan tanpa perlawanan. Dari tangan tersangka, petugas menyita empat paket besar sabu dengan total berat bruto dua kilogram.

Selain barang bukti narkotika, turut diamankan satu unit telepon seluler dan sebuah koper merek berwarna krem, yang digunakan untuk menyembunyikan paket sabu.

"Penangkapan ini bukan akhir. Kami terus melakukan pengembangan," kata Riki. Penelusuran Direktorat Intelijen BNN RI pun berlanjut ke Provinsi Aceh. Hasilnya, koordinator kurir berinisial I (22) berhasil ditangkap di wilayah Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Penyelidikan terus dilakukan guna menelusuri jaringan distribusi narkotika tersebut hingga ke hulu, termasuk mencari tahu asal sabu yang dibawa.

"BNN akan terus berkomitmen memutus rantai peredaran gelap narkotika. Ini bukan sekadar penangkapan, melainkan bagian dari upaya menyelamatkan generasi muda bangsa dari bahaya laten narkoba," tegas Riki.

Kasus ini sekaligus menunjukkan masih aktifnya jaringan peredaran narkoba lintas provinsi yang memanfaatkan jalur penerbangan sebagai moda transportasi. Keberhasilan BNN dan aparat terkait dalam mencegah peredaran sabu melalui BIM menjadi peringatan keras bagi jaringan pengedar lainnya bahwa pengawasan di titik-titik strategis akan terus diperketat. (dil)

Baca Juga

Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi
Anak di Bawah 16 Tahun Tak Bebas Lagi Akses Medsos, Ini Aturan Baru Komdigi
Mahyeldi Sebut Sumbar Butuh Rp21,4 Triliun untuk Percepatan Pascabencana
Mahyeldi Sebut Sumbar Butuh Rp21,4 Triliun untuk Percepatan Pascabencana
Perang AS–Iran dan Ujian Ketahanan Energi Indonesia: Momentum Transformasi Menuju 2030
Perang AS–Iran dan Ujian Ketahanan Energi Indonesia: Momentum Transformasi Menuju 2030
Penipuan Umrah di Tanah Datar Rugikan Jemaah Rp1 Miliar, 34 Korban Tergiur Harga Murah
Penipuan Umrah di Tanah Datar Rugikan Jemaah Rp1 Miliar, 34 Korban Tergiur Harga Murah
BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar
BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar
Selain Imran Nahumarury, Nama Indra Sjafri Muncul di Bursa Pelatih Semen Padang FC
Selain Imran Nahumarury, Nama Indra Sjafri Muncul di Bursa Pelatih Semen Padang FC