Sumbardaily.com - Kehadiran 105 anggota Bundo Kanduang Ikatan Keluarga Minang (IKM) Provinsi Bengkulu dan perantau di Kabupaten Tanah Datar tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Rombongan tersebut juga datang untuk melihat langsung kekayaan wisata adat dan budaya yang dimiliki daerah tersebut.
Rombongan IKM diterima Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly di Indojolito Batusangkar, Sabtu (12/9/2026). Dalam kunjungan itu, rombongan Bundo Kanduang IKM Provinsi Bengkulu dan perantau dijadwalkan mengunjungi alek anak nagari Pacu Jawi serta kesenian tradisional Alua Katentong.
Panitia Pelaksana, Husbul Wathon, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan Wakil Bupati Ahmad Fadly bersama jajaran. Ia mengaku tidak menyangka rombongan memperoleh sambutan dan jamuan secara langsung dari pemerintah daerah.
"Kami tidak menyangka sambutan akan seperti ini, Alhamdulillah dan terima kasih pak Wabup, semoga silaturahmi akan semakin baik ke depan," ujarnya.
Ketua Harian IKM Provinsi Bengkulu Alboy Nofebra mengatakan, kunjungan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni mempererat hubungan silaturahmi sekaligus melihat sejumlah destinasi wisata adat dan budaya di Tanah Datar.
Menurutnya, Pacu Jawi dan Alua Katentong menjadi dua agenda yang menarik perhatian rombongan. Alua Katentong sendiri merupakan kesenian tradisional khas Nagari Padang Laweh, Kecamatan Sungai Tarab.
"Kunjungan kami disamping untuk bersilaturahmi, juga untuk mengunjungi beberapa lokasi wisata adat dan budaya, seperti alek nagari Pacu Jawi dan kesenian tradisional khas dari Nagari Padang Laweh Kecamatan Sungai Tarab yakni Alue katentong," ujarnya.
Alboy mengatakan kedua potensi tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi para perantau. Mereka ingin menyaksikan secara langsung tradisi dan budaya yang selama ini menjadi bagian dari kekayaan Tanah Datar.
"Dikatakan Alboy lagi, kedua potensi wisata tersebut menjadi daya tarik bagi mereka untuk dikunjungi dan disaksikan secara langsung."
Selain menikmati atraksi budaya, rombongan juga membawa misi sosial. Alboy menyebut pihaknya telah melakukan komunikasi dan persiapan sehingga rombongan akan memperoleh sambutan di kedua lokasi yang dikunjungi.
"Alhamdulillah berkat komunikasi dan kerja keras ketua pelaksana, di kedua lokasi tersebut kami juga akan disambut dengan baik, dan Insya Allah kami juga membawa buah tangan berupa bantuan untuk masyarakat di dua lokasi tersebut," ujarnya.
Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly menyambut baik kedatangan para perantau tersebut. Ia menilai kunjungan IKM Provinsi Bengkulu menjadi kebanggaan karena para perantau dari berbagai wilayah di Sumatera Barat dapat datang langsung untuk mengenal potensi wisata daerah.
"Tentu menjadi kebanggaan bagi kami, IKM yang beranggotakan perantau dari berbagai wilayah di Sumbar mengunjungi kami di Tanah Datar untuk menyaksikan langsung potensi wisata di daerah kami," ujarnya.
Ahmad Fadly menjelaskan, Pacu Jawi dan Alua Katentong yang akan dikunjungi rombongan hanya sebagian kecil dari ratusan potensi wisata yang dimiliki Kabupaten Tanah Datar.
Ia kemudian memperkenalkan Nagari Tuo Pariangan sebagai salah satu lokasi yang juga memiliki kekayaan sejarah dan budaya. Menurutnya, berdasarkan tambo, nagari tersebut disebut sebagai asal-usul masyarakat Minangkabau.
"Kami juga memiliki Nagari Tuo Pariangan, yang menurut tambo merupakan asal usul masyarakat Minangkabau, dimana di Nagari tersebut banyak bukti sejarah yang bisa dikunjungi saat ini, seperti kuburan panjang Tantejo Gurhano yang merupakan arsitek rumah gadang pertama Minangkabau, potensi UMKM dan kulinernya juga, dan layak untuk di kunjungi," ungkapnya.
Selain mendorong kunjungan wisata, pemerintah daerah juga melihat perantau sebagai bagian penting dalam pembangunan Tanah Datar. Ahmad Fadly menyebut para perantau memiliki berbagai potensi yang dapat berkontribusi terhadap pembangunan kampung halaman.
Karena itu, ia mengajak para perantau IKM Provinsi Bengkulu untuk tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga mempertimbangkan peluang investasi di Tanah Datar. Pemerintah daerah, kata dia, siap memberikan fasilitasi.
"Karena itu di kesempatan ini Saya juga mengajak Bapak dan Ibu perantau menanamkan investasi di Tanah Datar, dan kami siap memfasilitasi," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Fadly juga menyampaikan apresiasi atas kepedulian perantau IKM Provinsi Bengkulu ketika bencana terjadi. Bantuan yang diberikan kepada masyarakat terdampak dinilai menjadi bagian dari kepedulian terhadap kampung halaman.
"Dalam momen ini, Saya juga menyampaikan terima kasih atas bantuan perantau di Provinsi Bengkulu yang telah memberikan bantuan kepada kami saat terjadi bencana, semoga apa yang dilakukan dibalas pahala oleh Allah SWT, dan semoga jalinan silaturahmi juga akan semakin baik ke depan," pungkasnya.
Kunjungan 105 perantau tersebut pun menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara masyarakat Minang di perantauan dengan Tanah Datar. Selain silaturahmi, agenda tersebut mempertemukan potensi wisata adat, budaya, kepedulian sosial, hingga peluang investasi di daerah. (*)
















