Sumbardaily.com, Padang Panjang – Setelah banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar), perhatian publik tertuju ke kawasan Jembatan Kembar Padang Panjang, salah satu titik paling parah terdampak bencana.
Pada Selasa (2/12/2025), konten kreator Willie Salim bersama Ustaz Derry Sulaiman datang langsung ke Padang Panjang untuk melihat kondisi terkini masyarakat yang terdampak musibah di lokasi tersebut. Kunjungan itu turut didampingi Wakil Wali Kota Padang Panjang, Allex Saputra.
Rombongan memulai peninjauan di kawasan Jembatan Kembar, lokasi yang dalam beberapa hari terakhir menjadi pusat perhatian karena kerusakan parah akibat derasnya arus banjir bandang.
Di tempat itu, Allex Saputra menjelaskan rangkaian kejadian banjir bandang yang mengakibatkan rumah hilang tersapu material lumpur dan batu. Ia menuturkan bagaimana derasnya air membawa material besar dari hulu hingga menghantam permukiman warga.
Menurut Allex, kedatangan figur publik seperti Ustaz Derry dan Willie Salim memberikan energi positif bagi masyarakat yang masih dalam suasana berduka. “Perhatian dan dukungan dari mereka sangat berarti bagi warga kami,” ujarnya.
Pesan Ustaz Derry: Tetap Tabah dan Ambil Hikmah dari Musibah
Dalam pertemuan itu, Ustaz Derry Sulaiman menyampaikan penguatan bagi warga Padang Panjang. Ia menekankan bahwa setiap bencana menyimpan pelajaran dan hikmah. Ia juga menilai masyarakat Padang Panjang, yang dikenal sebagai kota religius dan pusat pendidikan agama, memiliki keteguhan untuk menghadapi ujian ini.
“Setiap musibah ada hikmahnya. Mereka yang meninggal insyaallah syahid. Ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Semoga ke depan kota ini semakin dilindungi Allah dan semakin maju,” tuturnya.
Pesan tersebut ia sampaikan di tengah puing-puing bangunan yang masih terlihat jelas di sekitar lokasi bencana. Kehadirannya menarik perhatian warga, termasuk para relawan yang tengah bekerja di lapangan.
Willie Salim Ajak Pengikutnya Berdonasi
Willie Salim, yang dikenal aktif melakukan penggalangan bantuan melalui media sosial, menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga korban. Saat melakukan siaran langsung dari lokasi bencana, ia menunjukkan kondisi daerah yang sebelumnya merupakan permukiman padat.
“Jangan menutup mata. Tempat kami berdiri ini sebelumnya rumah warga, sekarang hanyut tanpa sisa. Semua gift yang masuk akan disalurkan sepenuhnya untuk korban bencana,” kata Willie.
Dengan jumlah pengikut yang mencapai jutaan di TikTok dan Instagram, Willie mengarahkan perhatian publik untuk membantu warga Padang Panjang. Ia memastikan seluruh donasi yang masuk akan digunakan untuk kepentingan korban secara tepat sasaran.
Willie juga menyatakan komitmennya untuk membantu membangun kembali beberapa rumah yang hilang akibat banjir bandang dan longsor. Ia turut membagikan tautan donasi serta memastikan transparansi dalam penyaluran dana bantuan.
“Saya yakin banyak orang yang punya nurani. Mari salurkan bantuan selagi mampu,” ucapnya.
Kunjungan ke Posko Utama dan Lokasi Pengungsian
Usai meninjau Jembatan Kembar, Willie dan rombongan mendatangi Posko Utama serta menyerahkan bantuan langsung ke lokasi pengungsian di Kantor Lurah Silaing Bawah. Selain itu, Willie juga sempat berbicara melalui telepon dengan Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, untuk menyampaikan empati dan dukungannya kepada pemerintah daerah.
Kunjungan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari warga yang melihat langsung proses penyaluran bantuan.
Update Temuan Korban: 33 Warga Ditemukan
Sehari sebelum kunjungan Willie dan Ustaz Derry, Posko Tanggap Darurat Kota Padang Panjang merilis pembaruan data penemuan korban pada Minggu (1/12/2025) pukul 22.45 WIB. Dari laporan tersebut, tercatat 33 korban yang ditemukan tim pencarian—terdiri dari 21 warga Padang Panjang dan 12 warga dari berbagai daerah lain.
Daftar Korban Warga Padang Panjang
Seluruh korban berasal dari wilayah Silaing Bawah, mayoritas dari RT 20 Silaing Bawah, yang menjadi kawasan paling terdampak. Berikut identitasnya:
- Nilmaweni (59)
- Maryulis (52)
- Junimar (52)
- Zainal (50)
- Fitri Ramayani (29)
- Hengki (40)
- Netti (37)
- Zeni S. Marpaung (24), Subdenpom II/4–5 PP/Guguk Malintang
- Meri Andani (30)
- Dafi Hamdani (12)
- Dylan Alfarizqi (5)
- Darman (46)
- Yunefa (47)
- Ristika Salsabila (14)
- Zahara Hidayani (12)
- Yulia Fitria Ningsih (19)
- Anton Saputra (49)
- Rafa Saputra (12)
- Yesi Mulyani (45)
- Yusna (78)
- Idrus (84)
Korban dari Luar Padang Panjang
Selain warga setempat, korban juga berasal dari Bukittinggi, Solok, Payakumbuh, Tanah Datar, Pesisir Selatan, Pasaman, Limapuluh Kota, hingga Pekanbaru. Berikut daftarnya:
- Agung Purnomo (35), Kota Bukittinggi
- Silvi Marta Putri (20), Lolo Pantai Cermin, Kabupaten Solok
- Robi Handaryo (42), TNI, Saruaso, Kabupaten Tanah Datar
- Rahayu Putri Anjani (21), Kabupaten Solok
- Angger Raja Prakarsa (25), Lamposi, Kota Payakumbuh
- Gusrial (37), Tiakar, Kota Payakumbuh
- Satriadi (37), Kabupaten Pesisir Selatan
- Johansa (66), Kabupaten Pesisir Selatan
- Yoni Irizal (36), Kabupaten Pasaman
- Riki Saputra (38), Kabupaten Tanah Datar
- Nofi Hendri (39), Kabupaten Tanah Datar
- M. Rafi Bakri (20), Kabupaten Limapuluh Kota
- Elvarida Susanti (43), Kota Pekanbaru
- Yudi Gusnaldi (49), TNI, Kabupaten Pasaman
Penyisiran Masih Berlanjut
Hingga laporan tersebut dirilis, tim gabungan dari berbagai instansi masih terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang sulit dijangkau. Cuaca yang berubah cepat membuat proses pencarian harus dilakukan dengan kewaspadaan tinggi. (red)
















