Sumbardaily.com, Jakarta – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk memperluas akses layanan konsumer syariah dengan menghadirkan fitur Solusi Emas Hijrah dalam aplikasi perbankan digital, Muamalat DIN. Inisiatif ini dirancang untuk mempermudah nasabah dalam mengakses pembiayaan produk emas bersertifikat dengan sistem syariah yang transparan dan terjangkau.
Direktur Utama Bank Muamalat, Imam Teguh Saptono, menjelaskan bahwa peluncuran Solusi Emas Hijrah merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat penetrasi di segmen pembiayaan konsumer syariah. Dengan kehadiran fitur ini di Muamalat DIN, nasabah dapat mengajukan pembiayaan emas tanpa harus datang ke kantor cabang.
"Pengajuan pembiayaan kini cukup dilakukan melalui Muamalat DIN. Insya Allah, hal ini akan mendukung pertumbuhan bisnis konsumer Bank Muamalat secara signifikan," ujar Imam dalam keterangannya, Rabu (11/6/2025).
Imam menambahkan bahwa saat ini aplikasi Muamalat DIN telah digunakan oleh lebih dari 500 ribu pengguna. Dengan penambahan fitur Solusi Emas Hijrah, diharapkan jumlah tersebut akan terus bertambah seiring peningkatan layanan digital yang ditawarkan.
Melalui Solusi Emas Hijrah, nasabah dapat membeli emas bersertifikat dari PT Antam Tbk menggunakan akad murabahah. Dalam akad ini, harga emas disepakati di awal dan tidak berubah hingga masa angsuran selesai. Fisik emas juga dijamin keamanannya karena disimpan di bank serta dilindungi oleh asuransi.
Kinerja produk ini pun menunjukkan pertumbuhan yang positif. Bank Muamalat mencatat bahwa pada kuartal pertama 2025, outstanding pembiayaan Solusi Emas Hijrah mencapai Rp140,7 miliar. Angka tersebut melonjak drastis dibandingkan kuartal pertama 2024 yang hanya mencatatkan Rp7,2 miliar.
Dukungan Filantropi Lewat BMM
Peluncuran fitur baru ini juga diiringi dengan kegiatan silaturahmi bersama nasabah prioritas dalam acara "Muamalat Prioritas Movie Experience: Hayya 3 Gaza" di Jakarta. Film ini dipilih sebagai medium untuk meningkatkan empati dan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global, khususnya di Palestina.
Dalam kesempatan itu, Baitulmaal Muamalat (BMM)—lembaga amil zakat nasional dan nazir wakaf yang merupakan bagian dari ekosistem Bank Muamalat—mengajak para nasabah prioritas untuk berpartisipasi dalam penggalangan donasi kemanusiaan untuk Palestina.
Menurut Imam, kegiatan filantropi seperti zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ziswaf) merupakan bagian penting dari perbankan syariah. "Ekonomi syariah adalah sistem yang terintegrasi antara sektor riil, keuangan, dan sosial. Karena itu, ziswaf harus menjadi pilar utama," ujarnya.
Imam menekankan bahwa inisiatif pembiayaan emas syariah dan kegiatan sosial melalui BMM sejalan dengan visi baru Bank Muamalat, yaitu Menjadi Jalan Hijrah Menuju Berkah. Visi ini merepresentasikan komitmen Bank Muamalat untuk menjadi mitra utama dalam perjalanan hijrah keuangan umat melalui layanan yang inklusif, berbasis nilai-nilai syariah, dan berkelanjutan.
Dengan peluncuran Solusi Emas Hijrah dan partisipasi aktif dalam program kemanusiaan, Bank Muamalat menunjukkan konsistensi dalam memperluas ekosistem bisnis syariah yang tidak hanya fokus pada aspek ekonomi, tetapi juga spiritual dan sosial. (red)
















