Sumbardaily.com – Semen Padang FC menghadapi laga krusial saat menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Senin (20/4/2026) pukul 15.30 WIB.
Duel ini menjadi momentum penting bagi Kabau Sirah untuk menjaga peluang keluar dari zona degradasi.
Menghadapi pertandingan kandang, Semen Padang FC membawa motivasi tinggi untuk kembali meraih hasil positif seperti yang mereka dapatkan pada putaran pertama.
Saat itu, Kabau Sirah sukses mencuri kemenangan 2-1 atas Persijap Jepara di Stadion Gelora Bumi Kartini, melalui gol yang dicetak Pedro Matos dan Armando Oropa.
Namun, kondisi klasemen saat ini membuat laga menjadi semakin krusial. Tim asuhan Imran Nahumarury masih terjebak di zona merah, tepatnya di posisi ke-17 dengan koleksi 20 poin.
Sementara itu, Persijap Jepara berada di peringkat ke-15 dengan 25 poin, hanya terpaut satu angka dari Persis Solo di posisi ke-16 yang mengoleksi 24 poin.
Pelatih Semen Padang FC, Imran Nahumarury, menegaskan bahwa bermain di kandang sendiri harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meraih kemenangan.
“Kalau bicara tentang home dan away, tentu adalah pertandingan yang berbeda. Sekarang kita main di kandang, tidak ada pilihan, misi kita masih sama, tim akan terus berjuang sampai akhir. Tidak ada yang tidak bisa, jadi kita harus berbuat,” ujar Imran dalam konferensi pers jelang pertandingan, Minggu (19/4/2026).
Meski demikian, Semen Padang FC harus menghadapi tantangan dengan absennya sejumlah pemain penting. Imran mengonfirmasi bahwa Alhassan Wakaso, Samuel Simanjuntak, dan Irsyad Maulana tidak dapat tampil karena masih dalam kondisi cedera.
Kondisi tersebut membuat tim pelatih harus menyiapkan sejumlah opsi strategi untuk menjaga keseimbangan permainan. Imran, yang mengantongi lisensi AFC Pro, mengaku telah merancang alternatif taktik guna menghadapi kekuatan Persijap.
Selain persoalan teknis, situasi di luar lapangan juga menjadi perhatian, termasuk adanya kabar boikot dari salah satu elemen suporter. Namun, Imran memilih menyikapinya secara positif dan menganggap hal tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap tim.
“Kita harus berpikir positif karena ini bagian dari kecintaan mereka ke tim. Tapi kita harus tetap berlari. Kalau mereka ada, tentu akan jadi semangat kami. Mereka juga pasti tetap mendoakan kami untuk tetap bertahan di kasta tertinggi,” ujarnya.
Terkait kemenangan pada pertemuan pertama, Imran menilai hasil tersebut tidak bisa dijadikan jaminan untuk laga kali ini. Meski begitu, ia menegaskan bahwa hasil positif tersebut akan menjadi tambahan motivasi bagi para pemain.
“Kemenangan itu bukan jaminan, tapi tentu menjadi motivasi untuk kembali mengulangi hasil yang sama,” pungkasnya.
Dengan tekanan untuk meraih poin penuh dan kondisi tim yang belum sepenuhnya ideal, laga antara Semen Padang FC dan Persijap Jepara diprediksi berlangsung ketat.
Kabau Sirah diharapkan mampu memanfaatkan laga kandang ini untuk menjaga asa bertahan di BRI Super League 2025/2026. (*)
















