Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Padang Resmi Ditutup, Ribuan Siswa jadi Motor Gerakan Smart Surau

Pesantren Ramadan 1447 Hijriah di Padang Resmi Ditutup, Ribuan Siswa jadi Motor Gerakan Smart Surau

Wali Kota Padang, Fadly Amran dan Imam Besar Masjid Al Munawwarah Siteba, Buya Masoed Abidin. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com, Padang - Pelaksanaan Pesantren Ramadan di Kota Padang tahun 1447 Hijriah resmi berakhir pada Minggu (15/3/2026). Kegiatan yang menjadi bagian dari pembinaan generasi muda tersebut tidak hanya menitikberatkan pada penguatan pemahaman agama, tetapi juga menyiapkan kader pemimpin remaja masjid melalui program Smart Surau.

Penutupan kegiatan Pesantren Ramadan dilakukan di dua lokasi berbeda. Wali Kota Padang, Fadly Amran menutup kegiatan di Masjid Raya Al-Munawwarah, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, sementara Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir menutup Pesantren Ramadan khusus tingkat SMP/MTs di Masjid Agung Nurul Iman.

Pada kegiatan di Masjid Raya Al-Munawwarah, Wali Kota Padang menyerahkan santunan kepada anak yatim serta menyaksikan pengukuhan Generasi Muda Masjid Raya Al-Munawwarah (Gemara) periode 2026-2029. Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Masjid Raya Al-Munawwarah, Buya Masoed Abidin.

Selain itu, sebanyak 30 anak yatim yang tinggal di sekitar lingkungan masjid menerima santunan. Masing-masing anak menerima bantuan sebesar Rp1 juta.

Ketua Bidang Dakwah sekaligus Ketua Pesantren Ramadan Masjid Raya Al-Munawwarah, Amora Lubis, mengatakan santunan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap anak-anak yatim di sekitar masjid.

“Atas nama pengurus dan jamaah kami juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Padang yang dalam kesempatan ini memberikan 30 paket sembako kepada anak-anak yatim penerima santunan. Semoga perhatian ini membawa keberkahan bagi kita semua,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran menegaskan bahwa pembangunan generasi muda tidak cukup hanya menekankan aspek fisik, tetapi juga membutuhkan pembinaan spiritual yang kuat.

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menghadirkan berbagai program pembinaan berbasis masjid melalui program Smart Surau untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

“Salah satu aktivasi dalam program Smart Surau adalah gerakan Subuh Mubarakah, yang mendorong siswa melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid dan musala. Alhamdulillah, rata-rata 30 ribu hingga 60 ribu siswa tercatat mengikuti kegiatan ini setiap hari, dengan persentase 60 hingga 90 persen dari target yang kita harapkan,” katanya.

Program tersebut diharapkan dapat membentuk kebiasaan positif bagi para pelajar serta memperkuat keterikatan generasi muda dengan masjid sebagai pusat aktivitas keagamaan.

Selain gerakan Subuh Mubarakah, Pemerintah Kota Padang juga menggagas program Remaja Masjid Reborn. Program ini bertujuan mendorong remaja masjid untuk menyusun berbagai kegiatan kreatif dan produktif di lingkungan masjid dan musala.

Untuk tahap awal, pemerintah daerah telah menyiapkan dukungan anggaran guna mendukung aktivitas kepemudaan tersebut.

“Untuk tahap awal, kami menyiapkan anggaran sekitar Rp100 juta untuk mendukung kegiatan kreatif dari remaja masjid ini. Kami berharap melalui kegiatan ini masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pembelajaran, pusat pembinaan generasi muda, serta ruang sosial masyarakat,” ujar Fadly Amran.

Sementara itu, penutupan Pesantren Ramadan khusus tingkat SMP/MTs se-Kota Padang dilakukan oleh Wawako Padang, Maigus Nasir di Masjid Agung Nurul Iman.

Pesantren Ramadan khusus tersebut mengusung tema “Pesantren Ramadan Berbasis Smart Surau untuk Padang Juara”. Kegiatan berlangsung sejak 23 Februari hingga 15 Maret 2026.

Sebanyak 66 siswa terpilih dari sembilan sekolah di Kota Padang mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari enam SMP dan tiga MTs yang dipilih untuk mengikuti pembinaan secara khusus.

Selama mengikuti program tersebut, para peserta tidak hanya dibekali dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga pelatihan kepemimpinan yang bertujuan mempersiapkan mereka sebagai penggerak aktivitas masjid di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Dalam sambutannya, Maigus Nasir memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan program tersebut yang dinilai mampu menjadi wadah pembinaan karakter sekaligus kaderisasi kepemimpinan bagi generasi muda Kota Padang.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemko Padang dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Kota Padang dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid.

“Program ini menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam menyiapkan generasi muda sebagai pelopor gerakan remaja masjid. Alhamdulillah terlaksana secara baik dari awal hingga akhir,” katanya.

Ia juga menjelaskan bahwa kurikulum yang diterapkan dalam pesantren Ramadan khusus tersebut tidak hanya berfokus pada pembelajaran agama semata, tetapi juga mencakup pembinaan kepemimpinan dan penguatan peran sosial generasi muda di tengah masyarakat.

“Program pesantren Ramadan khusus ini dipersiapkan untuk melahirkan pelopor Remaja Masjid Reborn. Mereka nantinya akan kembali ke masjid di lingkungan masing-masing dan sekaligus menjadi pelopor gerakan Smart Surau di Kota Padang,” jelasnya.

Lebih jauh, Maigus mengaku bersyukur melihat keterlibatan alumni Pesantren Ramadan yang mulai aktif menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan dan kepemudaan di sejumlah masjid.

"Alhamdulillah, mereka mampu menunjukkan kapasitasnya dengan menyelenggarakan semarak Ramadan, dan juga pelaksanaan Remaja Masjid Agung Nurul Iman Festival 2026 kali ini," pungkas Maigus Nasir. (red)

Baca Juga

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera di Kota Batam.
Dapat Penghargaan dari Kemendagri, Pemko Padang Incar Piala Adipura dan Kota Terbersih Nasional
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengikuti pendataan susulan warga terdampak banjir di Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang.
Data Korban Banjir Padang Belum Lengkap, Pemko Siapkan Pendataan Ulang untuk Bantuan Susulan
Delegasi Korea Selatan dan KEITI meninjau potensi gas metan pada sel sampah tidak aktif di TPA Aie Dingin Padang.
Ada Harta Karun di Balik Tumpukan Sampah TPA Aie Dingin Padang, Gas Metan Dibidik jadi Listrik
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR
Dua Tahun Ditinjau, TPA Aie Dingin Kini Dibidik untuk Kolaborasi dengan Teknologi Korea Selatan
Dua Tahun Ditinjau, TPA Aie Dingin Kini Dibidik untuk Kolaborasi dengan Teknologi Korea Selatan