Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus memperkuat persiapan menghadapi Penilaian Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tahun 2026. Salah satu fokus utama yang kini dikebut adalah pemenuhan sembilan tatanan penilaian Kota Sehat yang menjadi indikator penting dalam menentukan keberhasilan sebuah daerah mewujudkan lingkungan yang aman, nyaman, bersih, dan sehat bagi masyarakat.
Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Lintas Sektor Penyelenggaraan KKS yang berlangsung di Ruang Rapat Bappeda Kota Padang, Kamis (11/6/2026). Pertemuan tersebut melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi pengampu program Kota Sehat di Kota Padang.
Rapat koordinasi itu menjadi momentum penting bagi pemerintah daerah untuk menyamakan persepsi sekaligus mempercepat langkah dalam memenuhi berbagai indikator yang menjadi syarat penilaian. Setiap OPD diminta memastikan program dan dokumen pendukung yang dibutuhkan dapat diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, dr Srikurnia Yati, mengatakan koordinasi lintas sektor menjadi kunci dalam memastikan seluruh aspek penilaian Kota Sehat dapat terpenuhi dengan baik. Menurutnya, masih terdapat sejumlah tindak lanjut yang harus segera dilakukan oleh masing-masing perangkat daerah.
“Alhamdulillah, kita sudah selesai melaksanakan pertemuan koordinasi dengan seluruh OPD terkait. Banyak hal yang memang harus kita tindak lanjuti bersama terkait dengan sembilan tatanan penilaian,” ujar Srikurnia Yati usai mengikuti rapat, dikutip Sabtu (13/6/2026).
Dalam pembahasan yang berlangsung, sejumlah sektor menjadi perhatian utama karena berkaitan langsung dengan indikator penilaian. Salah satunya adalah sektor pendidikan yang didorong untuk mempercepat pemenuhan ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) pada seluruh jenjang pendidikan.
Selain itu, percepatan realisasi program Sekolah Ramah Anak juga menjadi bagian penting yang harus diwujudkan. Program tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
Tidak hanya sektor pendidikan, perhatian juga diarahkan pada penguatan infrastruktur dan fasilitas publik yang mendukung kenyamanan masyarakat. Dalam hal ini, pemerintah menekankan pentingnya penyediaan trotoar yang ramah bagi penyandang disabilitas agar aksesibilitas ruang publik dapat dirasakan secara merata oleh seluruh warga.
Di sisi lain, optimalisasi pelaksanaan Car Free Day di Kota Padang juga menjadi salah satu indikator yang terus didorong. Program tersebut dipandang sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan perkotaan yang lebih sehat sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas yang mendukung kesehatan.
Sementara itu, sektor permukiman yang berada di bawah tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) turut menjadi perhatian dalam persiapan penilaian KKS 2026. Pemko Padang berkomitmen untuk menghadirkan kawasan permukiman yang sehat, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Menurut Srikurnia Yati, keberhasilan mewujudkan Kota Sehat tidak dapat dicapai hanya oleh satu instansi atau satu sektor saja. Dibutuhkan keterlibatan seluruh OPD yang saling terhubung dan bekerja secara terkoordinasi untuk mencapai tujuan bersama.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa peran masyarakat juga menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses tersebut. Kesadaran warga untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan lingkungan yang mendukung status Kota Sehat.
“Ini tidak bisa dilaksanakan oleh satu OPD saja, perlu kolaborasi. Selain itu, pemahaman masyarakat tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) juga sangat penting untuk mewujudkan Kota Padang sebagai Kota Sehat, sesuai dengan misi Wali Kota kita,” katanya.
Melihat perkembangan yang telah dicapai hingga saat ini, Dinas Kesehatan Kota Padang menaruh optimisme besar terhadap peluang Kota Padang dalam ajang penilaian KKS Tahun 2026. Bahkan, peluang untuk meraih penghargaan tertinggi, yakni Swasti Saba Wistara, dinilai semakin terbuka.
Optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah faktor pendukung, mulai dari komitmen kuat Wali Kota Padang Fadly Amran dalam mendukung program Kota Sehat hingga keseriusan seluruh kepala OPD dalam memenuhi indikator penilaian yang menjadi tanggung jawab masing-masing.
Selain itu, Forum Kota Sehat Kota Padang juga disebut aktif bergerak hingga ke tingkat kecamatan, kelurahan, bahkan sampai lingkungan RT dan RW. Keterlibatan berbagai unsur tersebut menjadi modal penting dalam memperkuat implementasi program Kota Sehat di lapangan.
Dengan waktu persiapan yang masih tersedia, Pemko Padang terus mendorong seluruh elemen untuk bergerak bersama. Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan mampu mempercepat pemenuhan seluruh indikator yang dibutuhkan sekaligus mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih, aman, nyaman, dan sehat untuk dihuni.
Upaya pematangan sembilan tatanan penilaian Kota Sehat pun menjadi langkah strategis yang kini terus dipacu agar Kota Padang mampu tampil optimal dalam Penilaian Kabupaten/Kota Sehat Tahun 2026 dan meraih hasil terbaik. (*)















