Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) kembali melakukan penataan struktur birokrasi melalui pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 119 pejabat administrator dan pengawas.
Pelantikan tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumbar Arry Yuswandi dan berlangsung di Auditorium Gubernuran, Rabu (24/12/2025).
Pelantikan ini menjadi bagian dari langkah strategis Pemprov Sumbar dalam memperkuat kinerja aparatur sipil negara (ASN) sekaligus memastikan roda pemerintahan berjalan lebih efektif, adaptif, dan profesional.
Dari total pejabat yang dilantik, 51 orang dikukuhkan kembali pada jabatan yang sama, seiring adanya perubahan tipe Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar dari tipe B menjadi tipe A.
Sementara itu, 68 pejabat lainnya dilantik melalui mekanisme promosi dan rotasi guna mengisi kekosongan jabatan dan memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah (OPD).
Arry Yuswandi menjelaskan, pelantikan tersebut tidak semata-mata bersifat seremonial, melainkan merupakan bagian dari upaya pembenahan organisasi agar lebih responsif terhadap kebutuhan pelayanan publik.
Penataan ini, menurutnya, penting dilakukan untuk memastikan setiap unit kerja mampu bergerak lebih efisien dan selaras dengan tuntutan pembangunan daerah.
“Pelantikan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan organisasi. Kita ingin memastikan birokrasi bekerja lebih efisien, efektif, dan profesional. Dari 119 pejabat yang dilantik, 68 merupakan hasil promosi dan rotasi, sementara 51 lainnya merupakan pengukuhan akibat perubahan tipe instansi,” ujar Arry Yuswandi.
Dalam arahannya, ia menyampaikan tiga penekanan utama yang harus menjadi pegangan para pejabat administrator dan pengawas yang baru dilantik. Pertama, seluruh pejabat diminta berperan aktif dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Kedua, para pejabat dituntut mampu bekerja secara cepat, adaptif, dan inovatif untuk meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat. Ketiga, setiap pejabat diingatkan agar tidak hanya berfokus pada proses administratif, tetapi juga pada hasil kerja serta dampak nyata yang dirasakan masyarakat.
Arry menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah besar yang tidak semua orang dapatkan. Oleh karena itu, kepercayaan tersebut harus dijawab dengan kinerja terbaik dan penuh tanggung jawab.
“Bapak dan Ibu adalah orang-orang yang dipercaya untuk mengemban amanah ini. Banyak yang berkeinginan berada di posisi tersebut, namun yang terpilih adalah Bapak dan Ibu. Jawablah kepercayaan ini dengan kinerja terbaik dan penuh tanggung jawab,” tegasnya.
Selain itu, Arry Yuswandi juga mengajak seluruh ASN di lingkungan Pemprov Sumbar untuk terus menjunjung tinggi profesionalisme serta menjadikan Core Values ASN BerAKHLAK sebagai nilai dasar dalam bekerja dan melayani masyarakat.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga integritas, mematuhi aturan, serta menghindari segala bentuk pelanggaran hukum maupun norma.
“Hati-hati dalam menjalankan amanah. Jaga integritas, hindari perbuatan yang bertentangan dengan hukum dan norma, teruslah belajar, dan segeralah beradaptasi dengan lingkungan kerja yang baru,” katanya.
Lebih lanjut, ia Sumbar mengungkapkan bahwa mulai tahun 2026, pengembangan karier ASN di lingkungan Pemprov Sumbar akan dilakukan secara lebih objektif dan transparan melalui penerapan manajemen talenta.
Melalui sistem ini, proses pengembangan karier tidak lagi bergantung pada usulan semata, melainkan berbasis pada kinerja, kompetensi, dan potensi masing-masing ASN.
“Ke depan, pengembangan karier ASN akan berjalan secara otomatis melalui sistem manajemen talenta. Tidak lagi bergantung pada usulan, tetapi sudah berbasis kinerja, kompetensi, dan potensi,” tutup Arry Yuswandi. (red)
















