Sumbardaily.com, Padang Panjang – Upaya pencarian panjang terhadap tiga prajurit TNI yang hilang saat evakuasi bencana di Padang Panjang, Sumatera Barat (Sumbar) akhirnya mencapai titik akhir.
Pelda Yudi Gusnaldi, anggota Subdenpom XX/E Padang Panjang, ditemukan telah meninggal dunia di kawasan Mega Mendung, Jorong Air Mancur, Nagari Singgalang, Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar, Senin (1/12/2025) sore.
Temuan ini melengkapi daftar korban dari unsur TNI yang gugur saat menjalankan tugas kemanusiaan di Sumatera Barat. Sebelumnya, dua anggota TNI lainnya—Serda Roby Babinsa Kodim Tanah Datar dan Prada Zeni Marpaung dari Subdenpom XX/5 Padang Panjang—lebih dulu ditemukan dalam kondisi serupa.
Ketiganya tercatat hilang saat bertugas mengevakuasi warga terdampak banjir dan longsor di sekitar Jembatan Kembar Padang Panjang, salah satu titik terdampak paling parah pada bencana tersebut.
Sejak hilangnya tiga prajurit itu, operasi pencarian berlangsung intensif selama beberapa hari. Tim gabungan dari TNI, Basarnas, BPBD, Polri, hingga relawan melakukan penyisiran manual, mengerahkan alat berat, dan mengevaluasi sejumlah titik rawan yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban.
Upaya tersebut akhirnya menunjukkan hasil ketika tim menemukan sesosok jenazah pada Senin petang. Tim DVI Padang Panjang kemudian melakukan identifikasi dan memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Pelda Yudi Gusnaldi, setelah mencocokkan ciri fisik dan data pendukung yang ada.
Proses pemulasaran dilakukan sesaat setelah identitasnya diumumkan. Jenazah almarhum selanjutnya dibawa ke RST dr. Rekso Diwiryo untuk disemayamkan sebelum diberangkatkan ke kampung halamannya di Dusun Sawo III, Desa Sei Suka, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, untuk dimakamkan.
Kapendam XX/Tuanku Imam Bonjol (TIB) Letkol Kav Taufiq M menyampaikan duka mendalam atas gugurnya prajurit tersebut. Menurutnya, Pelda Yudi adalah sosok yang menunjukkan keberanian serta dedikasi tinggi dalam menjalankan tugas kemanusiaan.
“Pelda Yudi Gusnaldi adalah prajurit sejati. Semangat, keberanian, dan pengabdiannya akan selalu menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi seluruh prajurit,” ujar Kapendam dalam pernyataan resmi, dikutip Selasa (2/12/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR dan relawan yang bekerja tanpa henti hingga jenazah almarhum berhasil ditemukan.
Pencarian ini sekaligus menegaskan risiko besar yang dihadapi para petugas saat menangani bencana di Sumbar, terutama ketika banjir dan longsor melanda wilayah Padang Panjang dan sekitarnya.
Gugurnya ketiga prajurit ini menjadi pengingat bahwa operasi kemanusiaan kerap membawa konsekuensi berat bagi para anggota yang berada di garis depan. (red)
















