Padang Panjang Gelap Satu Jam, Dukung Earth Hour dan Aksi Hemat Energi

Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang menunjukkan komitmen terhadap isu lingkungan global dengan ambil bagian dalam gerakan Earth Hour melalui aksi pemadaman lampu selama satu jam, Sabtu (25/4/2026) malam. Kegiatan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya penghematan energi dan pengendalian perubahan iklim.

Aksi pemadaman lampu tersebut berlangsung mulai pukul 20.30 WIB hingga 21.30 WIB, mengusung tema “Satu Jam untuk Bumi, untuk Masa Depan Kita”. Melalui momentum ini, masyarakat diajak untuk lebih bijak dalam menggunakan energi serta mulai menerapkan gaya hidup ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan kegiatan ini turut melibatkan PT PLN (Persero) ULP Padang Panjang sebagai mitra dalam kampanye hemat energi. Kolaborasi ini memperkuat pesan bahwa pengurangan konsumsi listrik dapat dimulai dari langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama.

Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, menegaskan bahwa pemadaman lampu yang dilakukan bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Pemadaman ini adalah simbol bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga bumi. Dengan langkah kecil seperti mematikan lampu yang tidak digunakan, kita bisa memberi kontribusi besar terhadap kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, pemadaman listrik dilakukan di berbagai fasilitas publik. Sejumlah titik yang terdampak antara lain Balai Kota, kantor dinas, kantor DPRD, videotron, rumah dinas, kawasan PDIKM, serta beberapa bangunan swasta seperti kafe dan restoran.

Selain itu, beberapa ruas jalan utama juga turut dipadamkan, di antaranya kawasan Bukit Surungan, Simpang Tanjung hingga Tanah Bato, serta Jalan Sutan Syahrir Silaing Bawah.

Meski dilakukan secara luas, layanan vital seperti rumah sakit, puskesmas, dan klinik tetap beroperasi normal. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu selama berlangsungnya aksi Earth Hour.

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan global Earth Hour yang telah diikuti berbagai kota besar di dunia. Sejumlah ikon dunia seperti Sydney Opera House, Burj Khalifa, hingga CN Tower sebelumnya juga pernah memadamkan lampu sebagai simbol kepedulian terhadap pelestarian bumi.

Menurut Hendri Arnis, kebiasaan sederhana seperti menghemat penggunaan listrik jika dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak signifikan dalam menekan emisi karbon serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Ia berharap, gerakan Earth Hour tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi dapat menjadi bagian dari pola hidup masyarakat sehari-hari.

“Harapan kami, gerakan ini tidak berhenti hanya satu jam atau satu malam saja, tetapi menjadi gaya hidup sehari-hari. Matikan lampu yang tidak digunakan, hemat energi, dan bersama-sama kita selamatkan bumi,” tutupnya.

Melalui partisipasi ini, Padang Panjang tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap gerakan global, tetapi juga mempertegas komitmennya dalam mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bumi di tengah ancaman perubahan iklim. (*)

Baca Juga

ASN Payakumbuh Didorong Hemat Energi di Tengah Kenaikan Harga BBM
ASN Payakumbuh Didorong Hemat Energi di Tengah Kenaikan Harga BBM
Surau Buya Hamka Dibangun, Jadi Pusat Pendidikan Karakter di Padang Panjang
Surau Buya Hamka Dibangun, Jadi Pusat Pendidikan Karakter di Padang Panjang
Mobil Travel Terjun ke Jurang di Padang Pariaman, 7 Penumpang Luka-Luka
Mobil Travel Terjun ke Jurang di Padang Pariaman, 7 Penumpang Luka-Luka
Harga Cabai Anjlok di Padang Panjang, Ini Penyebabnya
Harga Cabai Anjlok di Padang Panjang, Ini Penyebabnya
Pendaftaran Paskibraka Padang Panjang Diperpanjang hingga 11 April, Ini Alasannya
Pendaftaran Paskibraka Padang Panjang Diperpanjang hingga 11 April, Ini Alasannya
Tekan Konsumsi BBM, ASN Payakumbuh Didorong Gunakan Sepeda ke Kantor
Tekan Konsumsi BBM, ASN Payakumbuh Didorong Gunakan Sepeda ke Kantor