Sumbardaily.com, Padang – Pelatih PSIM Yogyakarta, Jean Paul Van Gastel, menilai kemenangan timnya atas Semen Padang FC diraih melalui kerja keras dalam laga yang tidak mudah. Meski berhasil mengamankan tiga poin, ia menegaskan masih ada pekerjaan rumah yang perlu dibenahi, terutama dalam hal efektivitas penyelesaian akhir di depan gawang.
PSIM Yogyakarta menundukkan Semen Padang FC dengan skor tipis 1-0 pada pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026. Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (4/1/2026). Gol semata wayang Laskar Mataram dicetak oleh Ze Valente melalui eksekusi penalti pada menit ke-64.
Van Gastel mengungkapkan bahwa pertandingan berjalan sulit karena Semen Padang FC tampil disiplin dengan pertahanan yang rapat. Kondisi tersebut membuat PSIM kesulitan menciptakan ruang dan memaksimalkan peluang yang didapat sepanjang pertandingan.
“Ini adalah pertandingan yang sangat sulit melawan tim yang sedang berjuang untuk bertahan di liga tertinggi. Mereka bertahan sangat dalam dan itu sulit bagi kami untuk dikalahkan,” kata Van Gastel usai laga.
Kemenangan ini terasa penting bagi PSIM Yogyakarta mengingat tim tidak tampil dengan komposisi pemain terbaik. Dua pemain asing PSIM, Anton Fase dan Yusaku Yamadera, harus menepi akibat cedera. Selain itu, pemain muda andalan Raka Cahyana juga absen karena menerima kartu merah pada laga sebelumnya.
Meski tampil dengan keterbatasan skuad, PSIM mampu mengendalikan permainan dan memanfaatkan peluang krusial yang berbuah gol penalti. Tambahan tiga poin dari laga ini membuat Laskar Mataram tetap menjaga posisi di papan atas klasemen sementara BRI Super League 2025/2026.
Hingga pekan ke-16, PSIM Yogyakarta mengoleksi 27 poin dan menempati peringkat keenam klasemen. Dari 16 pertandingan yang telah dijalani, PSIM mencatat tujuh kemenangan, enam hasil imbang, dan tiga kekalahan.
Van Gastel menegaskan, meski hasil akhir berpihak pada PSIM, timnya masih perlu meningkatkan kualitas penyelesaian peluang. Ia menilai akurasi tembakan ke gawang menjadi faktor penting agar dominasi permainan dapat berbuah gol tambahan.
“Pertama-tama bagi saya ini soal teknik menembak ke gawang. Anda harus mencoba menembak on target. Saya rasa, kami harus berbenah di bagian itu,” ujarnya.
Pelatih asal Belanda tersebut menambahkan bahwa aspek finishing sebenarnya sudah menjadi fokus dalam sesi latihan. Menurutnya, tembakan tepat sasaran tidak hanya berpotensi menghasilkan gol, tetapi juga membuka peluang dari situasi bola pantul di depan gawang lawan.
“Ini sudah kami latih. Anda harus mencoba menembak tepat sasaran karena jika tidak gol, mungkin ada bola rebound atau terjadi perebutan bola di depan gawang,” ucap Van Gastel. (red)
















