Elektrifikasi Crane Ubah Wajah Pelabuhan Teluk Bayur, Antrean Kapal Dipangkas 30 Persen

Elektrifikasi Crane Ubah Wajah Pelabuhan Teluk Bayur, Antrean Kapal Dipangkas 30 Persen

Pelabuhan Teluk Bayur (Foto: Istimewa))

Sumbardaily.com - Transformasi besar terjadi di Pelabuhan Teluk Bayur. Antrean kapal yang sebelumnya kerap mengular panjang kini mulai terurai setelah operasional penuh tiga unit Gantry Jib Crane berbasis listrik diterapkan sepanjang tahun 2025.

Modernisasi alat bongkar muat tersebut terbukti membawa dampak signifikan terhadap kecepatan pelayanan di dermaga multipurpose. Durasi bongkar muat kapal berhasil dipangkas hingga 30 persen, sementara produktivitas pelayanan komoditas curah kering meningkat tajam menjadi 150 sampai 200 ton per jam dalam satu gang kerja.

Perubahan besar ini tidak hanya mengubah pola kerja di pelabuhan, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam transformasi Pelabuhan Teluk Bayur menuju pelabuhan modern berbasis efisiensi dan ramah lingkungan.

Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menjelaskan bahwa percepatan bongkar muat bukan ditentukan oleh jenis energi yang digunakan alat, melainkan pada siklus kerja crane atau hook cycle.

“Kecepatan bongkar muat itu sejatinya ditentukan oleh siklus kerja (hook cycle) alat, bukan sumber energinya. Jadi, meski sekarang digerakkan oleh listrik, produktivitasnya tetap menjaga ritme performa di dermaga,” jelas Fauzi dikutip Sabtu (23/5/2026).

Menurut Fauzi, derek dermaga berbasis listrik tersebut mampu bekerja dua hingga tiga kali lebih cepat dibandingkan derek bawaan kapal atau ship’s gear. Efeknya langsung terasa terhadap waktu sandar kapal di pelabuhan.

Jika sebelumnya kapal membutuhkan waktu empat hingga lima hari untuk proses bongkar muat sebelum era modernisasi, kini aktivitas tersebut dapat diselesaikan hanya dalam dua sampai tiga hari saja.

Selain mempercepat pelayanan, kebijakan elektrifikasi crane juga membawa dampak finansial yang cukup besar bagi perusahaan. Sebelum beralih ke sistem listrik, manajemen harus mengeluarkan biaya operasional mencapai Rp170 juta setiap bulan hanya untuk kebutuhan bahan bakar crane.

Namun setelah sistem kelistrikan diterapkan sepenuhnya, biaya operasional turun drastis menjadi sekitar Rp60 juta per bulan. Penghematan tersebut disebut mencapai 35 persen dibandingkan penggunaan mesin diesel konvensional.

Tak hanya lebih hemat, sistem crane listrik juga dinilai jauh lebih andal dari sisi operasional. Fauzi menyebut crane diesel konvensional membutuhkan pola perawatan ketat berdasarkan jam kerja mesin atau running hour.

Dengan sistem kelistrikan, kebutuhan perawatan menjadi lebih sederhana sehingga tingkat kesiapan alat di lapangan dapat terus dijaga dalam kondisi optimal.

“Dengan elektrifikasi, pola perawatan menjadi jauh lebih sederhana sehingga kesiapan alat di lapangan selalu berada di posisi optimal,” ungkapnya.

Modernisasi Pelabuhan Teluk Bayur juga ditopang oleh kesiapan sumber daya manusia lokal. Sebanyak sembilan operator crane telah mengantongi Surat Izin Operator (SIO) resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan.

Untuk menjaga standar keselamatan kerja, para operator diwajibkan mengikuti pelatihan penyegaran atau refreshment training secara berkala serta menjalani pemeriksaan kesehatan rutin setiap tahun.

Fauzi menegaskan langkah adaptif tersebut berjalan beriringan dengan penerapan standar ISO 14001 serta prinsip ESG atau Environmental, Social, and Governance.

“Langkah adaptif ini berjalan beriringan dengan penerapan standar ISO 14001 dan prinsip ESG (Environmental, Social, and Governance), menjadikan Teluk Bayur sebagai pelopor pelabuhan ramah lingkungan yang tidak gagap teknologi,” tuturnya.

Efektivitas modernisasi crane listrik juga tercermin dari peningkatan performa bisnis Pelabuhan Teluk Bayur. Sepanjang tahun 2025, realisasi arus barang atau throughput tercatat mencapai 5,79 juta ton.

Tren positif itu berlanjut pada awal tahun 2026. Data Triwulan I 2026 menunjukkan throughput pelabuhan telah menyentuh angka 1,51 juta ton atau setara 118,69 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Sekretaris Perusahaan PTP Nonpetikemas, Fiona Sari Utami, mengatakan transformasi operasional yang dilakukan perusahaan bukan hanya bertujuan meningkatkan efisiensi jangka pendek, tetapi juga memperkuat daya saing pelabuhan dalam jangka panjang.

“Kami terus mendorong peningkatan pelayanan melalui penguatan infrastruktur, teknologi, dan SDM yang berkelanjutan,” katanya.

Transformasi di Pelabuhan Teluk Bayur juga mendapat apresiasi dari pelaku industri logistik nasional. Ketua Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Sumatera Barat (Sumbar), M. Tauhid, menilai modernisasi crane menjadi jawaban konkret atas persoalan klasik dunia pelayaran, yakni kepastian jadwal sandar kapal.

Menurut Tauhid, percepatan pelayanan di dermaga memiliki efek domino yang besar terhadap rantai distribusi barang dan efisiensi biaya logistik.

“Percepatan pelayanan di dermaga memiliki efek domino yang sangat besar bagi dunia usaha. Jadwal distribusi komoditas menjadi lebih pasti dan biaya logistik tinggi yang selama ini dikeluhkan bisa ditekan,” ujarnya.

Ia menilai daya saing pelabuhan modern kini tidak lagi semata ditentukan oleh besarnya volume barang yang ditangani. Faktor pelayanan cepat, efisien, dan ramah lingkungan menjadi pertimbangan utama industri pelayaran global.

“Pelabuhan yang mampu menghadirkan layanan cepat, efisien, dan ramah lingkungan otomatis akan menjadi pilihan utama industri pelayaran global, sekaligus menjadi investasi jangka panjang yang krusial untuk pertumbuhan ekonomi Sumatra Barat,” tutur M. Tauhid.

Apresiasi serupa juga datang dari pengamat transportasi laut sekaligus dosen Politeknik Pelayaran Sumbar, Elfira Wirza. Ia menilai elektrifikasi crane merupakan langkah strategis menuju penerapan green port di Indonesia.

Menurut Elfira, peralihan dari mesin diesel ke tenaga listrik mampu menekan emisi karbon, mengurangi polusi udara, serta mengurangi kebisingan di area pelabuhan.

“Hilangnya asap dan getaran mesin diesel menciptakan lingkungan kerja yang jauh lebih sehat bagi operator, teknisi, tenaga bongkar muat, hingga masyarakat sekitar,” jelasnya.

Secara ekonomi, penggunaan crane listrik juga dinilai mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak serta menekan biaya perawatan alat.

Hal itu dianggap penting mengingat Pelabuhan Teluk Bayur merupakan pintu utama ekspor dan impor Sumbar dengan nilai perdagangan mencapai US$2,177 miliar berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS).

Elfira menambahkan, peningkatan efisiensi pelabuhan secara akademis mampu menekan biaya pengiriman laut hingga 12 persen karena waktu tunggu kapal atau dwelling time dapat dipangkas.

Efisiensi tersebut dinilai sangat penting bagi distribusi komoditas unggulan Sumbar seperti semen dari Semen Padang, minyak sawit mentah atau CPO beserta turunannya, hasil pertanian, hingga sektor perikanan.

“Efisiensi ini memastikan komoditas unggulan daerah seperti semen dari Semen Padang, minyak sawit (CPO) dan turunannya, produk pertanian, dan perikanan dapat didistribusikan dengan jadwal yang lebih akurat dan biaya logistik yang terkontrol,” paparnya.

Dari sisi tata kelola, penggunaan crane listrik juga mendorong manajemen menerapkan sistem kerja yang lebih transparan dan terukur, mulai dari konsumsi energi per ton barang hingga standar keselamatan kerja yang lebih tinggi.

Meski demikian, Elfira mengingatkan bahwa modernisasi fisik pelabuhan harus dibarengi dengan percepatan digitalisasi layanan, kepastian dokumen, dan penguatan konektivitas dengan kawasan produksi atau hinterland.

“Pada akhirnya, pelabuhan yang efisien akan menjadi pengungkit ekonomi Sumbar yang mampu menghidupkan aktivitas industri, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan daya saing daerah secara global,” pungkasnya. (*)

Baca Juga

Carel Syadef Hengkang dari PSP Padang, Singgung Masalah Internal
Carel Syadef Hengkang dari PSP Padang, Singgung Masalah Internal
Listrik Padam Total di Sumbar, Gangguan Disebut Meluas hingga Sejumlah Provinsi Sumatera
Listrik Padam Total di Sumbar, Gangguan Disebut Meluas hingga Sejumlah Provinsi Sumatera
Resmi Dilepas, PSPP Siap Harumkan Padang Panjang di Liga 4 Nasional
Resmi Dilepas, PSPP Siap Harumkan Padang Panjang di Liga 4 Nasional
Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Wafat di Makkah
Kabar Duka dari Tanah Suci, Jemaah Haji Asal Pesisir Selatan Wafat di Makkah
Job Fair Pasaman 2026 Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Lebih dari 2.000 Lowongan Dibuka
Job Fair Pasaman 2026 Diserbu Ribuan Pencari Kerja, Lebih dari 2.000 Lowongan Dibuka
Sosok Fathurrahman, Pemain Muda Sumbar yang Antar Malut United U18 Juara EPA Super League 2025/2026
Sosok Fathurrahman, Pemain Muda Sumbar yang Antar Malut United U18 Juara EPA Super League 2025/2026