Sumbardaily.com, Agam – Kesehatan para pengungsi banjir bandang dan longsor di sejumlah daerah di Sumatera Barat (Sumbar) mulai menurun. Relawan dari Paramedis Jalanan Sumbar menemukan berbagai keluhan medis yang dialami warga sejak berada di lokasi pengungsian.
Koordinator Paramedis Jalanan Sumbar, Sarah Uzlifah, menyampaikan bahwa pemeriksaan kesehatan telah dilakukan sejak 30 November 2025. Tim menyambangi sejumlah titik terdampak, termasuk Batu Busuk, Gurun Laweh, Tabiang Batu Gadang di Kota Padang, Palembayan di Kabupaten Agam, serta Koto Tuo Sani dan Malalo di Kabupaten Solok.
“Sebagian besar keluhan yang kami temukan berupa sakit kepala, gangguan lambung, demam, dan luka-luka akibat bencana. Kondisi mental para pengungsi juga turut terganggu,” ujarnya, Kamis (4/12/2025).
Selain gejala fisik, banyak warga yang mengeluhkan sulit tidur, kecemasan tinggi, dan trauma akibat banjir bandang. Menurut Sarah, kondisi psikologis ini juga memerlukan perhatian khusus dan penanganan berkelanjutan.
Ia menjelaskan bahwa tempat pengungsian yang padat, minimnya ruang privasi, serta keterbatasan layanan dasar turut memperburuk kondisi kesehatan warga.
Kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia menjadi yang paling membutuhkan pemantauan intensif. Dari hasil pemeriksaan, mereka menunjukkan tanda kelelahan dan membutuhkan perawatan teratur.
“Kami berharap isu ini mendapat perhatian bersama. Penanganan kesehatan tidak cukup dilakukan sesekali, tetapi harus konsisten, terutama bagi kelompok rentan,” kata Sarah yang saat ini menempuh pendidikan magister di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) itu.
Paramedis Jalanan berencana melanjutkan pemeriksaan dan screening kesehatan di lokasi pengungsian lain yang masih terdampak. Upaya mereka dilakukan bersama Sekolah Gender Sumbar dan LBH Padang. (na)














