Sumbardaily.com, Padang – Kehadiran komedian legendaris Alfiansyah—yang akrab disapa Komeng—menjadi sorotan utama di Posko Evakuasi SDN 02 Cupak Tangah, Kecamatan Pauh, Kota Padang. Di tengah suasana duka pascabencana banjir bandang dan longsor, sosok yang kini menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) itu datang sebagai relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat.
Kehadirannya seketika mencairkan suasana, memancing tawa ratusan pengungsi yang selama beberapa hari hidup dalam tekanan dan rasa cemas. Gaya humor khas Komeng menjadi semacam terapi alami bagi warga yang terdampak bencana banjir bandang di Kota Padang.
Lelucon spontan yang ia lontarkan membuat para pengungsi—mulai dari anak-anak hingga lansia—dapat kembali tersenyum. Momen ini menjadi penghibur emosional yang sangat dibutuhkan di tengah kondisi posko yang serba darurat.
Di balik keriuhan tersebut, pelayanan kesehatan tetap menjadi prioritas. Pada hari yang sama, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Padang, Dian Puspita Fadly Amran, turut meninjau langsung para pengungsi. Kunjungan Dian bukan sekadar agenda penyerahan bantuan, tetapi juga aksi jemput bola untuk memastikan kondisi kesehatan warga yang dievakuasi.
Memiliki latar belakang sebagai dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dian turun tangan memeriksa kondisi klinis para pengungsi satu per satu. Ia memprioritaskan lansia yang berisiko mengalami kelelahan dan stres akibat berada di pengungsian selama beberapa hari.
Pemandangan haru terlihat ketika Dian secara spontan mengeluarkan stetoskopnya dan memberikan pemeriksaan langsung di tenda pengungsian.
Dian menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk komitmen TP-PKK Kota Padang untuk memperkuat pelayanan bagi warga terdampak bencana. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas instansi untuk mempercepat pemulihan warga.
“Alhamdulillah, hari ini TP-PKK Kota Padang berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan dan RSUD dr. Rasidin Padang untuk memberikan pelayanan kesehatan komprehensif bagi warga di pengungsian. Harapan kami, sentuhan medis ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana,” ujarnya, dikutip Sabtu (6/12/2025).
Selain pemeriksaan medis, Dian memberikan dukungan moral kepada warga. Ia mengajak para pengungsi tetap kuat dan menjaga kesehatan selama berada di posko. “Tetap semangat Bapak dan Ibu semua. Musibah ini berat, namun kita harus kuat. Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan di tengah kondisi darurat seperti ini,” ucapnya.
Suasana posko semakin hidup dengan perpaduan antara pelayanan kesehatan yang diberikan Dian dan hiburan spontan dari Komeng. Kolaborasi tak terduga ini memberi dampak positif bagi kondisi fisik maupun psikologis pengungsi. Kehadiran Komeng membantu mengurangi stres warga, sementara pemeriksaan kesehatan oleh Ketua TP-PKK memastikan kondisi fisik mereka tetap terpantau.
Sinergi ini tidak hanya memberikan harapan bagi warga terdampak banjir bandang di Kota Padang, tetapi juga memperlihatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan pendekatan yang komprehensif—menggabungkan dukungan kesehatan, logistik, dan pemulihan psikologis. (red)
















