Sumbardaily.com, Jakarta – Dunia esport Indonesia kian berkembang dengan hadirnya talenta-talenta muda yang berprestasi. Salah satunya adalah Vivi Indrawaty, yang akrab disapa Vivian, seorang atlet Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) putri yang telah mengukir berbagai prestasi membanggakan untuk Indonesia.
Perjalanannya menuju kesuksesan tidak lepas dari berbagai tantangan dan pandangan skeptis dari lingkungan sekitarnya.
Vivian mengawali kariernya di tengah stigma negatif tentang gamers, terutama gamers perempuan. Ia kerap mendapat komentar miring dari teman-teman terdekat dan bahkan orang tuanya sendiri.
"Apaan sih main games, tidak jelas, buang-buang waktu, cewek pula?" kenang Vivian menirukan ucapan teman-temannya saat acara pelepasan Timnas Esport Indonesia ke International Esports Federation World Esports Championship (IESF WEC) 2024 di Media Center Kemenpora Senayan, Jakarta, baru-baru ini dilansir dari laman resmi Kemenpora.
Orang tuanya pun sempat mempertanyakan keputusannya yang lebih memilih bermain game selama masa kuliah. Namun, tekad kuat dan keyakinan akan passionnya membawa Vivian pada pencapaian yang membanggakan.
Bergabung dengan tim Bigetron sejak 2018, Ia telah mengoleksi berbagai gelar prestisius, termasuk Final MVP Woman Star League Season 4, Final MVP WSL Season 8, dan yang paling membanggakan adalah medali emas bersama timnas Mobile Legends di SEA Games 2023.
"Sekarang pemuda-pemudi Indonesia istilahnya sudah enak ya, sudah ada contoh dan bisa bilang ke orang tua. Karena dulu aku tidak ada, banyak memandang sebelah mata karena main game di handphone terus," ungkap Vivian.
Perjalanan Vivian di dunia esport dimulai pada tahun 2017, periode yang ia akui sebagai masa-masa terberat. "Satu tahun pertama 2017an berat ya, tapi tahun kedua aku mulai buktiin dan terus belajar, tekun, kembangkan terus. Pasti awal-awal banyak cibiran itu sudah pasti," tuturnya.
Bahkan, Ia pernah harus bermain menggunakan akun orang lain untuk mendapatkan penghasilan.
Lulusan D3 Politeknik Negeri Jakarta jurusan Graphic Arts Engineering ini menekankan pentingnya konsistensi, fokus, dan kedisiplinan dalam mengejar cita-cita di dunia esport.
"Tapi ya balik lagi karena dari awal aku suka, cinta dan hobi sama game ini merasa yakin dan konsisten itu yang penting," jelasnya.
Kini, pandangan orang tua Vivian telah berubah seiring dengan prestasi yang Ia raih.
"Sekarang mamah sudah mulai bangga dengan apa yang sudah aku raih. Mamah juga bisa bilang ke orang-orang sekitarnya dengan senang dan bangga yang tadinya main games dipandang sebelah mata, kini bangga," ungkapnya dengan penuh syukur.
Menjelang IESF WEC 2024, Vivian mengaku telah mempersiapkan diri dengan matang.
"Di IESF ini kejuaraan pertama aku persiapannya 99% siap. Maunya semua di tim selalu respect sama tim lawan. Mainnya kompak, fokus karena kesalahan sedikit menjadi cela melawan kita," paparnya.
Vivian memiliki ambisi besar untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
"Fokus kita adalah menang agar bisa ngibarin Merah-Putih di negara orang dan ingin tunjukin ke seluruh dunia kalau atlet MLBB Women terbaik lahirnya di Indonesia," tegasnya dengan penuh semangat.
Sebagai juara Unipin Ladies Series SEA Championship 2023, Vivian tidak berhenti bermimpi.
"Pokoknya aku mau berlatih keras. Target kedepannya maunya juara 1 terus termasuk ke olympic game dan semuanya," ungkapnya optimis.
Kisah Vivian menjadi bukti nyata bahwa dengan tekad kuat, kerja keras, dan konsistensi, stereotip gender dalam dunia esport dapat dipatahkan.
Prestasinya tidak hanya menginsipirasi generasi muda Indonesia untuk berani mengejar passion mereka, tetapi juga membuka jalan bagi lebih banyak atlet esport perempuan untuk bersinar di kancah internasional. (red)
















