Sumbardaily.com - Perjalanan pulang satu keluarga menuju Sumatera Utara (Sumut) mendadak berubah menjadi situasi mencekam. Seorang pemuda berinisial MS (22) tiba-tiba keluar dari mobil yang ditumpanginya lalu terjun ke laut saat kendaraan melintas di kawasan Pantai Luhung, Luhung, Nagari Pasar Baru, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) pada Jumat (28/8/2026) siang.
MS diketahui merupakan pemuda yang mengalami gangguan jiwa. Ia sebelumnya dibawa keluarganya menjalani pengobatan alternatif di Kecamatan Batang Kapas.
Setelah proses pengobatan selesai, keluarga tersebut kemudian melanjutkan perjalanan untuk kembali ke Sumatera Utara.
Namun, ketika kendaraan berada di sekitar Pantai Luhung, situasi berubah secara tiba-tiba. MS keluar dari kendaraan dan langsung melompat ke laut. Kejadian tersebut membuat pihak keluarga panik dan membutuhkan bantuan untuk menyelamatkan korban.
Pihak keluarga korban kemudian mendatangi Mapolsek Bayang untuk meminta pertolongan. Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Bayang.
"Personel kepolisian segera bergerak menuju kawasan Pantai Luhung setelah memperoleh informasi mengenai pemuda yang nekat terjun ke laut tersebut," kata Kapolsek Bayang, Iptu Budi Saputra.
Dalam proses pencarian dan evakuasi, polisi tidak bekerja sendiri. Sejumlah warga serta masyarakat nelayan setempat turut membantu mencari dan menyelamatkan MS dari dalam air.
"Upaya bersama tersebut akhirnya membuahkan hasil. MS berhasil dievakuasi dari laut dalam keadaan selamat. Tidak ada informasi mengenai korban jiwa dalam kejadian tersebut," kata Kapolsek.
Setelah berhasil dikeluarkan dari air, MS tidak langsung dibawa kembali bersama keluarganya. Polisi kemudian mengambil langkah lanjutan dengan merujuk korban ke RS BKM Sago menggunakan mobil patroli kepolisian.
"Rujukan tersebut dilakukan agar MS mendapatkan penanganan medis sekaligus perawatan kejiwaan lebih lanjut. Kondisi korban yang mengalami gangguan jiwa menjadi perhatian dalam proses penanganan setelah aksi nekat terjun ke laut tersebut," tutur Budi. (*)















