Sumbardaily.com – Pertandingan Dewa United kontra Semen Padang FC pada pekan ke-31 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan drama pahit bagi Kabau Sirah. Bermain di Stadion Internasional Banten, Minggu (3/5/2026), Semen Padang harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor tipis 0-1.
Gol tunggal kemenangan Dewa United dicetak oleh Noah Sadaoui pada menit ke-32. Hasil ini tidak hanya mengangkat posisi Banten Warriors di klasemen, tetapi juga memastikan Semen Padang FC turun kasta ke kompetisi Pegadaian Championship musim depan.
Tambahan tiga poin membuat Dewa United naik ke posisi enam klasemen sementara dengan koleksi 50 poin. Sementara itu, Semen Padang tetap tertahan di peringkat ke-17 dengan 20 poin. Dengan hanya tiga pertandingan tersisa, Kabau Sirah sudah tidak memiliki peluang untuk keluar dari zona degradasi.
Kepastian ini membuat Semen Padang FC harus kembali ke kasta kedua setelah dua musim terakhir tampil di Liga 1. Mereka menjadi tim kedua yang dipastikan terdegradasi setelah sebelumnya PSBS Biak lebih dulu dipastikan turun.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit awal dibunyikan, Dewa United langsung tampil menekan. Mengusung target finis di empat besar, Banten Warriors mengambil inisiatif serangan dan terus mengurung pertahanan Semen Padang.
Serangan bertubi-tubi yang dibangun tim asuhan Jan Olde Riekerink membuat Kabau Sirah dipaksa bermain bertahan. Namun, solidnya lini belakang serta performa gemilang penjaga gawang Rendy Oscario mampu menahan gempuran di awal laga.
Selama 15 menit pertama, jalannya pertandingan berlangsung satu arah. Dewa United mendominasi penguasaan bola, sementara Semen Padang kesulitan keluar dari tekanan.
Kesempatan sempat hadir bagi Semen Padang pada menit ke-16. Ripal Wahyudi memperoleh ruang tembak dan melepaskan sepakan ke arah gawang. Namun, upaya tersebut berhasil diamankan dengan baik oleh kiper Dewa United, Sonny Stevens.
Peluang tersebut menjadi satu-satunya kesempatan berbahaya yang dimiliki Semen Padang di babak pertama. Selebihnya, Dewa United kembali menguasai permainan dan terus menekan.
Pertahanan Kabau Sirah akhirnya jebol pada menit ke-31. Johnathan Pereira melakukan penetrasi cepat di sisi sayap sebelum mengirimkan umpan silang ke dalam kotak penalti.
Bola tersebut disambut tandukan Noah Sadaoui yang tak mampu dibendung Rendy Oscario. Skor berubah menjadi 1-0 untuk keunggulan tuan rumah.
Setelah gol tersebut, Dewa United tetap mempertahankan intensitas serangan hingga akhir babak pertama. Meski demikian, tidak ada tambahan gol tercipta hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, tempo permainan sedikit menurun. Dewa United mulai mengurangi tekanan, sementara Semen Padang mencoba keluar menyerang untuk mengejar ketertinggalan.
Peluang sempat didapatkan oleh Diego Mauricio di awal babak kedua. Namun, posisi Sonny Stevens yang tepat membuat peluang tersebut gagal berbuah gol.
Memasuki satu jam pertandingan, pelatih Dewa United melakukan sejumlah pergantian pemain untuk menjaga ritme permainan sekaligus mempertahankan keunggulan.
Pertandingan kemudian berjalan lebih seimbang dengan kedua tim saling bertukar serangan. Meski demikian, peluang bersih yang tercipta terbilang minim. Bahkan, Dewa United juga kesulitan menciptakan peluang matang di sisa waktu pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor 1-0 tetap bertahan untuk kemenangan Dewa United. Hasil ini menjadi pukulan telak bagi Semen Padang FC yang harus menerima kenyataan turun kasta dari BRI Super League 2025/2026. (*)













