Sumbardaily.com – Seorang pria bertato di Kota Payakumbuh nekat melakukan aksi penganiayaan terhadap seorang pemuda setelah emosinya memuncak mengetahui anaknya pulang ke rumah dalam kondisi tidak sadarkan diri. Pelaku bahkan menusuk korban menggunakan obeng hingga korban mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Payakumbuh bergerak cepat dengan menangkap pelaku utama berinisial TL (41). Ia diamankan pada Kamis (7/5/2026) sekitar pukul 04.00 WIB di sebuah rumah yang berada di Kelurahan Parit Rantang, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Kasat Reskrim Polres Payakumbuh, Iptu Andrio Siregar, mengungkapkan aksi penganiayaan tersebut dipicu rasa emosi tersangka setelah mendapati anaknya dipulangkan oleh teman-temannya dalam keadaan tidak sadar usai terlibat perkelahian dengan korban berinisial MF (19).
Menurut Andrio, berdasarkan keterangan awal yang diperoleh penyidik, anak tersangka disebut sempat berkelahi dengan korban sebelum akhirnya dipulangkan dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Berdasarkan keterangan awal yang kami dapat, anak tersangka diantar pulang oleh temannya dalam keadaan tidak sadarkan diri karena berkelahi dengan korban MF,” ujar Iptu Andrio Siregar, dikutip Minggu (10/5/2026).
Mendengar penjelasan tersebut, TL langsung mencari keberadaan korban bersama istrinya dan beberapa rekannya. Mereka kemudian menemukan korban berada di sebuah warung di kawasan Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Sesampainya di lokasi, pelaku mendapati korban sedang berada di salah satu kamar kedai. Dalam kondisi emosi, TL langsung merangkul leher korban dan menyeretnya keluar menuju halaman depan.
Di lokasi itu, tersangka kemudian mengeluarkan obeng yang sebelumnya disembunyikan di saku celananya. Obeng tersebut digunakan untuk menusuk kepala korban sebanyak dua kali.
Aksi kekerasan tidak berhenti di situ. Rekan-rekan pelaku yang ikut datang ke lokasi juga disebut turut melakukan penganiayaan terhadap korban. Salah seorang pelaku lain yang dikenal dengan panggilan DO menggunakan pisau besi untuk menikam bagian punggung korban.
Sementara itu, pelaku lainnya juga melakukan pemukulan dan tendangan kepada korban. Bahkan korban disebut sempat dipukul menggunakan tongkat kayu jenis baseball saat pengeroyokan berlangsung.
“Korban sempat terbentur dinding sebelum akhirnya berhasil melarikan diri untuk menyelamatkan diri,” terang Andrio.
Akibat kejadian tersebut, korban MF mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan intensif di RSUD Adnan WD. Polisi juga belum dapat meminta keterangan lebih lanjut dari korban karena kondisinya masih dalam penanganan medis.
Andrio menyebut pihaknya masih menunggu hasil visum dari rumah sakit untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut dalam kasus penganiayaan tersebut.
Polisi saat ini juga terus mendalami keterlibatan pelaku lain yang diduga ikut melakukan pengeroyokan terhadap korban saat peristiwa berlangsung di kawasan Kelurahan Ibuh, Kecamatan Payakumbuh Barat. (*)















