Sumbardaily.com - Di tengah meningkatnya penggunaan produk kecantikan berbahan sintetis, dosen Universitas Negeri Padang (UNP) menghadirkan inovasi unik berupa bulu mata palsu berbahan dasar serat pelepah batang pisang kepok.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh Dr. Vivi Efrianova, S.ST., M.Pd.T., dosen Departemen Tata Rias dan Kecantikan Fakultas Pariwisata dan Perhotelan UNP.
Produk kecantikan ini tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga mengusung konsep ramah lingkungan dan penggunaan bahan alami yang halal.
Pemanfaatan pelepah pisang kepok yang selama ini kerap dianggap limbah dinilai mampu menjadi solusi alternatif untuk mengurangi penggunaan bahan sintetis pada industri kecantikan.
Dr. Vivi menjelaskan, ide pengembangan bulu mata palsu tersebut muncul dari keresahan terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh bahan sintetis, sekaligus potensi risiko yang dapat muncul dari penggunaannya. Dari situ, ia mulai meneliti potensi serat alami yang memiliki karakteristik menyerupai bulu mata manusia.
Menurutnya, serat pelepah batang pisang kepok memiliki tekstur dan kilau alami yang mirip dengan bulu mata asli manusia. Selain itu, bahan alami tersebut juga lebih ringan sehingga nyaman digunakan dalam waktu lama.
“Produk bulu mata palsu yang terbuat dari serat pelepah batang pisang kepok dapat memberikan kontribusi yang signifikan pada keberlanjutan dan ramah lingkungan,” ungkapnya dilansir keterangan resmi, Minggu (10/5/2026).
Keunggulan lain dari produk ini adalah sifat biodegradable atau mudah terurai secara alami. Hal tersebut menjadikan produk lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan dibandingkan bulu mata palsu berbahan sintetis yang umum beredar di pasaran.
Dalam proses pembuatannya, serat pelepah pisang kepok harus melewati sejumlah tahapan yang cukup panjang. Tahapan tersebut dimulai dari pemotongan pelepah, penyerutan serat, pencucian, penjemuran, hingga proses pewarnaan. Setelah itu, serat dirangkai secara manual dengan ketelitian tinggi hingga menjadi bulu mata palsu siap pakai.
Meski demikian, pengembangan inovasi tersebut tidak berjalan tanpa hambatan. Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah memastikan ketersediaan bahan baku dengan kualitas yang baik dan konsisten.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dr. Vivi bekerja sama dengan petani pisang lokal guna memperoleh serat pelepah terbaik. Kolaborasi itu sekaligus menjadi upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah pertanian yang memiliki nilai ekonomi.
“Salah satu tantangan awal adalah memastikan ketersediaan dan kualitas serat pelepah batang pisang kepok yang memadai. Kami bekerja sama dengan petani lokal untuk mendapatkan bahan terbaik,” jelasnya.
Inovasi ini juga dinilai mampu menjawab kebutuhan konsumen Muslim yang menginginkan produk kecantikan berbahan alami dan halal. Penggunaan bahan alami membuat produk lebih aman digunakan tanpa menimbulkan keraguan dalam aspek ibadah.
“Serat alami yang lebih ringan dan nyaman membuat pengguna dapat mengenakan bulu mata palsu ini dalam waktu yang lebih lama tanpa merasa tidak nyaman,” tambahnya.
Saat ini, produk bulu mata palsu berbahan serat pelepah batang pisang kepok tersebut masih berada dalam tahap pengujian. Pengujian dilakukan untuk memastikan kualitas dan keamanan produk sebelum nantinya dipasarkan secara luas kepada masyarakat.
Di sisi lain, Dr. Vivi juga tengah mengajukan hak paten sebagai bentuk perlindungan terhadap inovasi yang telah dikembangkannya. Dalam proses pengembangan lebih lanjut, ia turut menggandeng sejumlah pihak industri, termasuk PT Nanotech Natura Indonesia.
Kerja sama tersebut dilakukan untuk mengintegrasikan teknologi, termasuk pemanfaatan nanoteknologi, dalam pengembangan produk kecantikan berbasis bahan alami tersebut.
Lebih jauh, inovasi ini dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya petani pisang. Pelepah batang pisang yang sebelumnya kurang dimanfaatkan kini memiliki nilai tambah sebagai bahan baku produk kecantikan.
“Dengan bekerja sama langsung dengan petani lokal, kami tidak hanya mendukung ekonomi masyarakat tetapi juga mendorong pemanfaatan sumber daya yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pengembangan bulu mata palsu dari serat pelepah batang pisang kepok tersebut diharapkan tidak hanya menjadi alternatif produk kecantikan yang aman dan ramah lingkungan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya inovasi berbasis bahan alami lainnya yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.
Inovasi karya dosen UNP itu juga selaras dengan tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama pada aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, industri dan inovasi, serta pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. (*)
















