Sumbardaily.com, Padang – Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mempercepat realisasi Program Unggulan (Progul) UMKM Naik Kelas melalui berbagai terobosan strategis.
Salah satu upaya yang kini menjadi perhatian adalah penyelenggaraan UMKM Champion 2026, sebuah ajang kompetisi sekaligus pembinaan pelaku usaha mikro yang dikemas secara inovatif dan berorientasi pada peningkatan daya saing.
Program yang dijalankan melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) Kota Padang ini berada di bawah payung Rumah Wirausaha, dengan tujuan mendorong UMKM agar tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Kepala Diskop UKM Padang, Fauzan Ibnovi, menyampaikan bahwa UMKM Champion dirancang sebagai instrumen akselerasi untuk mencetak pelaku usaha yang kompetitif dan berstandar.
“Program ini bertujuan mendorong UMKM agar tidak hanya bertahan, tetapi mampu bersaing secara kompetitif di pasar yang lebih luas,” ujar Fauzan Ibnovi, dikutip Minggu (1/2/2026).
Rangkaian UMKM Champion 2026 telah dimulai sejak awal Oktober 2025 dengan tahapan audisi yang diikuti oleh lebih dari 1.000 pendaftar dari berbagai sektor usaha. Dari jumlah tersebut, 480 pelaku usaha mikro dinyatakan lolos dan berhak mengikuti proses pembekalan intensif.
Sebanyak 480 peserta tersebut mendapatkan pendampingan langsung dari tiga lembaga inkubator profesional, yakni Iconity by HIPMI Padang, Oase Academy by Info Sumbar, serta Fludzi Academy by Chef Eri.
Ketiga inkubator ini berperan dalam penguatan kapasitas pelaku UMKM, mulai dari pemahaman produk, pengelolaan bisnis, hingga strategi pemasaran.
“480 orang ini dilatih oleh tiga lembaga inkubator yang insyaallah mempunyai kekuatan untuk melatih mereka, yaitu Iconity by HIPMI Padang, Oase Academy by Info Sumbar, dan juga Fludzi Academy by Chef Eri,” kata Fauzan.
Setelah melalui proses pendampingan dan evaluasi berkelanjutan, kini tersaring 30 finalis utama yang akan melaju ke babak akhir. Babak final UMKM Champion 2026 direncanakan berlangsung pada April atau Mei 2026, dengan konsep yang berbeda dari kompetisi UMKM pada umumnya.
Pemko Padang berencana mengemas final UMKM Champion dengan konsep menyerupai reality show, di mana setiap finalis akan menampilkan keunggulan usaha, strategi branding, serta nilai produk yang dikembangkan.
“Insya Allah akan ada kegiatan yang mirip-mirip dengan reality show Indonesian Idol. Akan ada beberapa fragmen-fragmen yang akan kita lihat, masing-masing pelaku usaha tentu akan mengampanyekan atau menyampaikan tentang branding dari produk dan usahanya,” jelas Fauzan.
Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Pemko Padang menyiapkan total hadiah sebesar Rp100.000.000 yang akan diberikan kepada lima pemenang terbaik. Menurut Fauzan, nilai tersebut menjadi hadiah lomba UMKM terbesar yang pernah ada di Kota Padang.
Dalam proses penilaian, terdapat tiga indikator utama yang menjadi fokus. Pertama, pemahaman produk, yang menilai sejauh mana pelaku usaha menguasai produk yang ditawarkan.
Kedua, kinerja bisnis, yang ditinjau dari kejelasan omzet serta peningkatan usaha selama masa pendampingan. Ketiga, penguasaan digital marketing, yang dinilai sebagai faktor penentu UMKM untuk naik kelas.
“Digital marketing ini adalah salah satu instrumen yang menentukan apakah mereka akan naik kelas atau tidak,” tegas Fauzan.
Dari sisi sektor usaha, sekitar 60 persen finalis berasal dari bidang kuliner, 20 hingga 30 persen bergerak di sektor fashion, sementara sisanya berasal dari sektor kriya.
Pemko Padang menegaskan bahwa UMKM Champion tidak bersifat temporer. Program ini dirancang untuk terus dilaksanakan setiap tahun selama periode Wali Kota Padang dan berpeluang berlanjut pada periode berikutnya.
“Program ini akan terus berlanjut setiap tahun sampai dengan periode Wali Kota Padang. Insyaallah tentu akan berlanjut selanjutnya kalau memang ini dinilai sangat bermanfaat,” pungkas Fauzan Ibnovi. (red)
















