Sumbardaily.com, Padang – Permasalahan sampah yang kian menggunung pascabanjir di Kota Padang pada awal tahun 2000 memantik kepedulian Darima untuk mencari solusi alternatif. Berangkat dari keprihatinan tersebut, ia bersama sejumlah rekan mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Tenggang Raso yang kini telah berhasil memberdayakan ribuan masyarakat dan menghasilkan produk daur ulang yang menembus pasar global.
"Kami ingin mengubah sampah menjadi karya, sekaligus memberi kesempatan kepada mereka yang terpinggirkan untuk belajar dan berkarya," ungkap Darima di acara Padang Festival Ramadan, Senin (17/3/2025).
Sejak didirikan pada tahun 2000, PKBM Tenggang Raso telah menunjukkan komitmen yang konsisten dalam mengatasi permasalahan sampah sekaligus meningkatkan keterampilan dan kesejahteraan masyarakat. Darima dan timnya memulai dengan melibatkan berbagai kelompok rentan seperti anak jalanan, masyarakat putus sekolah, serta peserta didik program kesetaraan paket A, B, dan C untuk berpartisipasi dalam proses pengolahan sampah menjadi aneka produk kerajinan bernilai ekonomi.
Keberhasilan PKBM Tenggang Raso dalam pemberdayaan masyarakat tercermin dari jumlah penerima manfaat yang terus meningkat. Hingga saat ini, lembaga tersebut telah berhasil membantu lebih dari 366 anak dari Kota Padang dan 2.070 anak dari luar Kota Padang melalui berbagai program pelatihan keterampilan, terutama yang berkaitan dengan kerajinan tangan dan pengolahan sampah plastik.
"Selain memberi kesempatan kepada anak-anak yang terpinggirkan, PKBM juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat yang kurang mampu," terang Darima.
Produk Kreatif Daur Ulang Sampah
Dalam gelaran Padang Festival Ramadan tahun ini, Usaha Kecil Menengah (UKM) Tenggang Raso memamerkan beragam produk unik hasil kreasi para anggotanya. Mulai dari parcel lebaran, kue kering, hingga berbagai kerajinan tangan seperti tas rajut, gantungan kunci, keranjang botol, kotak tisu, dan tas laptop.
Produk-produk tersebut ditawarkan dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp10.000 hingga Rp500.000 untuk aneka kerajinan tangan, Rp35.000 untuk kue kering, dan Rp100.000-150.000 untuk parcel lebaran. Harga yang kompetitif ini menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen, terutama di tengah kondisi ekonomi yang menantang.
"Produk-produk UKM Tenggang Raso kini telah merambah pasar internasional. Kami ingin produk lokal yang kami buat bisa dinikmati tidak hanya oleh masyarakat Padang, tetapi juga di luar negeri," kata Darima dengan bangga.
Ia menjelaskan bahwa sampah plastik yang sering dianggap sebagai limbah ternyata bisa diubah menjadi produk kreatif dan bermanfaat. Pendekatan ini merupakan solusi yang memberikan manfaat ganda, baik untuk lingkungan maupun ekonomi masyarakat.
Menembus Pasar Global
Keberhasilan PKBM Tenggang Raso tidak hanya terbatas pada pasar lokal. Produk-produk daur ulang hasil karya masyarakat binaan mereka kini telah menembus pasar internasional, khususnya negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Singapura.
"Ini menunjukkan bahwa produk berkualitas dengan nilai sosial tinggi dapat diterima secara global," tegas Darima.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku UMKM dalam menciptakan peluang baru dan membuka akses pasar yang lebih luas. "Pengolahan sampah harus dimulai dari diri kita sendiri, karena setiap usaha kecil memiliki potensi besar," tambahnya.
Penghargaan dan Pengakuan
Dedikasi Darima dalam mengembangkan PKBM Tenggang Raso dan memberdayakan masyarakat tidak luput dari perhatian pemerintah. Pada tahun 2024, ia menerima Penghargaan Perempuan Inspiratif Kota Padang, sebuah pengakuan atas kontribusinya dalam inovasi sosial dan pemberdayaan masyarakat.
"Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi dalam memberdayakan masyarakat bisa membawa dampak besar," ujar Darima.
Ia berharap PKBM Tenggang Raso dapat terus mengembangkan program pemberdayaan UMKM dan membantu lebih banyak masyarakat untuk belajar keterampilan baru, terutama dalam pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi.
Saat ini, PKBM Tenggang Raso memiliki dua sekretariat yang menjadi pusat aktivitas pemberdayaan masyarakat. Lokasi pertama berada di Jalan Air Paku RT03/06, Sungai Sapih, Kecamatan Kuranji, sementara lokasi kedua terletak di Jalan Bakti ABRI Gang Tenggang Raso, Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung.
Dengan kehadiran dua sekretariat ini, PKBM Tenggang Raso semakin memperluas jangkauan pemberdayaan masyarakat dan pengelolaan sampah di Kota Padang, menjadi bukti nyata bahwa permasalahan sampah dapat diubah menjadi peluang ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat. (red)















