Sumbardaily.com, Padang – Telkomsel, melalui platform survei digital tSurvey dan brand serba digital by.U, resmi mengumumkan tiga pemenang Kompetisi Riset Nasional 2025. Ajang ini menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem riset akademik berbasis data di Indonesia, dengan dukungan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Kompetisi riset berskala nasional tersebut sukses menjaring 495 peserta dari kalangan mahasiswa strata-1 (S1) di seluruh Indonesia. Jumlah tersebut mencerminkan antusiasme besar generasi muda terhadap kegiatan riset dan analisis data, sekaligus menunjukkan tumbuhnya minat terhadap riset digital yang kredibel dan berdampak sosial.
Mendorong Budaya Riset Akademik yang Kuat
Kompetisi ini dirancang secara strategis untuk mencapai sejumlah tujuan penting, antara lain memperkuat kapasitas riset akademik yang kredibel, menumbuhkan budaya penelitian yang beretika, serta membiasakan mahasiswa menggunakan metode ilmiah yang valid dan berbasis data. Melalui pemanfaatan tSurvey, para peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam melakukan survei daring dengan pendekatan kuantitatif modern.
Selain itu, peserta juga mengikuti serangkaian pelatihan dan diskusi hasil penelitian di hadapan dewan juri profesional. Dari total peserta yang mendaftar, panitia menyeleksi 100 peneliti muda terbaik untuk mengikuti tahap pelatihan eksklusif bertajuk “Riset Kuantitatif dengan Online Survey”.
Dari 100 peserta tersebut, kemudian terpilih 10 finalis yang berkesempatan mempresentasikan hasil risetnya di hadapan tiga juri profesional, yakni Marvin Mahadarma (Head of tSurvey), Prof. Akhmad Fauzy, S.Si., M.Si., Ph.D (Perwakilan Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek), serta Reza Felix Citra (Litbang Kompas).
Tiga Penelitian Terbaik Raih Penghargaan
Setelah melalui proses penilaian ketat berdasarkan kedalaman analisis, kejelasan metodologi, orisinalitas gagasan, dan potensi manfaat sosial, dewan juri menetapkan tiga tim riset terbaik sebagai pemenang nasional tahun ini.
Juara pertama diraih oleh Lukman Al Rasyid, Robincar Tua Tambunan, dan Dzikri Tsabit Imani dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Mereka mengangkat penelitian berjudul “Implementasi Model Persamaan Struktur untuk Mengetahui Pengaruh Iklan Layanan Publik Berbasis Artificial Intelligence (AI) oleh Institusi Pemerintah terhadap Persepsi Masyarakat Indonesia.” Tim ini berhak atas hadiah Rp20 juta dan e-sertifikat.
Juara kedua diraih oleh Anisa Eka Febrianti, Aveny Raisa Maarif, dan Jihan Afifah Rizki Nabila dari Universitas Airlangga dengan riset berjudul “Pengaruh Persepsi Risiko Generative AI dan Upaya Adaptabilitas terhadap Kepuasan Finansial Pekerja Gig Digital Artist.” Mereka menerima hadiah Rp15 juta beserta e-sertifikat.
Sementara juara ketiga disabet oleh Muhammad Feryansyah dari Universitas Asahan lewat penelitian berjudul “Beli Sekarang Bayar Nanti Vs Menabung Sekarang Beli Nanti: Dampak Perilaku Konsumtif pada Gen Z.” Ia memperoleh hadiah Rp10 juta dan e-sertifikat.
Selain penghargaan utama, ketiga pemenang juga mendapatkan kesempatan magang di Telkomsel, voucher by.U, dan poin tSurvey sebagai bentuk apresiasi atas karya ilmiah mereka. Adapun tujuh finalis lainnya memperoleh uang tunai Rp500 ribu, e-sertifikat, dan voucher by.U senilai Rp240 ribu.
Tidak hanya itu, 100 peserta terpilih juga menerima tSurvey Points senilai total Rp7,5 juta serta akses Kompas.id Digital Premium selama satu bulan penuh sebagai bentuk dukungan bagi pengayaan wawasan akademik.
Telkomsel Dorong Lahirnya Riset Berbasis Data
Vice President Data Solutions and Digital Financial Services Telkomsel, Alfian Manullang, menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh peserta atas dedikasi dan kualitas riset yang ditunjukkan. Ia menilai kompetisi ini bukan sekadar ajang penghargaan, tetapi juga wadah pembinaan talenta muda di bidang riset digital.
“Kami mengucapkan selamat kepada seluruh pemenang yang telah menunjukkan dedikasi dan kualitas riset luar biasa. Kompetisi ini menegaskan komitmen Telkomsel lewat tSurvey untuk mendukung mahasiswa menghasilkan riset berbasis data yang akurat dan berdampak,” ujar Alfian.
Menurutnya, tingginya jumlah peserta yang mendaftar menjadi bukti nyata bahwa potensi riset di kalangan mahasiswa Indonesia sangat besar. Melalui kompetisi ini, Telkomsel berupaya membangun ekosistem riset yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Alfian menambahkan, kolaborasi antara Telkomsel, by.U, dan Kemdiktisaintek dalam penyelenggaraan kompetisi ini mencerminkan semangat sinergi lintas sektor. “Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Telkomsel untuk menghadirkan solusi beyond telco yang memberi nilai tambah bagi dunia pendidikan dan penelitian di Indonesia,” katanya.
Dampak Nyata bagi Dunia Pendidikan
Perwakilan juara pertama dari ITB, Lukman Al Rasyid, menilai kompetisi ini memberikan pengalaman berharga dalam melakukan riset berbasis data dengan pendekatan ilmiah yang efisien.
“Kompetisi ini tidak hanya mempermudah proses pengumpulan data yang akurat, tetapi juga memperluas wawasan kami mengenai pentingnya riset berbasis data bagi pengambilan kebijakan. Kami berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut agar semakin banyak ide inovatif yang lahir dari mahasiswa Indonesia,” ujar Lukman.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata dukungan Telkomsel terhadap pengembangan talenta digital muda Indonesia. Dengan pendekatan riset yang berbasis data, mahasiswa didorong untuk lebih peka terhadap perubahan teknologi serta tantangan sosial ekonomi di era digital.
Keberhasilan penyelenggaraan Kompetisi Riset Nasional 2025 menegaskan posisi tSurvey sebagai platform riset digital terdepan yang mendukung kegiatan akademik di Indonesia. Melalui sinergi dengan by.U dan Kemdiktisaintek, Telkomsel terus berkomitmen memperluas akses terhadap pendidikan dan penelitian yang berorientasi pada teknologi.
Inisiatif ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi nyata Telkomsel dalam membangun ekosistem riset digital yang kuat, berdaya saing, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat Indonesia masa kini. (red)















