Sumbardaily.com, Padang - Hujan disertai angin kencang menyebabkan sebuah pohon berukuran besar tumbang dan menimpa rumah warga di Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (16/3/2026) siang.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Sutan Syahrir, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Padang Selatan, sekitar pukul 11.46 WIB.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat, pohon yang tumbang berjenis mangga atau kuini dengan ukuran cukup besar.
Panjang pohon diperkirakan mencapai sekitar 20 meter dengan diameter batang sekitar 95 sentimeter. Ukuran tersebut membuat pohon yang roboh langsung mengenai bagian rumah warga yang berada di sekitarnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, kejadian tersebut dipicu oleh kondisi cuaca buruk yang melanda kawasan tersebut.
“Hujan dan angin kencang mengakibatkan pohon tumbang menimpa rumah warga,” katanya.
Akibat insiden tersebut, satu unit rumah warga mengalami kerusakan. Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian materi akibat kerusakan rumah tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta.
"Proses penanganan dilakukan dengan memotong bagian-bagian pohon agar tidak lagi membahayakan bangunan di sekitarnya. Hingga laporan terakhir disampaikan, proses pembersihan pohon tumbang masih berlangsung di lokasi kejadian," ucap Hendri.
Dalam proses evakuasi tersebut, BPBD Kota Padang tidak bekerja sendiri. Sejumlah pihak turut terlibat membantu penanganan di lapangan, di antaranya aparat Babinsa, pihak kelurahan setempat, PLN, serta warga sekitar termasuk seorang warga bernama Pak Kobeng.
Kehadiran berbagai unsur ini mempercepat proses pembersihan dan penanganan dampak pohon tumbang yang sempat mengganggu aktivitas warga di kawasan tersebut.
"BPBD Kota Padang melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) juga mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan kejadian kebencanaan atau potensi bahaya di lingkungan mereka," katanya.
Laporan dapat disampaikan melalui Call Center BPBD Kota Padang di nomor (0751) 778775 atau melalui layanan WhatsApp di 0858-9152-2181.
"Dengan pelaporan cepat dari masyarakat, petugas dapat segera melakukan penanganan untuk meminimalkan risiko kerusakan maupun potensi korban," pungkas Hendri. (adl)
















