Sumbardaily.com, Agam - Kabupaten Agam dilanda sejumlah bencana hidrometeorologi dalam rentang waktu kurang dari 24 jam. Mulai dari banjir bandang, luapan sungai, jalan amblas, hingga pohon tumbang terjadi di beberapa kecamatan setelah curah hujan tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu (22/11/2025).
Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam mencatat, sedikitnya empat kategori kejadian yang terjadi beruntun sejak Sabtu siang hingga Minggu pagi.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Agam, Rahmad Lasmono, membenarkan adanya rangkaian insiden tersebut dan menyebut tim sudah diterjunkan ke sejumlah titik terdampak.
Peristiwa pertama tercatat pada Sabtu siang di Jorong Kampuang Pasia, Nagari Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh.
"Hujan deras membuat sungai meluap dan merusak badan jalan Kampuang Pasia-Lurah Dalam sepanjang 25 meter dengan kedalaman amblas mencapai 2,5 meter. Selain itu, sekitar 3 hektare sawah warga terendam," katanya, Minggu (23/11/2025) siang.
Laporan bencana berikutnya diterima Minggu dini hari. Di Jorong Sungai Buluah, Nagari Cingkariang, Kecamatan Banuhampu, tiga rumah warga terendam banjir hingga ketinggian 80 sentimeter.
"Lima kepala keluarga terdampak, dengan dua rumah sudah surut, sementara satu rumah milik warga bernama Yulma masih tergenang. BPBD melakukan penyedotan air menggunakan mesin portabel untuk mempercepat penanganan," katanya.
Sekitar pukul 04.05 WIB, katanya, banjir bandang terjadi di Jorong Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya. Material kayu dan batu terbawa aliran deras hingga menutup akses jalan lingkar Sicawan-Paninjauan pada dua titik.
"Di titik pertama, material menutup jalan sepanjang 10 meter dengan tinggi 30 sentimeter. Pada titik kedua, ketinggian material mencapai 1 meter dan membuat jalan putus sepanjang 120 meter," katanya.
Tak hanya merusak akses jalan, banjir bandang tersebut menimbun tiga unit kolam renang, menghancurkan tiga bangunan saung semi permanen, merusak satu unit kafe, serta menimbun ladang dan sawah warga seluas 5 hektare.
"Kolam pembibitan ikan seluas 1 hektare ikut tertutup material lumpur. Akses air bersih melalui jaringan Pansimas juga terputus akibat perubahan aliran sungai," ungkapnya.
Di wilayah lain, kata Rahmad, tepatnya ruas jalan Palupuh-Bukittinggi, empat titik pohon tumbang sempat memblokir jalan raya.
"Insiden terjadi akibat hujan disertai angin kencang pada Minggu pagi. Setelah dilakukan pembersihan oleh BPBD, akses kendaraan kini kembali normal," ucapnya.
Rahmad Lasmono menyebut seluruh tim BPBD telah melakukan asesmen lapangan, pendataan kerusakan, serta koordinasi dengan pemerintah nagari, camat, dan dinas teknis terkait, termasuk Dinas PUTR Agam.
“Beberapa lokasi masih dalam tahap penanganan. Kami juga berkoordinasi untuk langkah lanjutan, terutama terkait infrastruktur yang rusak dan rumah warga terdampak,” ujar Rahmad.
BPBD Agam mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah rawan banjir bandang, luapan sungai dan longsor mengingat curah hujan diperkirakan masih tinggi dalam beberapa hari ke depan. (adl)
















