Sumbardaily.com, Padang – Layanan mobile banking PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, Muamalat Digital Islamic Network (MDIN), mencatatkan kinerja positif sepanjang Juli 2025. Jumlah transaksi di aplikasi tersebut tumbuh 13 persen secara tahunan (year on year/yoy), menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan nasabah terhadap layanan digital bank syariah pertama di Indonesia ini.
Berdasarkan catatan Bank Muamalat, hingga Juli 2025, jumlah transaksi MDIN mencapai 2,6 juta transaksi, naik dari 2,3 juta transaksi pada periode sama tahun sebelumnya. Dari sisi volume, nilai transaksi juga tumbuh 7,61 persen yoy, atau setara Rp3,1 triliun.
SEVP Operations Bank Muamalat, Dedy Suryadi Dharmawan, menyebut peningkatan ini didorong oleh dua faktor utama: bertambahnya jumlah pengguna serta beragam pengembangan fitur di MDIN. “Saat ini MDIN sudah dilengkapi 259 fitur dan telah diunduh lebih dari satu juta kali,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (29/8/2025).
Fitur Sosial Syariah Baru
Pada Juli 2025, Bank Muamalat juga menambahkan beberapa fitur baru untuk memperkuat ekosistem sosial syariah di MDIN. Salah satunya adalah fitur donasi bekerja sama dengan lembaga amil zakat nasional Daarut Tauhid Peduli (DT Peduli). Melalui aplikasi, nasabah kini dapat menyalurkan bantuan untuk program DT Peduli Palestina maupun DT Peduli Zakat.
Langkah ini diharapkan memperluas fungsi MDIN, bukan hanya sebagai kanal transaksi finansial, tetapi juga sarana partisipasi sosial berbasis syariah yang mudah diakses oleh pengguna.
Transaksi Favorit Nasabah
Jenis transaksi yang paling diminati pengguna MDIN sejauh ini meliputi transfer dana, pembayaran menggunakan QRIS, dan isi ulang uang elektronik. Untuk mendukung kebutuhan tersebut, Bank Muamalat aktif menggandeng mitra strategis agar layanan semakin lengkap dan relevan.
“Kami menambah mitra dan layanan, termasuk untuk top up uang elektronik. Dengan begitu, MDIN semakin mampu menjawab kebutuhan transaksi finansial dan nonfinansial nasabah,” jelas Dedy.
Fokus pada Generasi Z
Bank Muamalat juga menyoroti perubahan perilaku nasabah, terutama dari generasi Z yang menuntut layanan digital serba cepat, praktis, dan aman. Oleh karena itu, perseroan terus berinvestasi pada pengembangan platform yang lebih user-friendly agar mudah digunakan lintas segmen usia.
“Digitalisasi layanan perbankan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan. Kami ingin menghadirkan layanan yang sesuai gaya hidup generasi muda tanpa mengabaikan nilai syariah,” kata Dedy menambahkan.
Edukasi Keamanan Transaksi
Selain inovasi fitur, aspek keamanan juga mendapat perhatian khusus. Bank Muamalat secara konsisten melakukan edukasi agar nasabah lebih waspada terhadap potensi penipuan digital.
Bank mengingatkan nasabah untuk selalu bertransaksi melalui aplikasi resmi MDIN, portal cash management system (https://cms.bankmuamalat.com), MADINA (https://madina.bankmuamalat.co.id), maupun internet banking (https://ib.bankmuamalat.com). Nasabah juga diimbau tidak membagikan data pribadi kepada pihak lain serta memastikan instruksi transaksi diperhatikan dengan saksama.
Jika menemukan aktivitas mencurigakan, nasabah dapat segera melapor melalui kanal pengaduan resmi SalaMuamalat 1500016. Dengan langkah-langkah pencegahan ini, Bank Muamalat berharap tingkat kepercayaan terhadap layanan digital tetap terjaga seiring meningkatnya jumlah transaksi.
Pertumbuhan transaksi digital MDIN yang berkelanjutan menunjukkan bahwa digitalisasi di sektor perbankan syariah bukan hanya memperluas akses layanan, tetapi juga membuka ruang bagi kolaborasi sosial dan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. (red)
















