Adaik Suluah Nagari Tampilkan Nilai Luhur dan Tradisi Hidup Masyarakat Minangkabau

Adaik Suluah Nagari Tampilkan Nilai Luhur dan Tradisi Hidup Masyarakat Minangkabau

Miniatur bangunan Rumah Gadang ditampilkan di Pameran Adaik Suluah Nagari yang digelar di Museum Nasional Indonesia, Jakarta. (Foto: Instagram Aji Zulhakim)

Sumbardaily.com, Jakarta – Adaik Suluah Nagari tampil sebagai cerminan kekayaan budaya Minangkabau yang terwujud dalam beragam artefak adat, miniatur bangunan, dokumentasi visual, busana tradisional, perhiasan, hingga karya seni yang merepresentasikan nilai-nilai luhur serta tradisi kehidupan sehari-hari masyarakat nagari.

Ekspresi budaya tersebut dihadirkan secara komprehensif dalam sebuah pameran tematik yang digelar Kementerian Kebudayaan melalui Museum dan Cagar Budaya di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.

Pameran bertajuk Adaik Suluah Nagari (Adat Sebagai Pelita Nilai, Penjaga Marwah Nagari) ini menjadi bagian dari upaya pemajuan kebudayaan Nusantara sekaligus ruang apresiasi terhadap kearifan lokal Minangkabau.

Melalui pendekatan narasi visual dan artefaktual, pameran ini menampilkan bagaimana adat tidak hanya dipahami sebagai warisan simbolik, melainkan juga sebagai sistem nilai yang hidup dan membentuk tatanan sosial masyarakat.

Peresmian pameran dilakukan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang menegaskan bahwa Adaik Suluah Nagari tidak sekadar menjadi agenda seremonial, melainkan momentum penting untuk merayakan keberagaman budaya bangsa.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekayaan suku bangsa yang luar biasa, dan museum harus menjadi ruang yang mampu menghadirkan cerita kebudayaan tersebut secara utuh dan bermakna.

Fadli Zon menjelaskan bahwa koleksi yang dipamerkan mencerminkan ekspresi budaya Nusantara yang berakar kuat pada kearifan lokal Minangkabau. Artefak-artefak tersebut dinilai menyimpan nilai historis, filosofis, dan sosial yang menjadi fondasi dalam menjaga jati diri bangsa di tengah dinamika zaman.

“Koleksi yang ada di pameran Adaik Suluah Nagari ini merupakan ekspresi budaya yang terwujud dalam artefak, miniatur bangunan, dokumentasi, busana, perhiasan, dan juga karya-karya yang menunjukkan nilai-nilai luhur budaya serta tradisi kehidupan sehari-hari masyarakat Minangkabau. Masyarakat Minangkabau memang memiliki budaya yang kental, terutama hampir di setiap nagari yang biasanya dipimpin oleh seorang datuk,” ujar Fadli, dikutip Minggu (25/1/2026).

Lebih lanjut, Fadli Zon juga menekankan pentingnya peran Museum Nasional Indonesia sebagai tolok ukur pengelolaan museum di Tanah Air. Ia mendorong agar museum-museum di tingkat provinsi, kabupaten, hingga desa dapat mencontoh tata kelola, penyajian pameran, serta penyusunan narasi sejarah yang lebih kontekstual dan menarik bagi publik.

“Kita ingin menjadikan Museum Nasional ini sebagai semacam benchmark bagi museum-museum yang ada di daerah. Museum provinsi, kabupaten-kota, hingga desa jumlahnya cukup banyak. Harapannya, museum-museum provinsi terlebih dahulu bisa berbenah dengan mencontoh Museum Nasional, baik dari sisi storyline, tata pamer, peran edukator, konservator, dan aspek lainnya,” imbuhnya.

Pameran Adaik Suluah Nagari mengusung konsep tematik yang menghadirkan kekayaan budaya Minangkabau melalui khazanah artefak yang beragam. Pengunjung diajak menyelami perjalanan adat dan tradisi Minangkabau melalui miniatur rumah adat, busana dan perhiasan tradisional, naskah-naskah kuno, hingga lukisan seni yang merekam nilai-nilai kehidupan masyarakat nagari.

Fadli Zon berharap pameran Adaik Suluah Nagari mampu menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kekayaan budaya Minangkabau. Ia juga berharap pameran ini dapat menjadi pemicu bagi komunitas adat di daerah lain untuk menghadirkan kekayaan budayanya di ruang-ruang museum.

“Mudah-mudahan pameran ini bisa menjadi pemicu bagi komunitas dan adat daerah lain untuk mengadakan pameran di berbagai museum. Dengan begitu, kekayaan budaya yang kita miliki semakin luas dipamerkan dan diapresiasi, terutama oleh generasi muda,” tutupnya. (*)

Baca Juga

81 Tahun Sumbar, Capaian Pembangunan Berjalan di Tengah Risiko Bencana
81 Tahun Sumbar, Capaian Pembangunan Berjalan di Tengah Risiko Bencana
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
653 Sekolah Terdampak Bencana Hidrometeorologi di Sumbar Kembali Belajar
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Daffa Hadaya Hafal 30 Juz, Tak Bisa Melihat Sejak Lahir Kini Wakili Sumbar di MTQ Nasional
Daffa Hadaya Hafal 30 Juz, Tak Bisa Melihat Sejak Lahir Kini Wakili Sumbar di MTQ Nasional
Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Terbaru: Exit di Pasar Amor, Kubang Putih Tak Lagi Dilewati
Trase Tol Sicincin-Bukittinggi Terbaru: Exit di Pasar Amor, Kubang Putih Tak Lagi Dilewati
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada
Potensi Hujan Lebat di Sumbar 11-13 September, Warga Diminta Waspada