Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyalurkan bantuan darurat kepada sembilan kepala keluarga (KK) atau 41 jiwa yang terdampak kebakaran di Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh. Kebakaran yang menghanguskan sejumlah bangunan dan kendaraan itu diperkirakan menimbulkan kerugian hingga Rp 3 miliar.
Peninjauan lokasi sekaligus penyerahan bantuan dilaksanakan pada Selasa (13/10/2026). Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir hadir secara langsung bersama Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Padang Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, Lurah Limau Manis Barma Heri, Ketua Kelompok Siaga Bencana Kecamatan Pauh Sudirman, serta sejumlah elemen masyarakat setempat.
Peristiwa kebakaran tersebut terjadi pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 07.35 WIB. Api melalap sejumlah rumah petak, ruko, dan toko di kawasan itu. Tidak hanya bangunan, beberapa kendaraan serta gerobak kontainer minuman milik warga juga ikut terbakar.
Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 3 miliar. Untuk membantu warga memenuhi kebutuhan mendesak setelah kehilangan harta benda, Maigus menyerahkan bantuan tunai dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang sebesar Rp 1,5 juta untuk setiap kepala keluarga terdampak.
Maigus menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga Kelurahan Limau Manis. Ia juga memastikan Pemko Padang menyiapkan skema bantuan lanjutan melalui program Bantuan Sosial Tidak Terencana bagi warga yang terdampak kebakaran.
“Bantuan yang kita berikan merupakan wujud kehadiran Pemko Padang melalui Program Unggulan Padang Sigap dan Padang Melayani. Semoga dapat meringankan beban bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan,” ujar Maigus Nasir, dikutip Rabu (14/10/2026).
Untuk mempercepat penyaluran bantuan berikutnya, Maigus meminta jajaran terkait segera melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban. Pendataan tersebut perlu dilakukan secara akurat agar kebutuhan dan kondisi warga terdampak dapat teridentifikasi dengan baik.
Ia juga menginstruksikan agar proses pengurusan dokumen administrasi untuk pencairan bantuan dipercepat. Langkah tersebut ditujukan untuk mendukung kelancaran penyaluran bantuan lanjutan kepada keluarga yang membutuhkan setelah musibah kebakaran.
Selain penanganan terhadap korban, Maigus menyoroti pentingnya meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi kejadian serupa. Ia meminta Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di sejumlah titik strategis.
Menurutnya, ketersediaan alat pemadam di lokasi yang mudah dijangkau dapat membantu masyarakat melakukan penanganan awal ketika muncul api, sebelum petugas pemadam kebakaran tiba di tempat kejadian.
“Kami berharap Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat menyiapkan alat pemadam api ringan di titik-titik strategis. Sehingga masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi,” tambahnya.
Maigus turut mengingatkan masyarakat Kota Padang agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik. Ia menilai penggunaan stopkontak atau colokan listrik secara berlebihan dapat membuat instalasi kabel menjadi panas dan memicu kebakaran.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya pencegahan agar masyarakat lebih memperhatikan keamanan penggunaan perangkat listrik di rumah maupun tempat usaha. (*)
















