Sumbardaily.com - Sebanyak 52 mustahik di Kota Bukittinggi menerima bantuan zakat dengan total nilai Rp38.875.000. Penyaluran tersebut tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi juga membantu penerima mengembangkan usaha dan memenuhi biaya pendidikan.
Bantuan zakat itu disalurkan Pemerintah Kota Bukittinggi bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bukittinggi. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis di Aula Kantor Baznas Kota Bukittinggi, Kamis (8/10/2026).
Ketua Baznas Kota Bukittinggi Yandri Gusdianto mengatakan, dana zakat yang disalurkan mencapai Rp38.875.000 untuk 52 penerima manfaat. Penyaluran dilakukan melalui sejumlah program sesuai dengan kebutuhan para mustahik.
Rinciannya, sebanyak 33 orang menerima bantuan modal usaha melalui program Bukittinggi Makmur dengan total Rp25.375.000. Kemudian, 18 orang memperoleh bantuan biaya hidup melalui program Bukittinggi Peduli dengan nilai keseluruhan Rp13.100.000.
Sementara itu, satu orang mendapatkan bantuan biaya pendidikan sebesar Rp400.000.
"Untuk nominal per orang bervariasi mulai dari Rp400.000 hingga Rp1.000.000 karena penyaluran bantuan disesuaikan dengan kondisi masing-masing mustahik atau penerima manfaat," ungkap Yandri.
Besaran bantuan yang diterima masing-masing mustahik tidak dibuat sama. Nilainya disesuaikan dengan kondisi penerima, mulai dari Rp400.000 hingga Rp1.000.000.
Dari total penerima, bantuan modal usaha menjadi bagian terbesar dalam penyaluran zakat kali ini. Melalui program Bukittinggi Makmur, bantuan diarahkan kepada 33 penerima dengan harapan dapat mendukung kegiatan usaha yang dijalankan.
Selain bantuan untuk usaha, Baznas juga memberikan dukungan untuk kebutuhan hidup melalui program Bukittinggi Peduli. Bantuan tersebut diberikan kepada 18 penerima dengan total nilai Rp13.100.000.
Sementara itu, bantuan pendidikan diberikan kepada satu penerima dengan nilai Rp400.000.
Wakil Wali Kota Bukittinggi Ibnu Asis mengapresiasi Baznas Kota Bukittinggi yang terus menjalankan amanah dalam menghimpun serta menyalurkan zakat kepada masyarakat yang membutuhkan.
Menurutnya, pendistribusian zakat merupakan salah satu bentuk kepedulian bersama untuk mendukung kesejahteraan sekaligus kemandirian masyarakat.
"Pemko Bukittinggi mendukung penguatan peran Baznas dalam membantu penanggulangan kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat. Kami berharap bantuan melalui program Bukittinggi Makmur, Bukittinggi Peduli dan Bukittinggi Sehat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya, sehingga penerima semakin mandiri dan ke depan dapat menjadi muzaki," ungkapnya.
Penyaluran tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat peran zakat dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Bantuan tidak hanya diarahkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menyasar modal usaha dan pendidikan.
Pemko Bukittinggi berharap bantuan yang diterima dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya sehingga para penerima manfaat dapat semakin mandiri. Dalam jangka panjang, penerima bantuan juga diharapkan mampu berkembang hingga menjadi muzaki. (*)
















