Sumbardaily.com – Temuan potongan kaki di kawasan yang terdampak banjir bandang atau galodo Kabupaten Solok sempat membuat warga geger. Benda yang ditemukan di sebuah bangunan tersebut awalnya diduga sebagai bagian tubuh manusia.
Setelah menjalani pemeriksaan medis, dugaan tersebut akhirnya terbantahkan. Bagian tubuh yang ditemukan dipastikan bukan bagian tubuh manusia. Berdasarkan pemeriksaan luar dan ciri anatomisnya, bagian tersebut merupakan tubuh hewan yang disebut menyerupai simpanse.
Kabag Ops Polres Solok AKP Indra KS mengatakan pemeriksaan dilakukan secara intensif setelah temuan tersebut dilaporkan. Hasil pemeriksaan menunjukkan bagian tubuh tersebut tidak mempunyai karakteristik anatomi manusia.
“Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif ternyata potongan kaki hewan sejenis simpanse,” ujar Indra dikutip Rabu (30/9/2026).
Temuan itu sebelumnya terjadi di Rumah Makan Kayu Aro. Bangunan tersebut berada di samping kompleks Kantor Bupati Solok, salah satu kawasan yang terdampak banjir bandang beberapa hari sebelumnya.
Benda yang ditemukan tim gabungan kemudian dibawa untuk menjalani pemeriksaan luar di RSUD Arosuka pada Minggu (27/9/2026). Pemeriksaan dilakukan oleh dokter RSUD Arosuka, dr. Muhammad Fikri El-Khair, dengan disaksikan oleh pihak terkait.
Ciri Fisik Berbeda dari Anatomi Manusia
Pemeriksaan terhadap bagian tubuh tersebut menemukan sejumlah ciri anatomis yang menjadi petunjuk. Bagian yang ditemukan diketahui merupakan potongan dari paha hingga telapak kaki.
Pada seluruh bagian permukaannya terdapat rambut lebat berwarna hitam. Kondisi tersebut menjadi salah satu karakteristik yang diperhatikan dalam pemeriksaan terhadap benda yang sebelumnya diduga sebagai potongan tubuh manusia.
Selain rambut, struktur jari pada bagian kaki juga memperlihatkan karakteristik yang berbeda dengan anatomi manusia. Jari-jari kaki tersebut memiliki susunan tertentu, sementara bagian jempol terlihat berukuran relatif lebih panjang dibandingkan jari lainnya.
Karakteristik fisik tersebut kemudian menjadi dasar dalam pemeriksaan luar yang dilakukan dokter. Dari hasil pengamatan terhadap bentuk dan struktur bagian tubuh yang ditemukan, dokter menyimpulkan bahwa benda tersebut tidak tampak sebagai potongan tubuh manusia.
Hasil pemeriksaan itu sekaligus menjawab tanda tanya yang sebelumnya muncul setelah temuan tersebut diketahui masyarakat. Dugaan awal mengenai potongan tubuh manusia tidak terbukti berdasarkan pemeriksaan medis yang dilakukan di RSUD Arosuka.
Dengan demikian, informasi mengenai benda yang ditemukan di kawasan terdampak banjir bandang tersebut tidak lagi semata-mata berdasarkan dugaan awal. Pemeriksaan terhadap ciri fisik dan anatominya menunjukkan bahwa bagian tersebut merupakan potongan kaki hewan yang disebut sejenis simpanse.
Polisi Ingatkan Warga Tak Sebarkan Informasi Belum Terverifikasi
Polres Solok turut mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam menyikapi informasi terkait temuan benda maupun bagian tubuh di kawasan bencana. Masyarakat diminta tidak langsung menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
Imbauan tersebut disampaikan untuk mencegah munculnya keresahan akibat kabar yang belum terverifikasi. Terlebih, temuan tersebut berada di kawasan yang sebelumnya terdampak banjir bandang sehingga informasi mengenai kondisi di lapangan dapat menjadi perhatian masyarakat.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama terkait temuan benda atau bagian tubuh di kawasan bencana,” sebut Indra.
















