Sumbardaily.com – Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming menemui langsung warga yang mengungsi akibat banjir bandang atau galodo di Kabupaten Solok, saat mengunjungi lokasi bencana pada Jumat (25/9/2026). Di Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Kecamatan Gunung Talang, Gibran berdialog dengan para korban untuk memastikan keselamatan serta kebutuhan dasar mereka selama masa tanggap darurat terpenuhi.
Kunjungan tersebut dilakukan empat hari setelah banjir bandang menerjang kawasan Arosuka pada Senin malam (21/9/2026). Gibran datang untuk melihat kondisi warga secara langsung sekaligus memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal.
Setibanya di Kabupaten Solok, Gibran langsung menuju Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro yang berada di Jalan Kayu Aro, Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang. Di tempat itu, ia berdialog dengan warga untuk mendengarkan kondisi yang mereka alami setelah bencana sekaligus mengetahui kebutuhan yang diperlukan selama berada di pengungsian.
Pertemuan dengan warga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan masyarakat terdampak memperoleh perlindungan dan kebutuhan dasar selama masa tanggap darurat. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta seluruh unsur terkait juga terus berkoordinasi untuk menangani kondisi darurat dan menyiapkan proses pemulihan.
"Saya memahami kondisi ini berat bagi Bapak dan Ibu. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah akan terus berkoordinasi untuk melakukan langkah tanggap darurat dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan," ungkapnya.
Keselamatan Warga Jadi Prioritas
Dalam dialog dengan para pengungsi, Gibran menegaskan keselamatan warga menjadi perhatian utama dalam penanganan bencana. Selain keselamatan, kebutuhan mendesak masyarakat yang terdampak juga diminta segera dipenuhi selama masa tanggap darurat.
Ia menyebut telah menyampaikan arahan tersebut kepada jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan perwakilan pemerintah pusat yang berada di lapangan. Penanganan darurat harus diarahkan untuk memastikan warga tetap aman dan kebutuhan mendesak mereka dapat terpenuhi.
"Saya sudah sampaikan pada jajaran Forkopimda dan perwakilan pemerintah pusat di lapangan, bahwa langkah penanganan darurat harus memprioritaskan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan mendesak Bapak Ibu semua. Keselamatan Bapak Ibu yang utama," tegasnya.
Selain memastikan kebutuhan masyarakat di pengungsian, Gibran juga memperhatikan dampak banjir bandang terhadap kehidupan warga. Kerusakan rumah, lahan pertanian, dan hewan ternak menjadi bagian dari dampak bencana yang perlu segera didata.
Pendataan tersebut diperlukan agar kerugian masyarakat dapat diketahui dan proses pemulihan dilakukan secara cepat serta tepat sasaran. Warga yang rumah, lahan pertanian, atau hewan ternaknya terdampak diminta menyampaikan informasi tersebut kepada petugas di lapangan.
"Terkait rumah dan lahan pertanian milik warga yang mengalami kerusakan, saat ini sedang dilakukan pendataan. Segera sampaikan kepada petugas di lapangan terkait rumah, lahan pertanian, hewan ternak yang jadi imbas akibat bencana. Pemerintah pastikan untuk melakukan penggantian dan pemulihannya," ujarnya.
Rumah Warga yang Tak Bisa Ditempati Akan Dibangun Kembali
Dalam dialog di lokasi pengungsian, salah seorang warga menyampaikan kondisi rumahnya yang sudah tidak dapat ditempati setelah terdampak bencana.
Gibran kemudian memastikan rumah warga yang telah masuk dalam pendataan akan ditindaklanjuti. Pemerintah akan membangun kembali rumah tersebut, dengan lokasi pembangunan nantinya ditentukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok di tempat yang dinilai lebih aman.
"Ibu, rumahnya sudah didata. Nanti akan kami bangun kembali. Lokasinya akan ditentukan Bupati di tempat yang lebih aman," ungkapnya.
Pemulihan tempat tinggal menjadi salah satu bagian penting dalam penanganan dampak banjir bandang. Selain rumah, pemerintah juga melakukan pendataan terhadap kerusakan lahan pertanian dan dampak terhadap hewan ternak warga.
Warga diminta menyampaikan kondisi kerusakan yang mereka alami kepada petugas agar seluruh dampak bencana dapat tercatat. Data tersebut menjadi bagian dari proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak.
KK dan KTP Warga Terdampak Ikut Jadi Perhatian
Persoalan yang dihadapi warga setelah bencana tidak hanya berkaitan dengan kerusakan tempat tinggal dan sumber penghidupan. Gibran juga menyoroti kemungkinan hilang atau rusaknya dokumen kependudukan akibat galodo.
Karena itu, pemerintah daerah diminta mengoordinasikan pengurusan kembali dokumen administrasi masyarakat yang terdampak. Kartu keluarga (KK), KTP, serta dokumen administrasi lainnya perlu segera ditangani agar warga tidak mengalami kendala dalam memenuhi kebutuhan administrasi setelah bencana.
"Selain rumah, perlu ditindaklanjuti penanganan administrasi dokumen-dokumen, KK, KTP. Itu nanti Pak Bupati harus koordinir, ya," tambah Gibran.
Arahan tersebut menjadi bagian dari penanganan warga secara menyeluruh. Pemulihan pascabencana tidak hanya menyangkut tempat tinggal dan fasilitas fisik, tetapi juga kebutuhan administrasi masyarakat yang terdampak.
Galodo Arosuka Sebabkan Dua Orang Meninggal
Galodo menerjang wilayah Arosuka pada Senin malam (21/9/2026). Bencana tersebut terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut.
Akibat bencana itu, dua orang meninggal dunia. Pemerintah daerah bersama unsur terkait lainnya hingga Jumat (25/9/2026) masih melakukan berbagai langkah penanganan darurat di wilayah terdampak.
Dalam kunjungannya, Gibran juga memberikan perhatian terhadap kelompok rentan yang terdampak bencana. Kelompok tersebut meliputi ibu hamil, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, dan anak-anak.
Penanganan terhadap kelompok rentan menjadi perhatian khusus dalam masa tanggap darurat. Melalui kunjungan langsung tersebut, Gibran ingin memastikan proses penanganan di lapangan berjalan cepat, terkoordinasi, serta menyesuaikan kebutuhan warga.
Tinjau Posko Utama Penanggulangan Bencana
Setelah mengunjungi Posko Pengungsi Balai Pemuda Kayu Aro, Gibram melanjutkan agenda ke Posko Utama Penanggulangan Bencana Kabupaten Solok.
Posko tersebut berada di Lapangan Kantor Bupati Solok, Jalan Raya Padang-Solok. Di lokasi itu, Gibran memberikan arahan secara langsung kepada jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Solok dan unsur terkait lainnya.
Kunjungan ke posko utama dilakukan untuk melihat penanganan bencana yang sedang berlangsung sekaligus memastikan koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur terkait berjalan dalam penanganan kondisi darurat.
Rangkaian kunjungan kemudian berlanjut ke sejumlah rumah warga yang terdampak banjir bandang di Desa Koto Gaek Guguak, Kecamatan Gunung Talang.
Di lokasi tersebut, Gibran melihat langsung kondisi rumah warga yang terdampak material banjir. Rumah-rumah yang terdampak masih dalam proses pembersihan dari material yang terbawa banjir.
Ia juga kembali berdialog dengan warga di lokasi tersebut. Dialog dilakukan untuk mendengarkan kondisi masyarakat sekaligus mengetahui kebutuhan mereka setelah bencana melanda.
Pemerintah Pastikan Penanganan Berlanjut ke Tahap Pemulihan
Kunjungan Gibran ke sejumlah titik terdampak di Kabupaten Solok menunjukkan penanganan bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah juga mulai memastikan kebutuhan pemulihan warga dapat dipetakan melalui pendataan kerusakan dan kerugian.
Rumah yang terdampak, lahan pertanian, hewan ternak, hingga dokumen kependudukan menjadi bagian dari persoalan yang perlu ditangani. Untuk rumah warga yang tidak lagi dapat ditempati, pemerintah memastikan akan dilakukan pembangunan kembali dengan lokasi yang ditentukan Bupati Solok di tempat yang lebih aman.
Sementara itu, kebutuhan administrasi masyarakat juga diminta segera dikoordinasikan pemerintah daerah. Penanganan KK, KTP, dan dokumen administrasi lainnya diperlukan bagi warga yang dokumennya hilang atau rusak akibat bencana.
Selama proses tersebut berlangsung, keselamatan warga tetap menjadi prioritas. Pemenuhan kebutuhan mendesak masyarakat di pengungsian juga menjadi bagian utama penanganan pada masa tanggap darurat.
Gibran turut memastikan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus berkoordinasi agar penanganan dan pemulihan pascabencana berjalan optimal di lapangan.
Dalam peninjauan tersebut, Gibran didampingi Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah, Kepala BNPB Suharyanto, serta segenap jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar dan Kabupaten Solok. (*)
















