Perkuat Keselamatan, HKA Gelar Simulasi Vertical Rescue di Tol Kutepat

Sumbardaily.com – Penanganan kecelakaan di jalan tol tidak selalu cukup dilakukan dari badan jalan. Kondisi geografis Jalan Tol Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat (Kutepat) yang memiliki kawasan perbukitan, lereng curam, hingga jembatan tinggi membuat petugas layanan operasi harus memiliki kemampuan khusus untuk menjangkau korban di lokasi yang sulit diakses.

Kesiapan tersebut diperkuat PT Hakaaston (HKA) selaku operator layanan operasi Jalan Tol Kutepat yang dikelola PT Hutama Marga Waskita (HMW). HKA bersama Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Sumatera Utara melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan menggelar pelatihan sekaligus simulasi vertical rescue di kawasan Sinaksak, Sumatera Utara, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan petugas dalam menghadapi kondisi darurat yang membutuhkan proses evakuasi melalui medan vertikal. Dalam rangkaian kegiatan itu, HKA juga menerima piagam penghargaan dari Basarnas Sumatera Utara melalui Kantor Pencarian dan Pertolongan Medan.

Penghargaan tersebut diberikan atas penyelenggaraan simulasi vertical rescue di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS). Dalam piagam penghargaan itu, HKA disebut sebagai mitra operator jalan tol pertama yang menghadirkan terobosan melalui penyelenggaraan simulasi vertical rescue di JTTS.

Simulasi yang digelar di kawasan Sinaksak tersebut sekaligus menjadi puncak dari rangkaian pelatihan yang sebelumnya diikuti petugas layanan operasi HKA bersama tim Basarnas.

Petugas Dilatih Hadapi Evakuasi di Bawah Jembatan

Pelatihan vertical rescue dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik medan yang terdapat di Ruas Tol Kutepat. Jalan tol tersebut melintasi kawasan perbukitan yang memiliki sejumlah titik dengan lereng curam serta struktur jembatan yang tinggi.

Kondisi itu membuat penanganan keadaan darurat memiliki tantangan tersendiri. Tidak semua korban dalam sebuah kejadian dapat dijangkau langsung dari badan jalan. Pada kondisi tertentu, petugas harus mampu turun ke area di bawah jembatan atau menjangkau lereng di sisi jalan tol yang sulit diakses.

Karena itu, kemampuan melakukan pertolongan di medan ekstrem menjadi salah satu kompetensi yang diperlukan petugas layanan operasi. Pelatihan bersama Basarnas memberikan pembekalan teknis agar petugas dapat mengambil tindakan secara tepat ketika menghadapi kondisi darurat di lokasi dengan tingkat akses yang terbatas.

Materi pelatihan mencakup berbagai teknik penyelamatan, termasuk cara menurunkan dan menarik korban dari ketinggian dengan menggunakan sistem tali. Petugas juga mendapatkan pembelajaran mengenai cara mengamankan korban di atas tandu ketika proses evakuasi dilakukan melalui medan vertikal maupun lereng.

Selain teknik evakuasi, penggunaan peralatan penyelamatan secara aman juga menjadi bagian dari materi yang diberikan. Dengan pembekalan tersebut, petugas diharapkan memahami tahapan pertolongan sekaligus mampu menggunakan perlengkapan penyelamatan dengan memperhatikan aspek keamanan.

Pelatihan juga menekankan pentingnya memanfaatkan golden time, yakni rentang waktu kritis yang sangat menentukan keselamatan korban. Kecepatan dalam mengambil tindakan menjadi salah satu bagian penting ketika petugas harus memberikan pertolongan dalam situasi darurat.

Kemampuan Petugas Diuji dalam Simulasi Nyata

Materi yang telah diberikan tidak berhenti pada pembelajaran teori. Seluruh kemampuan petugas kemudian diuji melalui simulasi secara langsung di lapangan.

Dalam simulasi tersebut, petugas melakukan evakuasi fisik terhadap korban secara langsung di area ketinggian. Proses pertolongan dilakukan dengan menghadapi kondisi yang menyerupai situasi sebenarnya, termasuk evakuasi dari struktur jembatan dan lereng yang berada di sisi jalan tol.

Pengujian secara langsung tersebut dilakukan untuk memastikan prosedur pertolongan dapat diterapkan secara cepat, tepat, dan aman ketika menghadapi kondisi darurat yang sebenarnya.

Dengan simulasi itu, petugas layanan operasi HKA tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik vertical rescue, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam menerapkan prosedur evakuasi pada medan yang memiliki karakteristik sulit.

Penyelenggaraan pelatihan dan simulasi tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Hutama Marga Waskita (Hamawas) sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) Ruas Kutepat.

Sinergi antara Hamawas sebagai pemegang konsesi dan HKA sebagai operator layanan operasi menjadi fondasi dalam menjaga standar keselamatan sekaligus kualitas pelayanan di ruas tol tersebut. Kolaborasi itu juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapan menghadapi kondisi darurat secara berkelanjutan.

HKA: Rasa Aman Pengguna Jalan Bagian dari Layanan

Direktur Operasi HKA Aminudin Azis mengatakan pelatihan vertical rescue menjadi bentuk kesiapan perusahaan dalam menjawab tantangan operasional di Ruas Tol Kutepat yang memiliki kondisi geografis menantang.

Menurut Azis, kesiapan petugas tidak cukup hanya diarahkan untuk menghadapi insiden yang terjadi di badan jalan. Petugas juga perlu memiliki kemampuan menangani keadaan darurat yang terjadi di titik-titik yang sulit dijangkau.

"Setiap ruas memiliki tantangannya sendiri. Di Kutepat, kami tidak bisa hanya bersiap untuk kejadian di badan jalan, tetapi juga untuk kondisi darurat di titik-titik yang sulit dijangkau. Karena itu, kami membekali petugas dengan kemampuan pertolongan di ketinggian bersama Basarnas, agar ketika situasi itu terjadi, mereka sudah siap dan tahu apa yang harus dilakukan," ujar Azis, dikutip Jumat (25/9/2026).

Ia menilai apresiasi yang diberikan Basarnas melalui piagam penghargaan menjadi dorongan bagi HKA untuk terus meningkatkan kesiapan petugas layanan operasi.

"Apresiasi dari Basarnas ini kami maknai sebagai dorongan untuk terus meningkatkan kesiapan petugas. Capaian ini juga tidak lepas dari dukungan Hamawas yang memiliki komitmen yang sama terhadap keselamatan pengguna jalan. Bagi kami, rasa aman pengguna jalan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari layanan operasi," tambahnya.

Bagian dari Penerapan Nilai DMS

Pelatihan dan simulasi vertical rescue tersebut juga menjadi salah satu bentuk penerapan nilai Disiplin, Melayani, dan Selamat (DMS) yang menjadi ikrar insan HKA.

Kesiapan menghadapi keadaan darurat di medan sulit dipandang sebagai bagian dari pelayanan operasi jalan tol. Petugas tidak hanya dituntut menjaga kelancaran lalu lintas, tetapi juga memiliki kesiapan memberikan perlindungan kepada pengguna jalan ketika menghadapi berbagai situasi darurat.

Melalui pelatihan bersama Basarnas, kemampuan tersebut terus diperkuat agar petugas memiliki bekal ketika harus menangani korban di lokasi yang tidak dapat dijangkau dengan cara evakuasi biasa.

Ke depan, HKA menyatakan akan terus memperkuat kompetensi petugas layanan operasi melalui pelatihan berkala. Penguatan kemampuan itu juga akan dilakukan melalui kolaborasi dengan BUJT dan instansi terkait.

Langkah tersebut sejalan dengan Asta Cita ke-4 pemerintah dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia. Pada saat yang sama, upaya peningkatan kompetensi petugas menjadi bagian dari transformasi HKA menuju Indonesia's Most Valuable Infrastructure Asset Management Company (IM-V-IAM).

Melalui peningkatan kompetensi dan kolaborasi tersebut, HKA menargetkan layanan operasi yang semakin andal sekaligus berorientasi pada keselamatan pengguna jalan, termasuk dalam menghadapi kondisi darurat di medan ekstrem sepanjang Ruas Tol Kutepat. (*)

Baca Juga

Dorong Tata Kelola Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Dorong Tata Kelola Adaptif, HKA Raih Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026
Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Teken Perjanjian Penggabungan Bersyarat
Penataan Anak Usaha BUMN, HKA dan TBKA Teken Perjanjian Penggabungan Bersyarat
Jalan Berlumpur di Jalan Sutan Syahrir Dibersihkan, Damkar Pesisir Selatan Imbau Pengendara Waspada
Jalan Berlumpur di Jalan Sutan Syahrir Dibersihkan, Damkar Pesisir Selatan Imbau Pengendara Waspada
HKA Bukukan Pendapatan Rp1,49 Triliun, Kinerja Bisnis Lampaui RKAP
HKA Bukukan Pendapatan Rp1,49 Triliun, Kinerja Bisnis Lampaui RKAP
HKA Hadirkan TROMS, Sistem Cerdas untuk Operasional Jalan Tol Modern
HKA Hadirkan TROMS, Sistem Cerdas untuk Operasional Jalan Tol Modern
Lonjakan Lalu Lintas Diprediksi 30 Persen saat Nataru, Hutama Karya Perkuat Layanan JTTS
Lonjakan Lalu Lintas Diprediksi 30 Persen saat Nataru, Hutama Karya Perkuat Layanan JTTS