Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah

Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah

Ilustrasi Hujan (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com - Cuaca Indonesia pada penghujung September 2026 diprediksi tidak seragam. Saat sebagian besar wilayah masuk kategori curah hujan rendah, sejumlah daerah justru berpeluang menerima hujan dengan intensitas menengah hingga tinggi.

Berdasarkan prediksi pada Dasarian III September 2026, curah hujan kategori rendah menjadi pola yang paling dominan di Indonesia. Kondisi ini tercermin dari persentase wilayah yang mencapai 63,31 persen.

Sementara itu, wilayah dengan curah hujan kategori menengah diprediksi mencapai 36,31 persen. Adapun curah hujan kategori tinggi hanya mencakup 0,38 persen wilayah.

Untuk kategori sangat tinggi, tidak ada wilayah yang masuk dalam prediksi tersebut. Persentasenya tercatat 0,00 persen.

Pola ini menunjukkan bahwa cuaca Indonesia pada akhir September 2026 memiliki sebaran hujan yang berbeda-beda. Sebagian besar daerah diperkirakan menerima curah hujan 0-50 milimeter per dasarian, sedangkan sejumlah wilayah lainnya berada pada rentang 50-150 milimeter dan 150-300 milimeter per dasarian.

Wilayah dengan hujan rendah

Kategori hujan rendah atau 0-50 mm per dasarian diprediksi mendominasi banyak wilayah Indonesia. Di Pulau Sumatera, sejumlah daerah di Aceh yang masuk kategori ini antara lain Kota Banda Aceh, Aceh Utara dan Kota Lhokseumawe.

Di Kepulauan Riau terdapat Kota Batam, Lingga, Bintan dan Kota Tanjung Pinang. Sementara di Jambi, daerah yang masuk kategori rendah ialah Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Timur.

Bengkulu juga memiliki wilayah dengan prediksi hujan rendah, yakni Kota Bengkulu.

Di Sumatera Selatan, wilayah tersebut meliputi Empat Lawang, Lahat, Musi Banyuasin, Muara Enim, Ogan Komering Ulu Selatan, Penukal Abab Lematang Ilir, Ogan Komering Ulu, Banyuasin, Kota Prabumulih, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Ilir, Kota Palembang dan Ogan Komering Ilir.

Kepulauan Bangka Belitung juga didominasi sejumlah wilayah dalam kategori ini, yakni Bangka Barat, Bangka, Bangka Tengah, Bangka Selatan, Kota Pangkal Pinang, Belitung dan Belitung Timur.

Di Lampung, hampir seluruh kabupaten dan kota masuk kategori hujan rendah. Wilayah tersebut mencakup Pesisir Barat, Lampung Barat, Way Kanan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Tengah, Pringsewu, Tulang Bawang Barat, Pesawaran, Mesuji, Lampung Selatan, Tulang Bawang, Kota Bandar Lampung, Kota Metro dan Lampung Timur.

Banten juga tercatat dalam kategori yang sama, meliputi Pandeglang, Serang, Lebak, Kota Cilegon, Kota Serang, Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

Seluruh wilayah DKI Jakarta diprediksi berada dalam kategori hujan rendah. Daerah tersebut mencakup Administrasi Kepulauan Seribu, Kota Administrasi Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

Di Jawa Barat, wilayah yang masuk kategori rendah antara lain Sukabumi, Cianjur, Kota Bekasi, Kota Sukabumi, Bekasi, Karawang, Bandung Barat, Purwakarta, Bandung, Garut, Subang, Kota Cimahi, Kota Bandung, Sumedang, Indramayu, Tasikmalaya, Majalengka, Ciamis, Kota Tasikmalaya, Cirebon, Pangandaran, Kuningan, Kota Cirebon dan Kota Banjar.

Jawa Tengah juga didominasi kategori hujan rendah. Wilayahnya meliputi Cilacap, Brebes, Banyumas, Tegal, Kota Tegal, Pemalang, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Pekalongan, Kota Pekalongan, Batang, Wonosobo, Purworejo, Kendal, Temanggung, Magelang, Jepara, Kota Semarang, Semarang, Boyolali, Demak, Kota Salatiga, Klaten, Grobogan, Sukoharjo, Kudus, Sragen, Kota Surakarta, Wonogiri, Pati, Karanganyar, Blora dan Rembang.

Daerah Istimewa Yogyakarta meliputi Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kota Yogyakarta dan Gunungkidul.

Di Jawa Timur, kategori rendah mencakup Pacitan, Ngawi, Magetan, Ponorogo, Bojonegoro, Trenggalek, Madiun, Kota Madiun, Tuban, Nganjuk, Tulungagung, Kediri, Kota Kediri, Blitar, Lamongan, Jombang, Kota Blitar, Mojokerto, Malang, Gresik, Kota Mojokerto, Sidoarjo, Kota Batu, Pasuruan, Kota Malang, Kota Surabaya, Bangkalan, Kota Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Sampang, Kota Probolinggo, Jember, Pamekasan, Situbondo, Sumenep, Bondowoso dan Banyuwangi.

Di Bali, daerah yang diprediksi mengalami hujan rendah ialah Buleleng, Jembrana, Tabanan, Badung, Kota Denpasar, Bangli, Gianyar, Karangasem dan Klungkung.

Nusa Tenggara Barat meliputi Lombok Barat, Lombok Utara, Kota Mataram, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima.

Nusa Tenggara Timur mencakup Sumba Barat Daya, Sumba Barat, Manggarai Barat, Sumba Tengah, Sumba Timur, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Sabu Raijua, Rote Ndao, Flores Timur, Lembata, Kupang, Kota Kupang, Alor, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Malaka dan Belu.

Di Kalimantan, kategori rendah terdapat di Ketapang, Kalimantan Barat. Kalimantan Tengah meliputi Sukamara, Lamandau, Kotawaringin Barat, Seruyan, Kotawaringin Timur, Katingan, Murung Raya, Kota Palangkaraya, Pulang Pisau, Kapuas, Barito Utara, Barito Selatan dan Barito Timur.

Kalimantan Selatan mencakup Barito Kuala, Kota Banjarmasin, Banjar, Tanah Laut, Kota Banjarbaru, Tapin, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Selatan, Tabalong, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bumbu, Balangan dan Kotabaru.

Kalimantan Timur meliputi Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Paser, Kutai Timur, Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kota Samarinda dan Kota Bontang.

Di Sulawesi Selatan, wilayah yang masuk kategori rendah ialah Pangkajene Kepulauan, Takalar, Tana Toraja, Kota Makassar, Gowa, Pinrang, Pangkajene dan Kepulauan, Maros, Jeneponto, Barru, Kota Parepare, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang, Sidenreng Rappang, Bone, Soppeng, Luwu, Wajo, Bantaeng, Sinjai, Bulukumba, Kota Palopo, Kepulauan Selayar dan Luwu Timur.

Sulawesi Barat mencakup Mamuju, Majene, Polewali Mandar, Mamasa, Mamuju Tengah dan Pasangkayu. Sulawesi Tenggara meliputi Kolaka Utara, Kolaka Timur, Kolaka, Konawe, Bombana, Konawe Utara, Buton Tengah, Konawe Selatan, Muna Barat, Muna, Kota Kendari, Buton Selatan, Buton, Kota Bau Bau, Buton Utara, Konawe Kepulauan dan Wakatobi.

Sulawesi Tengah meliputi Donggala, Sigi, Kota Palu, Parigi Moutong, Poso, Toli Toli, Morowali Utara, Tojo Una Una, Buol, Morowali, Banggai, Banggai Kepulauan dan Banggai Laut.

Gorontalo mencakup Pohuwato, Gorontalo Utara, Boalemo, Gorontalo, Kota Gorontalo dan Bone Bolango. Sulawesi Utara meliputi Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow, Kota Kotamobagu, Bolaang Mongondow Timur, Minahasa Selatan, Minahasa Tenggara, Minahasa, Kota Manado, Kota Tomohon, Minahasa Utara, Kota Bitung, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Kepulauan Sangihe dan Kepulauan Talaud.

Di Maluku Utara, wilayah kategori rendah terdiri atas Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Kota Ternate, Halmahera Selatan, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Barat, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah dan Pulau Morotai.

Maluku meliputi Maluku Barat Daya, Buru Selatan, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tengah, Kota Ambon, Seram Bagian Timur, Kepulauan Tanimbar, Kota Tual, Maluku Tenggara dan Kepulauan Aru.

Di Tanah Papua, kategori rendah mencakup Raja Ampat dan Kota Sorong di Papua Barat Daya. Papua Barat meliputi Fak Fak, Teluk Bintuni, Kaimana, Pegunungan Arfak, Manokwari dan Manokwari Selatan.

Papua mencakup Biak Numfor, Kepulauan Yapen, Supiori, Mamberamo Raya, Sarmi, Jayapura, Keerom dan Kota Jayapura. Papua Pegunungan meliputi Nduga, Lanny Jaya dan Jayawijaya.

Sementara itu, Papua Tengah mencakup Mimika dan Dogiyai. Papua Selatan meliputi Asmat, Merauke, Mappi dan Boven Digoel.

Sumbar masuk kategori menengah, sebagian wilayah lebih basah

Berbeda dengan banyak daerah yang berada pada kategori rendah, Sumatera Barat diprediksi dominan mengalami curah hujan kategori menengah atau 50-150 mm per dasarian.

Wilayah Sumatera Barat yang masuk kategori menengah ialah Pasaman Barat, Agam, Kepulauan Mentawai, Pasaman, Lima Puluh Kota, Kota Bukittinggi, Tanah Datar, Kota Padang, Kota Padang Panjang, Pesisir Selatan, Solok, Kota Payakumbuh, Kota Solok, Kota Sawahlunto, Sijunjung, Solok Selatan dan Dharmasraya.

Pola serupa juga terlihat di sejumlah wilayah Sumatera lainnya. Aceh kategori menengah mencakup Aceh Besar, Kota Sabang, Aceh Jaya, Simeulue, Pidie, Aceh Barat, Pidie Jaya, Nagan Raya, Aceh Tengah, Bireuen, Aceh Barat Daya, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Kota Subulussalam dan Kota Langsa.

Sumatera Utara meliputi Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Nias Utara, Nias Barat, Nias, Kota Gunungsitoli, Nias Selatan, Langkat, Dairi, Karo, Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Samosir, Kota Binjai, Deli Serdang, Simalungun, Kota Medan, Tapanuli Utara, Serdang Bedagai, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, Toba, Kota Pematangsiantar, Asahan, Kota Padang Sidempuan, Batu Bara dan Kota Tanjung Balai.

Di Riau, wilayah kategori menengah meliputi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, Siak, Bengkalis, Kuantan Singingi, Kota Dumai, Kota Pekanbaru, Pelalawan, Indragiri Hulu, Kepulauan Meranti dan Indragiri Hilir.

Kepulauan Riau meliputi Karimun, Kepulauan Anambas dan Natuna. Jambi mencakup Kerinci, Kota Sungai Penuh, Bungo, Merangin, Tebo, Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat dan Kota Jambi.

Bengkulu meliputi Muko Muko, Bengkulu Utara, Lebong, Bengkulu Tengah, Seluma, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Selatan dan Kaur.

Sumatera Selatan hanya mencatat Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Kota Lubuk Linggau dan Kota Pagar Alam dalam kategori menengah.

Di Jawa Barat, kategori menengah terdapat di Bogor, Kota Depok dan Kota Bogor.

Untuk Kalimantan Barat, daerahnya meliputi Bengkayang, Kayong Utara, Mempawah, Kota Singkawang, Sambas, Kubu Raya, Landak, Kota Pontianak, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi dan Kapuas Hulu. Kalimantan Tengah mencakup Gunung Mas, sedangkan Kalimantan Timur meliputi Berau.

Kalimantan Utara juga masuk kategori menengah, yakni Malinau, Nunukan, Bulungan, Tana Tidung dan Kota Tarakan.

Di Papua Barat Daya, wilayah yang masuk kategori ini adalah Sorong, Tambrauw, Sorong Selatan dan Maybrat. Papua Barat mencakup Teluk Wondama.

Papua meliputi Waropen. Papua Pegunungan terdiri atas Tolikara, Mamberamo Tengah, Yahukimo, Yalimo dan Pegunungan Bintang.

Sementara Papua Tengah mencakup Nabire, Paniai, Deiyai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.

Hujan tinggi hanya muncul di sejumlah wilayah

Kategori paling basah dalam prediksi Dasarian III September 2026 adalah hujan tinggi, dengan kisaran 150-300 mm per dasarian. Namun, cakupannya hanya 0,38 persen wilayah Indonesia.

Dalam daftar tersebut, Sumatera Utara mencatat Tapanuli Tengah sebagai wilayah dengan prediksi hujan kategori tinggi.

Sumatera Barat juga memiliki dua wilayah yang masuk kategori tinggi, yakni Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Dengan demikian, perbedaan prediksi cuaca pada akhir September 2026 terlihat cukup jelas. Sebagian besar wilayah Indonesia berada pada kategori hujan rendah, sementara Sumatera Barat memiliki daerah yang masuk kategori menengah dan beberapa wilayah diprediksi mengalami hujan tinggi.

Khusus untuk Dasarian III September 2026, tidak ada wilayah yang masuk kategori curah hujan sangat tinggi. Kondisi tersebut membuat pola hujan akhir September diprediksi lebih banyak berada pada kategori rendah dan menengah, dengan hujan tinggi terkonsentrasi di wilayah tertentu. (*)

Baca Juga

Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Cuaca Sumbar Akhir September 2026: Hujan Menengah Dominan, 2 Daerah Masuk Kategori Tinggi
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun