Sumbardaily.com - Ada fenomena menarik di tengah kondisi penerbangan yang mengalami penurunan. Ketika jumlah penerbangan di sejumlah wilayah mengalami penurunan, aktivitas penerbangan di Sumatera Barat (Sumbar) justru disebut tetap stabil dan cenderung mengalami kenaikan.
Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal bahwa daya tarik pariwisata Sumatera Barat (Sumbar) masih memiliki kekuatan untuk mendatangkan wisatawan.
Branch Communication & CSR Department Head PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Feni Lindriany menyebut kondisi tersebut sebagai satu anomali positif.
Menurutnya, perhatian wisatawan terhadap destinasi di Sumatera Barat menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati.
“Di saat bandara mengalami penurunan flight, di Sumbar justru stabil dan cenderung naik, suatu anomali dan setelah ditelisik bahwa wisata Sumbar itu menarik perhatian wisatawan mancanegara (wisman) dan wisatawan domestik (wisdom) yang datang ke Sumbar.
Feni mengatakan, salah satu hal yang ikut mendorong perhatian terhadap destinasi wisata Sumbar adalah aktivitas wisatawan yang membagikan pengalaman mereka melalui unggahan di media sosial.
Beragam destinasi yang sebelumnya belum banyak diketahui publik atau dikenal sebagai hidden gem kemudian semakin mudah ditemukan oleh calon wisatawan.
“Mengunggah berbagai hidden gem wisata Sumbar sehingga menarik perhatian wisatawan. Bisa dikatakan, bahwa Sumbar juga tak kalah dari Bali," katanya.
Fenomena tersebut menjadi konteks penting dalam upaya penguatan kualitas pariwisata Sumatera Barat. Tidak hanya soal bagaimana wisatawan tertarik datang, tetapi juga bagaimana pengalaman yang mereka dapatkan selama berada di destinasi dapat memenuhi harapan.
Hal itu menjadi salah satu perhatian PT Angkasa Pura Indonesia atau InJourney Airports Kantor Cabang Bandara Internasional Minangkabau.
Pada Selasa (1/9/2026) siang, InJourney Airports menyelenggarakan Minangkabau Experience Service Bootcamp & Pelatihan Search and Rescue (SAR) di Hotel ZHM Premiere Padang.
Kegiatan bertema “Empowering Service Excellence through Minangkabau Culture with Safety First” tersebut diikuti Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dari berbagai daerah di Sumbar.
Kegiatan tersebut tidak sekadar diarahkan pada peningkatan kemampuan pelayanan. InJourney Airports juga mendorong agar karakter budaya Minangkabau menjadi bagian dari pengalaman wisatawan ketika mengunjungi berbagai destinasi di Sumbar.
Melalui kegiatan itu, para pengelola dan pelaku wisata mendapatkan penguatan pemahaman mengenai pentingnya pelayanan yang ramah, profesional, autentik, serta berorientasi pada pengalaman wisatawan.
Nilai-nilai budaya Minangkabau ditempatkan sebagai salah satu fondasi untuk membentuk karakter pelayanan sekaligus memperkuat identitas destinasi.
“Pengalaman wisatawan tidak hanya dibentuk oleh destinasi yang indah, tetapi juga oleh bagaimana mereka diterima, dilayani, dan berinteraksi dengan masyarakat setempat. Karena itu, kami ingin mendorong agar nilai-nilai budaya Minangkabau menjadi bagian dari kekuatan dalam menghadirkan service excellence di destinasi-destinasi wisata Sumatera Barat,” kata Feni mewakili General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang BIM, Dony Subardono.
Menurut Feni, Pokdarwis mempunyai posisi strategis dalam mata rantai pariwisata karena berada di tengah masyarakat dan berinteraksi langsung dengan wisatawan.
Karena itu, peningkatan kapasitas Pokdarwis dinilai dapat memberikan dampak terhadap kualitas pelayanan yang diterima wisatawan ketika berada di destinasi.
“Semangat basamo menjadi penting dalam membangun pariwisata Sumatera Barat. Bandara merupakan salah satu pintu gerbang wisatawan, namun pengalaman mereka akan terus berlanjut ketika berada di destinasi. Karena itu, dibutuhkan kolaborasi seluruh pihak agar pelayanan yang diberikan konsisten, mulai dari kedatangan hingga wisatawan menikmati destinasi,” ucapnya.
Penguatan pelayanan tersebut kemudian dipadukan dengan perhatian terhadap faktor keselamatan. InJourney Airports memasukkan Pelatihan Search and Rescue (SAR) dalam rangkaian kegiatan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan terhadap kondisi kedaruratan di destinasi wisata.
Peserta mendapatkan pengenalan serta praktik dasar mengenai pencarian dan pertolongan. Materi tersebut diharapkan memberikan bekal awal kepada peserta untuk memahami respons yang diperlukan ketika menghadapi kondisi darurat.
Aspek keselamatan dinilai penting karena sejumlah destinasi wisata di Sumatera Barat mempunyai karakter geografis dan aktivitas wisata yang membutuhkan perhatian khusus terhadap keselamatan serta kesiapsiagaan.
Dengan demikian, pengalaman wisatawan tidak hanya dibangun melalui pelayanan yang baik, tetapi juga melalui lingkungan wisata yang semakin sadar terhadap aspek keamanan.
Rangkaian kegiatan mencakup Service Excellence berbasis nilai budaya Minangkabau, penguatan hospitality, safety awareness, serta pengenalan dan praktik dasar Search and Rescue (SAR).
Dengan kombinasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada wisatawan, tetapi juga mempunyai pemahaman yang lebih kuat mengenai pentingnya keselamatan dalam aktivitas pariwisata.
Penguatan kapasitas pelaku wisata juga menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem pariwisata Sumbar yang lebih terintegrasi.
Bandara diposisikan sebagai salah satu pintu masuk, sedangkan pengalaman wisatawan akan terus berlangsung ketika mereka meninggalkan bandara dan memasuki destinasi.
Kondisi penerbangan Sumbar yang disebut stabil dan cenderung naik di tengah penurunan flight menjadi momentum untuk memperkuat sisi lain dari industri pariwisata, yakni kualitas pengalaman wisatawan.
Apalagi, perhatian terhadap hidden gem Sumbar terus tumbuh seiring semakin banyaknya wisatawan yang membagikan pengalaman mereka.
Karena itu, penguatan pelayanan berbasis budaya lokal dan keselamatan menjadi penting agar meningkatnya ketertarikan wisatawan terhadap Sumatera Barat dapat diikuti dengan pengalaman yang positif.
Melalui Minangkabau Experience Service Bootcamp & Pelatihan SAR, InJourney Airports berharap semangat pelayanan berbasis budaya Minangkabau dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai destinasi wisata Sumatera Barat.
Upaya tersebut sekaligus memperkuat kolaborasi antara InJourney Airports dengan pelaku pariwisata, khususnya Pokdarwis, untuk membangun pariwisata Sumbar yang berkualitas, berbudaya, aman dan berkelanjutan. (*)
















