Sumbardaily.com – Pemulihan pascabencana gempa NTT terus dilakukan dengan menyasar akses penting masyarakat. PT Hutama Karya (Persero) atau Hutama Karya mengerahkan dua unit excavator untuk membersihkan material longsor yang menutup sejumlah ruas jalan dan saluran irigasi di Kabupaten Manggarai Timur dan Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.
Pengerahan alat berat tersebut menjadi bagian dari dukungan Hutama Karya dalam menangani dampak gempa bumi di NTT. Selain membersihkan material longsor, langkah tersebut ditujukan untuk mempercepat terbukanya kembali akses masyarakat serta mendukung pemulihan infrastruktur yang terdampak bencana.
Dua unit excavator tersebut tidak dikerahkan secara bersamaan. Penggunaan alat berat dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan penanganan di masing-masing lokasi.
Excavator pertama mulai dikerahkan pada Jumat (21/8/2026) ke Kampung Ntaur, Desa Sano Lokom, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur. Alat berat itu kemudian menyelesaikan pekerjaan selama tiga hari.
Di lokasi tersebut, excavator digunakan untuk menyingkirkan material longsor berupa batu dan tanah yang menutup Ruas Jalan Paka-Ntaur-Pupung. Penanganan juga dilakukan terhadap material longsor yang menutupi Irigasi Wae Laku, Kabupaten Manggarai Timur.
Tertutupnya Irigasi Wae Laku sebelumnya berdampak langsung terhadap akses air bagi masyarakat. Kondisi itu membuat akses air untuk warga di Desa Paka, Ntaur, dan Pupung terhenti.
Setelah material longsor dibersihkan, penanganan tersebut membantu mengembalikan akses masyarakat sekaligus mendukung kembali normalnya aktivitas warga di wilayah yang terdampak.
PU Manggarai Timur Apresiasi Bantuan
Dukungan alat berat Hutama Karya mendapat apresiasi dari Ferdinandus Mbembok, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Manggarai Timur.
Ferdinandus menilai bantuan excavator yang diberikan Hutama Karya dan tim yang terlibat memiliki arti penting bagi masyarakat. Terlebih, aktivitas warga harus kembali berjalan di tengah kondisi gempa susulan yang masih berlangsung.
“Bantuan HK dan teman-teman semua sangat berarti bagi kami, sehingga aktivitas warga bisa kembali normal di tengah gempa susulan yang terus berlangsung. Harapan kami, ke depannya perhatian dan kerja sama dari HK bisa berlanjut dan lebih baik. Salam hormat dari kami untuk HK dan Tim HK, semoga selalu sukses dan kita semua sehat,” ujar Ferdinandus, dikutip Senin (31/8/2026).
Penanganan di Manggarai Timur tersebut menjadi salah satu bagian dari dukungan Hutama Karya terhadap pemulihan akses dan infrastruktur masyarakat setelah gempa bumi NTT.
Excavator Kedua Dikerahkan ke Kabupaten Sikka
Setelah penanganan di Manggarai Timur, Hutama Karya kembali mengerahkan satu unit excavator ke Kabupaten Sikka.
Excavator kedua diberangkatkan pada Senin (24/8/2026) dan mulai beroperasi pada Selasa (25/8/2026). Alat berat tersebut ditugaskan menangani material longsor yang menghambat akses jalan di dua lokasi.
Lokasi pertama berada di Dusun Wukur, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka. Di wilayah tersebut, excavator digunakan untuk menangani longsor yang menutupi akses Jalan Bola-Sikka.
Penanganan berikutnya dilakukan terhadap longsor yang menutup akses Jalan Woloara-Koting di Desa Koting, Kecamatan Koting.
Pekerjaan penanganan longsor di Kabupaten Sikka direncanakan berlangsung selama delapan hari. Pengerahan excavator tersebut diarahkan untuk mempercepat proses pembersihan material longsor sehingga akses masyarakat yang terdampak dapat dipulihkan.
Dengan adanya alat berat di lokasi, penanganan dapat difokuskan pada material longsor yang menghambat jalur transportasi masyarakat di wilayah terdampak.
Dikerahkan Tim Tanggap Darurat Bencana Hutama Karya
Pengerahan dua alat berat tersebut dilaksanakan oleh Tim Tanggap Darurat Bencana dari Unit Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Hutama Karya.
Dalam pelaksanaannya, Hutama Karya melakukan koordinasi dengan PU Bina Marga Provinsi NTT dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kabupaten setempat.
Koordinasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi di lapangan sekaligus memastikan kebutuhan penanganan dapat disesuaikan dengan situasi di masing-masing wilayah terdampak.
Dukungan alat berat itu juga dikoordinasikan dengan Danantara Asset Management (DAM) dan Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN). Koordinasi dilakukan melalui Dashboard Portal Forum TJSL BUMN sebagai bagian dari sinergi dalam pelaksanaan dukungan penanganan bencana.
Alat berat yang digunakan dalam penanganan tersebut berasal dari rekanan proyek Hutama Karya yang berada di wilayah Nusa Tenggara.
Pengerahan dilakukan sebagai respons terhadap kondisi jalan dan irigasi yang terdampak material longsor. Sasaran utamanya adalah membantu mempercepat proses pembersihan sekaligus pemulihan akses masyarakat di lokasi yang terdampak bencana.
Dengan pola tersebut, dukungan tidak hanya dilakukan melalui pemberian bantuan darurat, tetapi juga menyasar kebutuhan pemulihan infrastruktur yang menjadi bagian penting dari aktivitas masyarakat.
Bantuan Darurat Juga Disalurkan
Selain mengirimkan alat berat ke lokasi terdampak, Hutama Karya sebelumnya juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat bagi masyarakat yang terdampak gempa bumi NTT.
Bantuan tersebut disalurkan melalui Posko Satgas Bencana NTT Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang berada di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.
Berbagai kebutuhan masyarakat masuk dalam bantuan tanggap darurat tersebut. Bantuan mencakup bahan pangan, makanan siap konsumsi, air mineral, perlengkapan sanitasi, kebutuhan bayi dan dewasa, obat-obatan, terpal, serta selimut.
Penyaluran bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan Hutama Karya untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama masa tanggap darurat akibat gempa bumi di NTT.
Pelaksanaan seluruh dukungan Hutama Karya mengacu pada Surat Keputusan Gubernur Nusa Tenggara Timur Nomor 305/KEP/HK/2026 tentang Status Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi di Provinsi NTT.
Dalam pelaksanaannya, bentuk bantuan disesuaikan melalui koordinasi dengan pemerintah dan para pemangku kepentingan terkait. Koordinasi tersebut dilakukan agar dukungan yang diberikan dapat menyesuaikan kondisi serta kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Hutama Karya Pantau Kondisi Pascagempa
Pj. Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Hamdani, mengatakan pengerahan alat berat merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Menurut Hamdani, dukungan tersebut secara khusus diarahkan pada infrastruktur terdampak yang memiliki fungsi penting bagi mobilitas dan aktivitas masyarakat.
“Hutama Karya berkomitmen untuk turut mendukung proses penanganan dan pemulihan pascabencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur. Melalui pengerahan alat berat, kami membantu membersihkan material longsor yang menutup akses jalan dan saluran irigasi di sejumlah wilayah terdampak. Kami berharap upaya ini dapat mendukung terbukanya kembali akses masyarakat dan membantu pemulihan aktivitas di wilayah terdampak,” ujar Hamdani.
Hamdani menambahkan, Hutama Karya terus berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait selama proses penanganan di lapangan.
Perseroan juga melakukan pemantauan terhadap perkembangan kondisi di wilayah yang terdampak. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menyesuaikan dukungan berdasarkan kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat hingga proses pemulihan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa penanganan tidak berhenti pada pengerahan alat berat di lokasi tertentu. Perkembangan kondisi wilayah tetap dipantau agar bentuk dukungan dapat disesuaikan dengan kebutuhan yang muncul selama penanganan bencana.
Dukungan Berlanjut melalui Program TJSL
Hutama Karya menyatakan komitmennya untuk terus memberikan manfaat kepada masyarakat melalui pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Dukungan terhadap masyarakat terdampak gempa NTT menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk turut menangani dampak bencana sekaligus membantu proses pemulihan kondisi masyarakat dan infrastruktur.
Pemulihan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan melibatkan koordinasi bersama pemerintah serta pemangku kepentingan terkait.
Pengerahan dua excavator di Manggarai Timur dan Sikka menjadi salah satu bentuk dukungan tersebut. Di Manggarai Timur, alat berat telah menyelesaikan pekerjaan selama tiga hari untuk membersihkan material batu dan tanah dari Ruas Jalan Paka-Ntaur-Pupung serta Irigasi Wae Laku.
Pembersihan Irigasi Wae Laku turut membantu memulihkan akses air masyarakat di Desa Paka, Ntaur, dan Pupung yang sebelumnya terhenti akibat tertutup material longsor.
Sementara itu, excavator kedua di Kabupaten Sikka mulai beroperasi pada Selasa (25/8/2026) untuk menangani longsor di akses Jalan Bola-Sikka di Dusun Wukur, Kecamatan Lela, serta Jalan Woloara-Koting di Desa Koting, Kecamatan Koting. Pekerjaan di wilayah tersebut direncanakan berlangsung selama delapan hari.
Rangkaian dukungan itu dilaksanakan di tengah penanganan dampak gempa bumi NTT dan gempa susulan yang masih berlangsung. Hutama Karya menempatkan dukungan terhadap pemulihan akses masyarakat dan infrastruktur terdampak sebagai bagian dari pelaksanaan TJSL dan kolaborasi lintas pihak.
Melalui dukungan tersebut, perseroan berupaya membantu mempercepat pemulihan kondisi masyarakat serta infrastruktur yang terdampak bencana secara bertahap dan berkelanjutan. (*)
















