Sumbardaily.com - Dampak banjir bandang yang melanda Kota Padang pada November 2025 lalu masih dirasakan masyarakat hingga kini. Salah satu persoalan yang belum sepenuhnya pulih adalah ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah terdampak.
Kondisi tersebut membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang masih melakukan penyaluran air bersih kepada warga.
Layanan itu terutama menyasar masyarakat di kawasan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, serta sejumlah wilayah di Kecamatan Kuranji yang masih mengalami gangguan pasokan air.
Untuk menjaga distribusi tetap berjalan, BPBD Kota Padang mengoperasikan dua unit armada tangki air. Kedua armada tersebut dikerahkan secara bergantian setiap hari untuk mengirimkan air ke titik-titik yang membutuhkan.
Langkah ini menjadi bagian dari penanganan lanjutan setelah bencana. Meski banjir bandang telah berlalu, kebutuhan dasar masyarakat di sejumlah kawasan masih harus mendapat perhatian, khususnya ketika pasokan air belum kembali seperti kondisi normal.
Penyaluran air bersih juga tidak hanya dilakukan oleh BPBD Kota Padang. Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang ikut mengerahkan dukungan dalam pelayanan tersebut.
Keterlibatan dua instansi tersebut dilakukan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Dengan armada yang tersedia, distribusi air dapat dilakukan secara bergantian ke lokasi yang masih membutuhkan pasokan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan, kebutuhan air bersih masih menjadi salah satu perhatian dalam penanganan pasca bencana di sejumlah wilayah.
“BPBD Kota Padang bersama Damkar Kota Padang terus berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Hingga saat ini kami masih menyalurkan air bersih ke daerah Lambung Bukit, Pauh, dan Kuranji yang membutuhkan. Dua unit armada kami kerahkan setiap hari untuk memastikan kebutuhan air bersih warga tetap terpenuhi,” katanya, Kamis (27/8/2026).
Menurut Hendri, pelayanan tersebut tidak ditentukan hanya berdasarkan waktu tertentu. Penyaluran air bersih di Padang akan terus dilakukan selama masyarakat masih membutuhkan bantuan tersebut, hingga kondisi pasokan air kembali normal.
BPBD Kota Padang juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Koordinasi itu dilakukan untuk mendorong percepatan pemulihan sarana dan prasarana yang terdampak bencana, sehingga masyarakat dapat kembali memperoleh layanan dasar secara normal.
Bagi warga yang terdampak, keberadaan armada tangki air menjadi bantuan penting dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Air yang didistribusikan dapat digunakan masyarakat untuk berbagai kebutuhan rumah tangga maupun sanitasi.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penanganan bencana tidak berhenti ketika air banjir telah surut. Pemulihan setelah bencana juga menyangkut pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk memastikan akses terhadap air bersih tetap tersedia.
"Pemerintah Kota (Pemko) Padang mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem. Warga juga diminta segera menyampaikan laporan kepada petugas apabila membutuhkan bantuan ataupun layanan darurat lainnya," tuturnya. (*)















