Panen Padi Perdana Pascabencana di Agam, Produktivitas Capai 5,28 Ton

Panen Padi Perdana Pascabencana di Agam, Produktivitas Capai 5,28 Ton

Penampakan sawah dan saluran irigasi di Agam. (Foto: Pemkab Agam)

Sumbardaily.com - Aktivitas pertanian kembali berjalan di lahan yang sebelumnya terdampak bencana di Kabupaten Agam. Petani di Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, kembali memanen padi setelah proses pemulihan lahan dilakukan.

Panen padi perdana pascabencana itu berlangsung di lahan Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato pada Senin (24/8/2026). Dari total 39 hektar lahan sawah di Salareh Aia Barat yang akan dipanen, 13 hektar di antaranya memasuki tahap panen pertama setelah bencana.

Informasi tersebut disampaikan melalui keterangan resmi Pemkab Agam yang dikutip Rabu (26/8/2026). Lahan yang dipanen berada di Jorong Muaro Kandang dan dikelola satu kelompok tani yang beranggotakan 16 orang.

Hasil uji produktivitas pada lahan sawah yang siap dipanen menunjukkan hasil 5,28 ton per hektar. Angka itu berada di atas rata-rata produktivitas sebelumnya yang berada di kisaran 4 ton per hektar.

Pengujian produktivitas dilakukan pada lahan seluas 3 hektar. Dalam pengukuran melalui metode ubinan, hasil yang diperoleh pada ubinan pertama mencapai 3 kilogram. Sementara hasil pada ubinan kedua tercatat 3,25 kilogram.

Pemkab Agam menyebut panen tersebut menjadi bagian dari proses pemulihan pertanian setelah bencana. Lahan yang sebelumnya terdampak kembali dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan padi.

“Panen ini menjadi bagian dari proses pemulihan sekaligus menunjukkan bahwa lahan pascabencana kembali produktif dan petani terus bangkit,” demikian keterangan resmi Pemkab Agam yang dikutip Rabu (26/8/2026).

Pemulihan lahan tersebut dilakukan setelah pemerintah memberikan sejumlah dukungan kepada kelompok tani. Bantuan bahkan telah diberikan sebelum bencana terjadi untuk menunjang aktivitas pertanian masyarakat.

Sebelum bencana, pemerintah memberikan pompa air, mesin pemotong rumput, dan power thresher kepada kelompok tani. Sarana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pertanian yang dilakukan kelompok tani.

Setelah bencana, dukungan kembali diberikan untuk membantu proses pemulihan. Bantuan yang diberikan mencakup pupuk serta rehabilitasi lahan sawah dengan luas 13 hektar.

Selain perbaikan lahan, pemerintah juga melakukan rehabilitasi jaringan irigasi tersier atau RJIT sebanyak satu paket. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pemulihan lahan pertanian.

Petani juga mendapatkan benih padi varietas Bujang Marantau. Sementara itu, satu unit hand tractor diberikan untuk mendukung konstruksi rehabilitasi lahan sawah.

Dukungan tersebut berjalan bersamaan dengan upaya mengembalikan fungsi lahan pertanian. Setelah melalui proses rehabilitasi, sebagian lahan di Salareh Aia Barat kini kembali memasuki masa panen.

Pada tahap pertama pascabencana, lahan yang dipanen seluas 13 hektar. Lahan tersebut berada di Jorong Muaro Kandang, Nagari Salareh Aia Barat, Kecamatan Palembayan, dan dikelola oleh Kelompok Tani Muaro Kandang Sakato.

Kelompok tani tersebut beranggotakan 16 orang. Mereka kembali menjalankan kegiatan pertanian hingga menghasilkan panen dari lahan yang telah dipulihkan.

Capaian produktivitas 5,28 ton per hektar juga menjadi catatan dalam panen perdana tersebut. Hasil itu lebih tinggi daripada rata-rata produktivitas sebelumnya yang berada di sekitar 4 ton per hektar.

Sementara itu, keseluruhan lahan sawah di Salareh Aia Barat yang akan memasuki masa panen mencapai 39 hektar. Sebanyak 13 hektar di antaranya telah memasuki tahap pertama panen pascabencana.

Panen tersebut menjadi bagian dari pemulihan aktivitas pertanian sekaligus menunjukkan bahwa lahan yang telah direhabilitasi dapat kembali produktif. Petani juga kembali menjalankan kegiatan budidaya hingga menghasilkan padi.

Rangkaian bantuan berupa sarana pertanian, pupuk, benih, rehabilitasi lahan, perbaikan jaringan irigasi, dan dukungan alat mesin pertanian menjadi bagian dari proses pemulihan yang dilakukan setelah bencana.

Hasil panen dari lahan yang diuji menunjukkan produktivitas 5,28 ton per hektar. Capaian tersebut menjadi hasil dari lahan yang telah kembali digunakan dan dikelola petani setelah melalui proses pemulihan. (*)

Baca Juga

Batagak Kudo-Kudo Masjid Istiqlal di Agam Jadi Momentum Warga Hidupkan Rumah Ibadah
Batagak Kudo-Kudo Masjid Istiqlal di Agam Jadi Momentum Warga Hidupkan Rumah Ibadah
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Penanganan Jalan Manggopoh-Padang Lua Agam Berlanjut, Sejumlah Titik Mulai Diperbaiki
Penanganan Jalan Manggopoh-Padang Lua Agam Berlanjut, Sejumlah Titik Mulai Diperbaiki
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana
Pemkab Agam Salurkan 1,95 Ton Benih Padi untuk Pulihkan 78 Hektare Lahan Terdampak Bencana