Sumbardaily.com - Sejumlah warga yang terdampak banjir bandang November 2025 lalu hingga kini masih bertahan di Hunian Sementara (Huntara). Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Padang mempercepat penyediaan Hunian Tetap (Huntap) agar para korban terdampak bencana dapat segera meninggalkan tempat tinggal sementara dan menempati rumah yang lebih layak, aman, serta permanen.
Upaya tersebut terlihat dari peninjauan lokasi pembangunan Huntap yang dilakukan Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir di dua kawasan, yakni Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, dan kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Senin (11/8/2026) lalu.
Peninjauan itu tidak sekadar melihat progres pembangunan. Pemko Padang tengah memastikan kesiapan lahan sekaligus mengecek perkembangan hunian yang nantinya menjadi tempat tinggal baru bagi masyarakat terdampak banjir bandang yang sampai saat ini masih menempati Huntara di sejumlah lokasi di Kecamatan Pauh dan Koto Tangah.
Maigus mengatakan Pemko Padang terus mencari dan menyiapkan lahan untuk pembangunan Huntap bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Penyediaan lahan dilakukan melalui dua skema, yakni pemanfaatan aset pemerintah dan pengadaan tanah yang menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Padang.
Pemko berharap pembangunan hunian permanen tersebut dapat berjalan sesuai rencana. Dengan begitu, warga yang selama ini masih bergantung pada Huntara dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak, aman, dan memiliki kepastian sebagai hunian permanen.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Yayasan Buddha Tzu Chi yang telah membangun Huntap di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang. Terima kasih juga kepada Kementerian PKP RI yang telah membangun Huntap di kawasan Sungkai,” katanya.
Salah satu titik yang menjadi perhatian Pemko Padang adalah kawasan Tanah Sungkai di Kelurahan Lambung Bukik. Untuk lokasi ini, Pemko Padang telah menuntaskan pengadaan lahan dengan luas sekitar 4,6 hektare.
Di atas lahan tersebut, sebanyak 183 unit rumah direncanakan dibangun oleh Kementerian PKP mulai September 2026. Hunian tersebut nantinya diperuntukkan bagi masyarakat terdampak bencana di Kecamatan Pauh.
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman (DPRKP) Kota Padang, Tri Hadiyanto mengatakan, pembangunan Huntap di Sungkai tidak hanya berupa rumah.
Kawasan tersebut juga akan dilengkapi berbagai prasarana dan sarana pendukung untuk menunjang kebutuhan warga ketika hunian mulai ditempati.
“Huntap di Sungkai akan dibangun oleh Kementerian PKP lengkap dengan prasarana dan sarana pendukung, seperti listrik, jalan lingkungan, dan jaringan air minum. Pemko Padang menyiapkan sumber air minum. Huntap ini nantinya diperuntukkan bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pauh," katanya.
Pembangunan kawasan Huntap tersebut menjadi bagian dari upaya Pemko Padang menyiapkan tempat tinggal permanen bagi warga yang sebelumnya harus meninggalkan hunian mereka akibat bencana banjir bandang November 2025 lalu.
Selain Sungkai, pembangunan Huntap juga berlangsung di kawasan Bumi Perkemahan, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah.
Pada tahap pertama, Pemko Padang telah menyediakan lahan sekitar 2,8 hektare yang diproyeksikan untuk pembangunan 141 unit rumah.
Progres pembangunan di lokasi tersebut saat ini telah mendekati 50 persen. Pembangunan rumah di kawasan itu dilakukan dengan dukungan Yayasan Buddha Tzu Chi, sementara Pemko Padang menyiapkan kebutuhan kawasan berupa Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU).
PSU yang akan disiapkan mencakup jalan lingkungan, irigasi, serta sarana pendukung lainnya. Pekerjaan PSU tersebut direncanakan mulai dilaksanakan dalam waktu dekat.
Tidak berhenti pada lahan tahap pertama, Pemko Padang juga telah membeli lahan sekitar 1,2 hektare yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Pemerintah kota juga sedang memproses tambahan pengadaan lahan sekitar 2,2 hektare.
Dengan penambahan lahan tersebut, kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang diproyeksikan menjadi salah satu lokasi utama pembangunan Huntap dalam jumlah besar bagi warga terdampak bencana.
“Selain itu, kami juga sudah membeli lahan sekitar 1,2 hektar yang diperkirakan dapat menampung sekitar 85 unit rumah. Kemudian sekarang sedang proses tambahan pengadaan lahan lagi sekitar 2,2 hektar. Secara keseluruhan, kita menargetkan pembangunan sekitar 340 unit Huntap di kawasan Bumi Perkemahan ini," paparnya.
PSU Mulai Dikerjakan
Tri mengatakan, pekerjaan PSU di kawasan Bumi Perkemahan Balai Gadang dijadwalkan mulai dalam waktu dekat. Infrastruktur dasar tersebut dinilai penting agar pembangunan rumah berjalan beriringan dengan kesiapan kawasan untuk dihuni.
“PSU kami mulai minggu depan, karena Yayasan Buddha Tzu Chi fokus membangun rumah. Tahun ini kita menargetkan pembangunan 141 unit Huntap di Balai Gadang dan 183 unit di Sungkai," ujarnya
Target tersebut menunjukkan adanya dua jalur pembangunan Huntap yang sedang dikejar Pemko Padang. Di Sungkai, pemerintah telah menyelesaikan pengadaan lahan sekitar 4,6 hektare untuk pembangunan 183 rumah oleh Kementerian PKP.
Sementara di Balai Gadang, pembangunan 141 rumah tahap pertama telah mendekati 50 persen dan pengembangan lahan masih terus dilakukan.
Bagi warga yang masih berada di Huntara, keberadaan Huntap menjadi bagian penting dari proses pemulihan pasca bencana.
Pemerintah tidak hanya dituntut menyediakan bangunan rumah, tetapi juga memastikan kawasan tersebut memiliki akses terhadap infrastruktur pendukung seperti jalan lingkungan, irigasi, listrik dan air minum.
Pemko Padang kini mengarahkan perhatian pada percepatan pembangunan sekaligus kesiapan kawasan. Harapannya, warga terdampak banjir bandang November 2025 yang masih tinggal di Huntara dapat segera beralih ke Hunian Tetap yang lebih aman dan layak. (*)
















