52 Hari Digembleng di UNP, Diklat 30 Guru Bahasa Jerman Ditutup Dubes Ralf Beste

Dubes Jerman Ralf Beste bersama Rektor UNP Krismadinata dan pihak terkait saat penutupan diklat Bahasa Jerman bagi 30 guru dari seluruh Indonesia di UNP Padang.

Dubes Jerman, Ralf Beste mengunjungi sekaligus menutup kegiatan diklat Bahasa Jerman yang diikuti 30 guru dari seluruh Indonesia di Hotel dan Pusat Diklat UNP Bypass Padang, Rabu (12/8/2026) siang. (Dok. Humas)

Sumbardaily.com - Universitas Negeri Padang (UNP) menjadi titik temu penguatan kompetensi guru Bahasa Jerman dari berbagai daerah di Indonesia. Selama 52 hari, sebanyak 30 guru dari seluruh Indonesia mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) Bahasa Jerman yang digelar di Kota Padang.

Program tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Jerman melalui Kedutaan Besar Jerman di Indonesia bersama Goethe Jerman, lembaga kebudayaan resmi Republik Federal Jerman yang beroperasi secara global untuk mempromosikan Bahasa Jerman sekaligus memperkuat kerjasama budaya internasional.

Diklat Bahasa Jerman tersebut berlangsung sejak tanggal 22 Juni hingga 12 Agustus 2026. UNP dipercaya menjadi lembaga penyelenggara kegiatan yang dipusatkan di Hotel dan Pusat Diklat UNP Bypass Padang.

Penutupan kegiatan mendapat perhatian khusus dengan kehadiran Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste. Dalam kunjungannya pada Rabu (12/8/2026), Dubes Jerman tersebut sekaligus menutup rangkaian diklat yang diikuti puluhan guru Bahasa Jerman dari berbagai wilayah di Indonesia.

Ralf Beste hadir didampingi Rektor UNP, Krismadinata serta Direktur Institut Indonesia Costanze Michel. Kehadiran perwakilan Pemerintah Jerman dalam penutupan tersebut menandai pentingnya program peningkatan kompetensi guru Bahasa Jerman yang diselenggarakan di UNP.

Bagi UNP, kepercayaan menjadi penyelenggara program tersebut tidak berdiri sendiri. Krismadinata menyebut kampusnya memberikan dukungan terhadap program pelatihan guru sekaligus melihat kegiatan itu sebagai bagian dari penguatan posisi UNP dalam kerja sama pendidikan internasional.

"Kami sangat akomodatif dan mendukung program pelatihan guru ini, UNP ditunjuk dan dipercayai sebagai Lembaga penyelenggara pelatihan ini, hal ini sejalan dengan prestasi UNP secara internasional dalam SDGs ranking 34 dunia pada goal 4 bidang quality education (pendidikan berkualitas), selain itu Dubes Jerman juga telah meresmikan German Corner pada Gedung Library dan Sistem Informasi UNP, ke depan akan beberapa agenda yang telah disepakati dengan pihak Kedutaan Besar Jerman dan Gothe Institut tentunya," katanya.

Kehadiran German Corner di Gedung Library dan Sistem Informasi UNP menjadi salah satu bagian dari hubungan yang telah dibangun antara UNP dan pihak Jerman.

Sebelumnya, kerjasama kedua pihak juga berkembang melalui hubungan UNP dengan sejumlah perguruan tinggi di Jerman.

Kerjasama tersebut antara lain memberikan ruang bagi dosen UNP untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang doktoral di Jerman.

"Tercatat enam dosen UNP merupakan lulusan S3 di Jerman. Selain itu, terdapat pula dosen yang tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi ke negara tersebut," ujar Rektor.

Hubungan pendidikan yang sudah berlangsung tersebut membuat program diklat Bahasa Jerman di UNP memiliki konteks yang lebih luas.

Kegiatan tidak hanya menjadi agenda pelatihan bagi 30 guru, tetapi juga memperlihatkan berlanjutnya kerja sama pendidikan dan kebudayaan antara UNP dengan pihak Jerman.

Peluang penyelenggaraan program serupa pada tahun berikutnya juga terbuka. Pihak Kedutaan Besar Jerman dan Goethe Institut disebut merasa puas terhadap pelaksanaan diklat yang berlangsung di UNP.

Kepuasan tersebut didasarkan pada pelaksanaan kegiatan yang berjalan lancar serta testimoni yang disampaikan para peserta.

Wakil Rektor IV UNP Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Hubungan Internasional Deski Beri mengatakan, hasil pelaksanaan diklat tersebut turut memperkuat kerja sama antara UNP dengan pihak Jerman.

"Kami sangat puas atas penyelenggaraan kegiatan diklat Bahasa Jerman karena langsung dilatih oleh pihak Goethe institute dengan kerja sama ini menambah kinerja untuk pencapaian IKU kita," ucap pria yang juga lulusan salah satu perguruan tinggi di Jerman tersebut.

Dengan berakhirnya diklat pada 12 Agustus 2026, UNP tidak hanya menjadi lokasi berlangsungnya pelatihan Bahasa Jerman bagi guru dari seluruh Indonesia.

Kampus tersebut juga semakin memperlihatkan jalur kerja sama pendidikan yang menghubungkan Indonesia dan Jerman, mulai dari peningkatan kompetensi guru hingga pendidikan doktoral bagi dosen.

Program yang berlangsung lebih dari satu setengah bulan itu sekaligus membuka kemungkinan adanya kelanjutan pelatihan pada tahun berikutnya.

Bagi UNP, kepercayaan dari Pemerintah Jerman melalui Kedutaan Besar Jerman dan Goethe Institut menjadi bagian dari kerja sama internasional yang terus dikembangkan, khususnya dalam bidang pendidikan, Bahasa Jerman dan hubungan akademik dengan institusi di Jerman. (*)

Baca Juga

Wali Kota Padang Fadly Amran menyambut Duta Besar Jerman Ralf Beste di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau terkait lanjutan kerja sama Padang-Hildesheim.
Langkah Lanjutan Kerjasama Padang dan Hildesheim Jerman, Apa Saja?
MV Boelongan di Mandeh Pessel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah Bawah Laut Unggulan
MV Boelongan di Mandeh Pessel Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Sejarah Bawah Laut Unggulan
UNP Latih Guru PAUD di Padang Pariaman Bikin Boardgame Mitigasi Banjir untuk Anak
UNP Latih Guru PAUD di Padang Pariaman Bikin Boardgame Mitigasi Banjir untuk Anak
12.128 mahasiswa baru Universitas Negeri Padang mengikuti PKKMB 2026 yang dilaksanakan dalam empat gugus.
12.128 Mahasiswa Baru UNP Masuk Kampus, Materi PKKMB Makin Relevan dengan Era Digital
UNP Paparkan Temuan Riset, UMKM Sumbar Masih Hadapi Kesenjangan Infrastruktur Digital
UNP Paparkan Temuan Riset, UMKM Sumbar Masih Hadapi Kesenjangan Infrastruktur Digital
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat menerima Piagam Penghargaan dari Rektor Universitas Negeri Padang dalam kunjungan silaturahmi di Kantor Kejati Sumbar.
Kejati Sumbar Raih Penghargaan dari UNP Berkat Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp10 Miliar Lebih